MENGAPA LAPORAN KEUANGAN PERLU DI AUDIT

 

MENGAPA LAPORAN KEUANGAN PERLU DI AUDIT ?

 

Guru memeriksa berkas ujian mahasiswa agar tahu jawaban yang diisi muridnya. Montir bengkel memeriksa ban mobil yang bocor agar tahu bagian mana yang bocor. Ibu hamil memeriksakan kandungannya kedokter agar ibu tahu kondisi anak dalam kandungannya.  Ayah memeriksa kesehatannya ke dokter agar ayah tahu kondisi kesehatannya dan lain sebagainya.

Begitu pula dalam perusahaan, laporan keuangan perlu diaudit untuk memberikan informasi tentang perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak akan informasi akuntansi mengenai persediaan barang dagang dibutuhkan pengujian kesesuaian antara praktek akuntansi persediaan barang dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Proses pengujian tersebut dikenal dengan istilah auditing yang dilakukan oleh akuntan publik sebagai pihak yang indipenden.

Audit dapat dikatakan sebagai perbandingan antara kondisi dan kriteria kegiatan yang diaudit dan kegiatan yang seharusnya terjadi.

Sukrino agoes (2004) auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.

Arens dan Loebbecke, 2003), auditing sebagai “Suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten.”

Mulyadi  (2002), auditing merupakan “Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”

Menurut Konrath  auditing adalah serangkaian proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi berbagai kegiatan dan kejadian ekonomi. Tujuannya adalah untuk menyakinkan seberapa besar tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan yang kemudian hasilnya akan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Apabila tidak diaudit maka ada kemungkinan laporan keuangan tersebut mengandung kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, oleh karena itu laporan keuanngan yang belum di audit kurang dipercaya kewajarannya oleh pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut

 

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Www.accounting.binus.ac.id

Advertisements

Cara menghitung keuntungan restaurant

Saat anda ingin mengetahui waktu yang tepat investasi Anda kembali, Anda perlu memperhatikan manajemen keuangan restoran Anda. Hal yang biasanya diperhatikan dalam Managemen keuangan bisnis adalah 3 laporan penting ini yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca dan Laporan Arus Kas.

Kegunaan laporan ini dibagi berdasarkan perannya :

1. Laporan Arus Kas

Digunakan untuk laporan dana kas restoran yang mencatat hasil transaksi penjualan dan pengeluaran restoran.

2. Laporan Laba rugi

Digunakan untuk mengetahui secara keseluruhan keuntungan tanpa melihat uang yang tersedia.

3. Laporan Neraca 

Digunakan untuk melihat keseimbangan asset dalam restoran anda yang digabung dengan kewajiban tanggungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut total hasil investasi Anda pada usaha restoran. Anda perlu melakukan penghitungan lebih dalam mengenai tingkat pengembalian atas investasi dengan ROI (Return of Investment), perhitungan jumlah produk yang harus dijual untuk menutup modal dengan BEP  (Break Even Point), dan perhitungan jangka waktu pengembalian modal dalam restoran Anda PBP (Pay Back Period).

Dalam penerapannya Anda bisa melihat contoh kasus ini : 

Ada sebuah usaha nasi goreng dengan rincian sebagai berikut:

Harga Jual  Rp                       150,000
Harga Produksi  Rp                          5,000
Investasi Dana  Rp                  50,000,000
Sewa Tempat  Rp 10,000,000/tahun
Gaji Pegawai  Rp 1,500,000/bulan
Biaya lain-lain  Rp 500,000/bulan

Target minimal penjualan sebanyak 30 Piring setiap harinya, maka

Berapa BEP,PBP, dan  ROI nya?

