OTHER ASSURANCE SERVICE

b. Other Assurance Service
Perbedaaan jasa-jasa ini dengan jasa atestasi adalah bahwa Auditor tidak diharuskan mengeluarkan laporan tertulis dan jaminan tidak harus tentang keandalan pernyataan tertulis pihak lain mengenai kesesuaiannya dengan kriteria tertentu, tetapi lebih ke keandalan dan relevansi informasi. Fokusnya sama yaitu memperbaiki kualitas informasi yang akan digunakan oleh para pembuat laporan.

Examples of Other Assurance Services
Controls over and risks related to investments, including policies related to derivatives.
Service involve:
Assessing the processes surrounding a company’s investment activities to identify risks and to determine the effectiveness of those processes in meeting the company’s investment objectives.

Mystery shopping
Service involve:
Performing anymous shopping to assess sales personnel interactions with customers and procedures performed by sales personnel interactions with customers and procedures performed by sales personnel.

Assessment of risks of accumulation, distribution, and storage of digital information
Service involve:
Assessing physical and on-line security risks and related controls surrounding data and other information stored electronically, including the adequacy of backup and of site storage.

Fraud and ilegal acts risk assessment
Service involve:
Developing fraud risk profiles and assessing the adequacy of company systems and policies in preventing and detecting fraud and ilegal act.

Compliance with trading policies and procedures
Service involve:
Examining transaction between trading partners to ensure that the handling of the transaction complies with the terms of the trading agreement or contract, including the identification of risks surrounding the trade arrangement.

Compliance with entertainment royalty agreements
Service involve:
Assessing whether royalties paid to artists, authors, and other are in accordance with royalty agreement provisions.

ISO 9000 certification
Service involve:
Certifying a company compliance with ISO 9000, quality control standards, which help ensure company products are of high quality.

Annual environmental audit
Service involve:
Assessing whether company policies effectively ensure the company compliance with environmental standards and laws

Advertisements

ASSURANCE SERVICE

ASSURANCE SERVICE
Adalah jasa-jasa yang diberikan untuk pihak profesional yang independen untuk memperbaiki kualitas informasi bagi para pembuat keputusan.
Perbaikan kualitas informasi ini ditunjukkan dengan adanya suatu pernyataan/pendapat (attestation/atestasi) dari Auditor atau independen profesional lainnya mengenai kelayakan/keandalan informasi yang diperiksanya.
Assurance Service terdiri atas:
a. Attestation Service yaitu salah satu jenis Assurance Service yang meliputi semua kegiatan di mana Kantor Akuntan Publik (KAP) mengeluarkan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan pernyataan tertulis yang dibuat pihak lain.
Attestation Service terdiri atas beberapa kategori yaitu:
1. Audit of Historical Financial Statements
Merupakan salah satu jenis Attestation Service di mana Auditor mengeluarkan laporan tertulis yang mengungkapkan pendapat/opini mengenai apakah laporan keuangan secara material telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
2. Review of Historical Financial Statements
Biasanya dilakukan pada laporan intern perusahaan publik atau laporan tahunan perusahaan non publik. Tingkat keyakinan Review (penelahaan) lebih rendah daripada Audit (tidak memerlukan bukti-bukti yang banyak) biayanya pun lebih rendah.
Tujuan Review adalah untuk memberikan jaminan negatif (Negative Assurance) yang merupakan kebalikan dari pendapat positif dalam jasa Audit. Laporan review biasanya menyatakan: “tidak perlu modifikasi yang material agar laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)” sebagai pengganti dari “telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)” dalam Audit Report.
3. Other Attestation Service
Sekarang ini Auditor lebih agresif mengembangkan jasa-jasa ini secara besar-besaran, seperti atestasi untuk efektivitas pengendalian intern, atestasi bahwa nasabah telah menaati perjanjian kredit,atestasi untuk laporan keuangan prospektif dan lain-lain.

ASPEK EKONOMI DARI AUDIT

ASPEK EKONOMI DARI AUDIT
Banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dunia usaha maupun masyarakat umum dengan adanya Auditing, mengingat setiap keputusan ekonomis yang akan diambil oleh mereka akan selalu mengandung risiko. Auditing dapat mengurangi risiko yang mungkin akan menimpa pemakai Laporan Keuangan tertentu, seperti Bank. Bank dalam membuat keputusan pemberian kredit pada nasabahnya akan menghadapi paling tidak 3 (tiga) jenis risiko, yaitu:
1. Risk Free Interest Rate (suku bunga tanpa risiko) yaitu suku bunga ini kira-kira sama dengan suka bunga yang akan diterima bank bila menanamkan uangnya dalam Sertifikat Bank Indonesia dalam jangka waktu yang sama.

