BISA Ungkap Kesulitan UKM Tembus Ekspor

JAKARTA – Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Indonesia masih menemui beberapa kendala menembus pasar ekspor. Meski beberapa di antaranya sukses dan laku dijual di luar negeri.
Chairman Business Indonesia Singapore Association (BISA), Stefanus T Wijaya mengatakan, di Singapura UKM terkendala persoalan bahasa. Pelaku UKM yang kebanyakan hanya mengerti bahasa Indonesia, sulit untuk berinteraksi di negeri Singapura yang dominan berbahasa Inggris atau Mandarin. Itu pun berlaku pada merek produk yang tercantum.

“Pertama itu kendala bahasa. Contoh Sidomuncul jualan Tolak Angin, waktu di Singapura itu tidak laku karena tolak angin bahasa Melayu,” kata Stefanus dalam acara Press Conference Indonesia-Singapura Business Forum 2014, di Gedung Galaktika, Jalan RM Harsono, Jakarta, Selasa.

Lalu persoalan pemasaran yang juga masih terbatas. Tidak seperti perusahaan besar, UKM yang memiliki modal yang lebih sedikit, akan sulit untuk memasarkan produknya di luar negeri. Itu pun dianggap menjadi salah satu kendala sulitnya UKM berkembang di luar negeri.

“Yang paling mendasar adalah kesiapan UKM kita mendapat klien dari luar negeri,” tambahnya.

CUKUP MAJU

Meski demikian, tidak sedikit UKM yang produknya cukup maju dikembangkan di Singapura. Dari data BISA, setidaknya ada 5.000 UKM asal Indonesia yang produknya masuk ke Singapura, UKM itu seperti pelaku bisnis toko atau hanya menjadi pemasok saja.

Produk yang ditawarkan pun bermacam-macam. Pakaian, makanan, dan kerajinan yang cukup laku di masyarakat negeri Singa.

“Seperti keripik, lalu mi instan, disenangi orang-orang di Singapura. Produk-produk mi asal Indonesia banyak disukai. Ada juga ayam goreng Surabaya, ayam goreng ojolali, tapi buatnya di Singapura,” katanya.

Lalu ada juga kaus dari Bandung. Banyak yang barangnya dari Indonesia tapi labelnya asing. “Misalnya harganya 1 potong 3 dolar Singapura dijual 20 dolar Singapura. “Jadi ada yang produksi tanpa merek. Memang Singapura negara kecil tanpa dia menang di branding,” imbuhnya.

Suara Merdeka , 19 Feb 2014

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070
Advertisements

Pencatatan Kelebihan Penerimaan Pembayaran Piutang Usaha

Umumnya, pembayaran piutang usaha dilakukan setelah diterbitkannya surat tagihan kepada pelanggan. Sewajarnya nilai yang diterima sama dengan nominal yang ditagihkan, namun terkadang pelanggan membayar melebihi apa yang tertera di tagihan.

Perusahaan penerima memiliki perlakuan yang berbeda akan kelebihan pembayaran putang usaha ini. Contoh:

PT. A memiliki utang usaha kepada Pemasok sebesar Rp 2.000.000,00. PT Pemasok menerima pembayaran sebesar Rp 2.500.000,00. Jurnal yang dapat dibuat sebagai berikut:

(D) Kas Rp 2.500.000,00

(K) Piutang Usaha PT A Rp 2.000.000,00

(K) Pendapatan Lain-lain Rp 500.000,00

Bagaimana menurut Anda akan ayat jurnal tersebut? Apakah dibenarkan jika kelebihan pembayaran piutang usaha dimasukkan ke akun pendapatan lain-lain? Menurut PSAK 23 Pendapatan (Reformat 2007) Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. (sumber: http://www.iaiglobal.or.id). Di PSAK yang sama, pendapatan timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi seperti penjualan barang; penjualan jasa; dan penggunaan aset perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen.

Tidak dijelaskan atau tidak ada aturan khusus yang mengijinkan atau tidak mengijinkan akan pencatatan kelebihan pembayaran piutang. Selama pengakuan tersebut sesuai dengan apa yang terjadi, misalnya pelanggan mengikhlaskan nilai berlebih yang dibayar. Maka pemasok dapat mencatatnya sebagai pendapatan.

Lain halnya jika si pelanggan meminta agar kelebihan uang tersebut dikembalikan pada masa selanjutnya. Jurnal yang harus dibuat sebagai berikut:

(D) Kas Rp 2.500.000,00

(K) Piutang Usaha PT A Rp 2.000.000,00

(K) Utang Lain-lain Rp 500.000,00

Jurnal tersebut menunjukkan bahwa pemasok tidak menganggap nilai Rp 500.000,00 sebagai penerimaan, tetapi sebagai kewajiban yang kelak dibayarkan/ dikembalikan kepada pelanggannya. Ketika pemasok membayarkannya, jurnal yang dibentuk sebagai berikut:

(D) Utang Lain-lain Rp 500.000,00

(K) Kas Rp Rp 500.000,00

 

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

TRANSAKSI PENERIMAAN KAS

TRANSAKSI PENERIMAAN KAS

Penerimaan kas dapat berasal dari berbagai aktivitas. Contohnya:

–          Kas yang diterima dari transaksi pendapatan

–          Pinjaman jangka pendek dan jangka panjang

–          Penerbitan saham

–          Penjualan surat berharga

–          Investasi jangka panjang

–          Aset lainnya

Dokumen dan catatan yang digunakan dalam proses penerimaan kas terdiri dari:

  1. Nota pembayaran (remittance advice)
  2. Daftar penerimaan kas yang disiapkan sebelumnya (prelisting of cash receipt)
  3. Lembar perhitungan kas (cash count sheet)
  4. Ringkasan kas harian (daily cash summary)
  5. Slip penyimpanan yang divalidasi (validated deposit slip)
  6. Berkas transaksi penerimaan kas (cash receipt transaction file)
  7. Jurnal penerimaan kas (cash receipt journal)

 

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi  dan menjual barang jadi tersebut atau sering disebut dengan nama proses produksi.

Fungsi dari akuntansi biaya adalah untuk menetapkan beban pokok produksi. Karaketristik yang membedakan perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang atau perusahaan jasa  terletak pada persediaannya, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksinya.

Perusahaan Manufaktur: (Cost of Goods Manufactured)

Persediaan barang dalam proses awal + Jumlah lancar biaya pabrikasi = Jumlah biaya barang dalam proses.

Jumlah biaya barang dalam proses – Barang dalam proses akhir = Harga pokok pabrikasi

Harga pokok pabrikasi adalah beban pokok produksi yang dibebankan selama proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi berlangsung.

Perbedaan perhitungan HPP antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang:

*Perusahaan manufaktur:

Persediaan barang jadi awal + Harga pokok pabrikasi – Persediaan Barang jadi akhir = HPP

*Perusahaan Dagang:

Persediaan barang dagang awal + Pembelian – Persediaan barang dagang akhir = HPP