BEP

Jumlah Pengeluaran per Hari :

Sewa Tempat   = 10 Juta / 366 Hari    = 28 Ribu

Gaji Pegawai  = 1,5 Juta / 30 Hari     = 50 Ribu

Biaya Lain-Lain    = 500 Ribu / 30 Hari  = 17 Ribu

Total investasi = 50 Juta / 365 Hari    = 137 Ribu

Total Pengeluaran = 232.000/Hari

Maka untuk BEP nya :

Laba per piring = Harga Jual –  Harga Produksi = 15.000-5.000 = 10.000

Dengan Laba sejumlah tersebut, BEP = 232 ribu : 10 ribu =23 Piring

Jadi, jumlah produk (nasi goreng) yang harus terjual setiap harinya untuk memenuhi penutupan modal adalah sebanyak 23 Piring Nasi Goreng

PBP= Total Investasi (Penanaman Modal) /  Laba Per Bulan

Dengan soal yang menyatakan bahwa setiap harinya, usaha tersebut memiliki target untuk menjual setidaknya 30 piring setiap harinya, maka laba/bulannya adalah

10ribu x 30 piring x 30 hari = 9 Juta

Jadi, PBP = 50 Juta : 9 Juta = 5,5 Bulan

ROI  =  (Laba per Bulan /  Total Investasi) x 100 %

=  (9 Juta / 50 Juta) x 100% = 18%

Bila dilihat dari contoh di atas hasil ROInya Cukup bagus. semakin besar ROI yang dihasilkan semakin besar peluang untuk menarik perhatian investor dan Anda dapat mengambil keuntungan dari investasi yang Anda lakukan. Jangan lupa untuk menggaji diri sendiri meskipun Anda pemiliknya bila Anda terlibat dalam operasional Restoran Anda.

 

 

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

 

 

 

Beeaccounting.com

Prosedur audit persediaan

  1. Lakukan Stock Opname.

Stock opname dilakukan terutama untuk persediaan yang berada di gudang perusahaan, Untuk barang consignment out dan barang-barang yang tersimpan di public warehouse jika jumlahnya material harus dilakukan stock opname, jika tidak material, cukup dikirim konfirmasi. Stock opname bisa dilakukan pada akhir tahun atau beberapa waktu sebelum/ sesudah akhir tahun.

  1. Lakukan Observasi atas Stock Opname

Amati kembali hasil perhitungan fisik persediaan (stock Opname) yang dilakukan. Cek Final Inventory List [Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut ini:

ü  check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian).

ü  cocokkan “quantity per book” dengan kartu stok (persediaan).

ü  cocokkan “quantity per count dengan “count sheet kita (auditor)

ü  cocokkan “total value” dengan buku besar persediaan.

ü  Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.

  1. Lakukan Peninjauan ulang terhadap Konsep Persediaan
    1. Periksa unit price dari persediaan
    2. periksa ada tidaknya barang-barang yang rusak,dipakai dan hilang.
    3. Periksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
    4. Lakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.
  1. Buatkan Laporan Hasil akhir Stock Opname

Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika diperlukan.

  1. Adjustment Persediaan

Lakukan penyesuaian persediaan dari usulan yang di ajukan dan tentukan kebijakan penyesuaian persediaan dari hasil stock opname yang akan dilakukan

  1. Periksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.

Agar proses Audit Persediaan di perusahaan anda berjalan dengan baik, perlu internal control yang baik pula atas persediaan, berikut ciri ciri internal control yang baik :

  1. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagial pembelian, penerimaan barang, gudang, akuntansi dan keuangan.
  2. Digunakannya formulir-formulir yang bernomor urut tercetak, seperti:
    • purchase requisition (permintaan pembelian), purchase order (order pembelian)
    • delivery order (surat jalan), receiving report (laporan penerimaan barang), sales order (order penjualan), sates invoice (faktur penjualan).
  1. Adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan kas/bank, maupun pengeluaran kas/bank.
  2. Digunakannya anggaran {budget) untuk pembelian, produksi, penjualan, dan penerimaan serta pengeluaran kas.

            Dari penjelasan di atas, jelas bahwa audit persediaan di perusahaan dagang mampu memberikan manfaat yang begitu besar bagi perusahaan untuk mengurangi resiko terjadinya selisih, kehilangan, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan baik. Diperlukan pengelolahan dan pemeriksaan yang memadai terhadap persediaan barang dagang, agar kita tetap bisa bersaing di tengah kompetisi yang hebat.