2. Business Riks for tne Customer yaitu risiko yang akan diterima karena nasabah tak dapat mengembalikan pinjaman akibat berbagai faktor.

3. Information Risk yaitu risiko yang timbul karena informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan tidak akurat atau tidak dapat diandalkan

JENIS AUDIT BERDASAR WAKTU PELAKSANAAN AUDIT

JENIS AUDIT BERDASAR WAKTU PELAKSANAAN AUDIT
a. Continuous/Interim Audit (Audit terus menerus)
Yaitu audit yang dilakukan beberapa kali dalam satu periode dan auditor dituntut untuk menyampaikan serta melaporkan kemajuan pekerjaannya serta hal lain-lain yang memerlukan koreksi atau perhatian serius klien, terutama berkenaan dengan berjalannya SPI. Laporan ini berbeda dengan laporan formal periodik yang memuat pendapat auditor.

b. Periodical Audit (Audit Periodik)
Yaitu audit yang dilakukan untuk selama periode tertentu, misalnya tahunan, semesteran, atau kuartalan, dengan tujuan memberikan pendapat/opini tentang kewajaran laporan keuangan.

JENIS AUDIT BERDASAR PELAKSANAAN

JENIS AUDIT BERDASAR PELAKSANAAN
a. Internal Audit adalah suatu fungsi penilaian yang independen yang diterapkan dalam suatu organisasi yang berfungsi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi sebagai jasa yang diberikan pada organisasi tersebut. Atau dengan kata lain: Internal Audit merupakan pemeriksaan oleh karyawan yang disebut Akuntan/Auditor Intern.

b. External Audit adalah audit yang dilakukan oleh pihak luar perusahaan dan berkedudukan bebas tidak memihak (independen), baik terhadap klien maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan kliennya (pemakai laporan keuangan) yang disebut Akuntan Publik atau External Auditor.

c. Governmental Audit yaitu audit yang dilakukan oleh Akuntan Pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan negara (BUMN).

JENIS AUDIT DARI LUASNYA PEMERIKSAAN

JENIS AUDIT DARI LUASNYA PEMERIKSAAN

Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, jenis audit dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. General Audit (Pemeriksaaan Umum)

Audit ini pada dasarnya sama dengan Audit atas Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

     2.Special Audit (Pemeriksaan Khusus)

Yaitu suatu pemeriksaan terbatas (sesuai dengan permintaan Audit) dengan objek terbatas pada masalah-masalah khusus yang dihadapi manajemen dalam mengelola perusahaan dengan tujuan tertentu.

Misalnya Auditor diminta untuk mengaudit apakah ada kecurangan dalam penagihan piutang dagang perusahaan. Prosedur audit yang dijalankan terbatas pada audit atas akun piutang, penjualan dan penerimaan kas, sehingga pendapat yang diberikan pun terbatas pada ada tidaknya kecurangan tersebut.

Jenis Jenis Audit

JENIS-JENIS AUDIT
Audit utama yang umumnya dilakukan oleh Akuntan Publik (Auditor Extern), yaitu:
1. Financial Statement Audit (Audit atas Laporan Keuangan)
Adalah audit yang dilakukan untuk menentukan apakah keseluruhan laporan keuangan (informasi yang diverifikasi) dinyatakan sesuai dengan kriterianya, Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
2. Operational Audit (Audit Pemeriksaan Operasional)
Adalah review terhadap beberapa bagian dari metode-metode dan prosedur-prosedur operasi suatu perusahan yang bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensinya. Operational Audit disebut juga Manajemen Audit atau Performance Audit.
Pada penyelesaian Operational Audit, manajemen biasanya merekomendasikan auditor untuk perbaikan operasi suatu perusahaan.
Dibandingkan dengan kedua jenis audit lainnya, pelaksaanaan dan pelaporan hasil Operational Audit lebih sulit karena tidak mungkin dibuatkan suatu standar untuk berbagai area operasi yang dievaluasi efektivitasnya dalam suatu perusahaan dan berlaku untuk seluruh perusahaan.
Efektivitas dan efisiensi operasi lebih sulit dievaluasi secara objektif. Kriteria yang ditetapkan untuk mengevaluasi informasi dalam Operational Audit cenderung subjektif, sehingga Operational Audit lebih mirip dengan konsultasi manajemen (Management Consulting) daripada audit.
3. Compliance Audit (Audit Ketaatan)
Adalah audit yang bertujuan untuk menentukan apakah auditee (klien/pihak yang diaudit) telah mengikuti serangkaian prosedur-prosedur, norma-norma dan peraturan-peraturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak-pihak yang berwenang, contohnya: penggajian karyawan telah mengikuti UMR (Upah Minimum Regional), pelaporan pajak sesuai dengan Undang-Undang (UU) Perpajakan dan lain-lain.

Sri Mulyani
Yanti Rufaedah