 

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

http://ekofitriyana.blogspot.com/2016/01/prosedur-audit-persediaan.html

Instrumen investasi yang tepat untuk pekerja lepas

Bagi Irwan, menjadi pekerja lepas merupakan sebuah kemerdekaan dalam berkarya. Tambah lagi, dengan usaha yang sama, pendapatan sebagai pekerja lepas dengan membangun personal branding sebagai independent artist jauh lebih besar. “Dan, untuk jangka panjang, jadi freelancer lebih menjanjikan,” kata dia.

Memang, pendapatan sebagai pekerja lepas tak menentu setiap bulan. Tapi, menurut Irwan, dengan tetap hidup secukupnya, dirinya bisa memenuhi kebutuhan.

Apalagi dia punya moto: uang akan cukup jika untuk hidup, tapi selalu kurang bila untuk gaya hidup.

Hanya, Irwan belum menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi. Ia baru memiliki tabungan di bank. Namun, dia berencana membeli emas batangan dalam waktu dekat untuk investasi jangka panjang.

“Emas adalah skala kecil dari properti, karena nilainya sama-sama tidak turun dalam hitungan tahun,” ujarnya yang baru akhir tahun lalu menikah dan berencana berinvestasi di sektor properti.

Agar bisa menabung, setidaknya ada dua langkah yang Irwan lakukan. Tabungan ini sebagai dana darurat, untuk jaga-jaga jika penghasilannya tak mencukupi kebutuhan hidup lantaran order yang masuk sepi.

Langkah pertama, tetap berusaha menabung tanpa mengurangi kebutuhan sehari-hari. Tapi, Irwan dan istri menekan pengeluaran pribadi.

Langkah kedua, mengurangi kebutuhan sehari-hari dan pengeluaran pribadi. Kalau penghasilannya tidak cukup juga, terpaksa Irwan menunda menabung sampai nanti ada uang lebih di bulan berikutnya.

Dana darurat dulu

Freddy Pieloor, perencana keuangan independen, bilang, memang pekerja lepas memperoleh pendapatan yang tidak tetap. Tetapi sebenarnya, mereka memiliki bayangan rata-rata pendapatan sekaligus pengeluaran per tahun, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. “Yang penting, tiap bulan jangan mengalami defisit yang terlalu besar,” ungkap Freddy.

Misalnya, seorang pekerja lepas mengantongi penghasilan sekitar Rp 5 juta hingga Rp 25 juta per bulan. Itu berarti, dalam setahun rata-rata pendapatannya adalah Rp 15 juta sebulan.

Kemudian, saban bulan biaya kebutuhan sehari-hari sekitar Rp 10 juta. Ketika pendapatannya lebih dari Rp 10 juta, kelebihannya harus masuk tabungan atau instrumen investasi.

Jadi, kalau suatu saat penghasilannya kurang dari Rp 10 juta, maka uang tabungan bisa dipakai menutup kekurangan biaya kebutuhan sehari-hari.

Soal instrumen investasi apa yang cocok untuk pekerja lepas, menurut Freddy, tergantung dari tujuan keuangan dan pengalaman si freelancer dalam membiakkan duit. Contoh, bila belum punya rumah dan ingin mendapatkan uang muka (DP) kredit pemilikan rumah (KPR) dalam lima tahun mendatang, bisa menggunakan reksadana campuran dan saham.

Untuk kebutuhan yang sifatnya jangka pendek, pilihannya  bisa jatuh ke reksadana pasar uang. “Jadi, instrumen investasinya tergantung dari apa yang dia prioritaskan. Tapi, pekerja lepas mesti mencapai dana darurat dulu,” ucap Freddy.

Pengumpulan dana darurat tidak melulu di produk simpanan perbankan. Menurut Freddy, pemupukan dana darurat bisa dalam bentuk emas atau logam mulia. Yang jelas, pekerja lepas harus mempunyai dana darurat terlebih dahulu sebelum memulai berinvestasi.

Kalau sudah bisa berinvestasi, Freddy memberi saran, tujuan keuangan yang juga harus dicapai oleh pekerja lepas adalah dana pensiun. Soalnya, tidak seperti pegawai tetap yang mendapatkan pensiun dari perusahaan, pekerja lepas tak memperoleh dana hari tua.

Alhasil, pekerja lepas harus berinisiatif sejak dini untuk mempersiapkan dana pensiun. “Penting juga, dia mesti punya alokasi investasi untuk dana pensiun,” tegas Freddy.

Yang juga tidak boleh dilupakan pekerja lepas adalah memiliki asuransi kesehatan. Freddy menuturkan, dengan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) saja sudah cukup memadai jika ingin ekonomis.

Nilai investasi sama

Menurut Safir Senduk, Perencana Keuangan Safir Senduk & Rekan, investasi apa saja yang cocok untuk pekerja lepas, sebetulnya sama seperti karyawan. “Yang membedakan adalah waktu investasinya, pekerja lepas berinvestasi saat dia mendapat honor,” katanya.

Misalnya, pekerja lepas yang berprofesi sebagai pembawa acara atau master of ceremonies (MC) mendapat kerjaan dalam sebulan lima kali. Maka, ia bisa menginvestasikan uangnya dalam lima kali setiap memperoleh bayaran honor.

Soal besarannya, Safir bilang, tidak terbatas. Masing-masing pekerja lepas punya ukurannya sendiri. Hanya, Safir menyarankan, sebaiknya persentasenya sama setiap kali berinvestasi seperti 10% dari honor.

Jika dirupiahkan angka 10% itu enggak besar, pekerja lepas bisa berinvestasi di instrumen yang memang tidak membutuhkan dana gede. Ambil contoh, dengan membeli emas seberat satu gram. Atau, reksadana yang setoran selanjutnya bisa berubah-ubah asalkan tidak di bawah batas minimal.

Tapi sebetulnya, pekerja lepas harus memiliki asuransi kesehatan terlebih dahulu. “Biaya kesehatan sekarang sangat besar,” ujar Safir.

Kalau sudah punya asuransi kesehatan dan pekerja lepas tertarik berinvestasi khususnya properti, mereka harus tahu dulu aset itu akan dijadikan tempat tinggal atau sebagai ladang investasi. Pasalnya, untuk membeli properti butuh dana sangat besar.

Sementara honor pekerja lepas tidak bisa diprediksi, sehingga tak ada waktu pasti kapan uang untuk beli rumah bisa terkumpul.

Hanya, bila tujuan membeli properti sebagai tempat tinggal, itu sebenarnya bukan investasi. Tapi, jika memang ingin investasi properti, pekerja lepas termasuk karyawan harus sadar betul, bahwa properti lebih pas untuk investasi sewa.

“Investasi properti dengan tujuan akan dijual kelak, itu salah. Jualan properti susah. Jika ingin investasi properti, yang lebih baik dengan menyewakannya saja,” kata Safir.

Jadi urutannya: punya dana darurat dan asuransi kesehatan dulu, baru berinvestasi.

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

 

http://www.kontan.co.id

Tips Investasi Properti

Bisnis properti memerlukan pengetahuan dan strategi tersediri. Lantaran, properti merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan kelihaian dalam menentukan lokasi, waktu dan pembiayaan yang tepat.

Memiliki modal saja tak cukup untuk investasi properti. Tanpa pengetahuan dan strategi yang mumpuni, bisa jadi justru Anda merugi, dan hal ini telah dialami banyak orang. Demikian mengutip dari laman www.rumah.com,

Terlalu mendengar janji manis pengembang akan indahnya capital gain tak jarang dapat membuat Anda “mabuk”, dan tak banyak berpikir saat membeli properti. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar Anda dapat investasi properti dan memperoleh kekayaan dari bisnis itu:

1. Jangan Terburu-buru

Sebelum memulai investasi, sangat penting untuk membuat pertimbangan. Perlu diingat, properti adalah investasi jangka panjang. Jika Anda ingin mendapatkan laba dari bisnis ini, jangan pernah berpikir untuk menjualnya dengan terpaksa.

Banyak investor melakukan pembelian setelah mendengarkan iming-iming dari pengembang, tanpa menghitung untung rugi. Mereka harusnya mencari opini kedua, seperti dari agen properti setempat untuk mendapat gambaran investasi properti di kawasan itu, sebelum investasi.

2. Jangan Letakkan Telur dalam Satu Keranjang

Konsep ini sebenarnya berlaku umum dalam berbisnis. Berinvestasi properti yang beragam dapat mencegah Anda menghadapi kesulitan saat laju investasi properti Anda menurun.

Diversifikasi investasi properti dapat dilakukan dengan membeli properti di kawasan berbeda, atau jenis properti yang berbeda, misalnya rumah, ruko, apartemen, dan lain-lain.

Lantaran properti bersifat lokal maka pertumbuhan nilai investasi pun berbeda-beda. Begitu pula jenis investasi properti yang berbeda pertumbuhan investasinya, terutama jika dilihat dari “jam investasi properti”.

3. Memberi Nilai Tambah

Salah satu cara terbaik untuk memeroleh untung dari properti adalah memberi nilai tambah dari properti itu. Properti yang tampak tak menarik bahkan bisa memberikan keuntungan jika diberi nilai tambah.

Misalnya, Anda dapat membangun warung untuk rumah yang disewakan. Hal ini tentu mendatangkan nilai sewa lebih dari pada sekadar menyewakan rumah.

4. Menguasai Pasar Lokal

Hal ini terdengar mudah, namun ketika membeli properi yang jaraknya sangat jauh, ceritanya bisa berbeda. Lantaran, setiap pasar atau kawasan memiliki karakteristik, regulasi, fasilitas pendukung dan infrastruktur tersendiri yang berbeda dengan kawasan lain.

Untuk mengetahui seluk beluk pasar properti setempat, Anda dapat menanyakan kepada agen properti yang beroperasi di kawasan itu. Tanyakan lokasi mana dan jenis properti apa yang paling potensial, serta berapa harga pasar yang tepat untuk properti itu.

5. Anda Bisa Mulai dari Rumah

Jika Anda mendekati usia pensiun, dan tinggal di rumah yang terlalu besar, Anda dapat mempertimbangkan rumah itu menjadi dua atau tiga rumah sewa.

Anda dapat tinggal di salah satu rumah pecahan itu, sekaligus mengelola rumah sewa. Hal ini sangat mungkin dilakukan, terutama bila Anda tak memiliki pendapatan lain.

6. Cari Mitra Propersional Terpercaya

Jika Anda investor baru, dan tak berpengalaman, ada baiknya Anda menggandeng partner profesional untuk membangun portofolio properti Anda. Pilihlah mitra tepat dan dapat Anda percaya, dengan keahliaan di bidangnya masing-masing.

Mendapatkan mitra investor, kontraktor, pengacara dan akuntan baik dan terpercaya tidak hanya dapat memaksimalkan keuntungan Anda, tetapi juga akan memberi ketenangan da kenyamanan selama proses pembangunan properti yang sangat kompleks.

7. Jual Rumah Menambah Modal

Jika Anda berpikir untuk menjual rumah Anda untuk menambah modal, dan memulai portofolio properti Anda. Pertimbangkan untuk membuat nilai tambah dengan beberapa perbaikan. Menurut survei Zoopla, penambahan ruang di rumah Anda dapat meningkatkan nilai properti 20 persen.

8. Manfaatkan Suku Bunga KPR Rendah

Bunga KPR rendah memungkinkan Anda untuk mengembangkan portofolio properti dengan cepat. Sebagai contoh, dengan investasi awal Rp 200 juta, Anda dapat meningkatkan portofolio properti menjadi Rp 1 miliar.

Bagaimana caranya? Lakukan strategi pembelian beberapa properti di saat yang hampir bersamaan, tentu properti harus berada di kawasan prospektif. Misalnya, Anda membeli delapan properti senilai Rp 100 juta dengan uang muka (DP) masing-masing Rp 25 juta.

9. Survei Yield yang Dapat Diperoleh

Yield dari hasil menyewakan properti berbeda di setiap kawasan dan setiap jenis properti. Banyak agen properti yang menjanjikan imbal hasil besar untuk properti yang mereka pasarkan.

Namun sebaiknya Anda tak segera memercayainya. Akan lebih baik jika Anda melakukan srvei untuk mendapatkan masukan benar-benar independen.

Sebagai patokan, imbal hasil rata-rata kawasan Jabodetabek dengan syarat kondisi normal, tak ada gejolak politik maupun ekonomi untuk tanah 2 persen-5 persen per tahun, rumah (2%-5%), kondominium (6%-10%), ruko (2%-4%), perkantor strata title (6%-10%), dan pergudangan (2%-5%).

 

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

bisnis.liputan6.com

5 Tips Mengelola Keuangan bagi Bisnis UKM

Anda harus mengelola keuangan yang baik bagi bisnis UKM anda. Keuangan menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bisnis UKM. Bagaimana pun juga, Anda pasti ingin agar UKM yang dijalankan mampu memberi pemasukan tinggi sehingga keuntungannya pun besar. Demi mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengelolaan keuangan yang benar. Apa saja hal yang bisa anda lakukan?

  1. Pisahkan Uang Pribadi dan Bisnis

    Hanya karena usaha Anda masih terbilang “kecil”, bukan berarti Anda boleh menggabung keuangan bisnis dengan keuangan pribadi Anda. Jika hal tersebut dilakukan, Anda hanya akan kesulitan membedakan pengeluaran pribadi dan bisnis. Kontrol terhadap pemasukan dan pengeluaran pun akan membingungkan. Akibatnya, keuangan pribadi akan banyak digunakan untuk kepentingan usaha Anda. Sebaiknya, buka rekening baru khusus untuk menyimpan segala dana yang terkait dengan UKM Anda. Di sisi lain, Anda juga harus disiplin dalam menerapkan pemisahan keuangan antara keperluan pribadi dan bisnis. Anda harus dengan baik mengelola keuangan pribadi Anda.

  2. Buat Rincian Penggunaan Uang

    Setelah keuangan UKM terpisah dari keuangan pribadi, saatnya Anda membuat rician terhadap penggunaan uang tersebut. Tanpa perencanaan matang, bisnis UKM Anda bisa terhambat karena kekuragan dana. Sesuaikan rincian penggunaan dana sesuai dengan target penjualan dan penerimaan kas. Jangan menghamburkan dana meski mungkin saldo kas Anda sedang berlebih. Sebaiknya, lakukan analisis untung dan rugi (cost and benefit) untuk memastikan bahwa penggunaan uang akan menghasilkan keuntungan besar sehingga tidak akan sia-sia.

  3. Pencatatan Keuangan

    Banyaknya hal yang harus dikerjakan membuat Anda lupa untuk “menyentuh” hal satu ini. Padahal, pencatatan keuangan berpengaruh besar dalam penentuan masa depan bisnis UKM Anda. Selalu catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, lalu cocokkan saldo dengan jumlah uang yang tercatat di pembukuan setiap hari untuk memastikan tidak ada yang terselip. Jangan lupa mencatat segala saldo utang dan berbagai aset tetap yang Anda miliki. Sebaiknya, lakukan pencatatan keuangan menggunakan sistem komputer seperti Kiper untuk memudahkan Anda.

  4. Putar Arus Kas

    Sebagai pemilik UKM, tentu Anda ingin bisnis selalu menghasilkan keuntungan besar. Meski begitu, pengelolaan keuangan bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga mengelola utang hingga persediaan produk yang dijual. Memiliki pembukuan yang baik harus disertai dengan perputaran arus kas yang lancar pula. Putaran kas akan melambat ketika termin penjualan kredit lebih lama daripada kulakannya atau ketika Anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Usahakan agar termin penjualan kredit selalu sama dengan pembelian kredit Anda. Tekan tingkat persediaan agar mampu memenuhi pesanan tanpa membebani keuangan.

  5. Siapkan Dana Darurat

    Tidak ada yang dapat memprediksi masa depan UKM Anda. Bisnis yang kini sedang berjalan baik bisa mengalami hal-hal tidak terduga di kemudian hari. Misalnya omzet menurun atau terjadi musibah lain. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menyiapkan dana darurat, yang hanya boleh digunakan ketika Anda benar-benar membutuhkan. Jadi jika mengalami kerugian, bisnis UKM Anda tidak akan langsung terjerembap. Dana darurat juga bisa mengurani beban saat bisnis UKM Anda dilanda masa sulit.

Itulah beberapa tips mengelola keuangan yang bisa Anda terapkan pada bisnis UKM Anda. Semoga tips tersebut dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis UKM dan keuntungan yang masuk pun semakin besar. Apabila perlu, rekrutlah orang lain yang memang ahli dalam bidang finansial untuk membantu Anda.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com

Cara Membaca Laporan Keuangan

Hasil akhir dari proses akuntansi yang paling penting, adalah laporan keuangan. Dengan membaca laporan keuangan, manajemen, pemilik perusahaan, atau siapapun yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya, Anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Misalnya anggap diri Anda sebagai pemilik usaha atau orang yang akan berinvestasi diperusahaan tersebut.

Contoh sederhananya Anda bisa memposisikan diri Anda sebagai pemilik usaha, pada umumnya jika memposisikan sebagai pemilik usaha, minimal Anda ingin mengetahui 2 hal berikut ini :

1. Kekayaan Perusahaan

Pertanyaan paling mendasar mengenai kekayaan perusahaan bisaanya “Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja?” dalam hal ini yang dimaksud adalah “Dapatkah perusahaan beroperasi secara lancar”. Perusahaan hanya akan bisa beroperasi secara lancar bila, Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari; memenuhi kewajiban-kewajibannya sepeti membayar hutang kepada vendor/supplier, bank, dan membayar dividen kepada pemegang saham; Memiliki persediaan  baik bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual kembali; dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan.

Hal tersebut diatas tercermin pada Neraca atau yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan.” Dari neraca tersebutakan terlihat berapa jumlah kekayaan perusahaan mulai dari jumah kas, bank, piutang dan lain sebagainya.

2. Untung dan Rugi

Belumlah cukup jika hanya dengan mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan, atau mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi hutang-hutangnya. Sebagai orang yang membutuhkan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan atau sebagai pemilik usaha sebaiknya juga perlu untuk mengetahui beberapa hal ini:

  • Apakah bulan/tahun ini Anda untung atau rugi? Jika rugi, mengapa?
  • Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya, boros?
  • Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu?

Selain itu juga harus peka untuk beberapa kondisi seperti  :

  • Angka pendapatan tinggi, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil?
  • Angka penjualan rendah, tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bisaanya jika penjualan rendah aktivitas produksipun ikut juga rendah sehingga tidak menimbulkan kerugian?
  • Penjualan begitu tinggi, Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan, tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran?
  • Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar, tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham?

Untuk bisa mengetahui jawaban atas masalah seperti di atas yang pertama kali Anda butuhkan adalah laporan laba rugi. Pada laporan laba rugi ini Angka pada kolom “Pendapatan ” Anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”, untuk melihat gross profit-nya apakah angkanya terlihat logis/wajar atau tidak? bagai mana bisa mengetahui jika angka tersebut logis/wajar atau tidak? Anda bisa menggunakan kelaziman dan benchmark. Dari sana bisa diketahui bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%.

Jika angka gros pforit-nya tidak bermasalah maka pengamatan dilanjutkan kembali pada elemen beban dan biaya perusahaan, perhatikan untuk setiap beban dan biayanya. Dalam keadaan seperti ini telitilah dalam melihat suatu biaya yang terjadi dalam sebuah perusahaan jika diperlukan bandingkan dengan periode atau tahun sebelumnya. Seperti apakah wajar jika biaya X senilai Y kemudian lakukan pengecekan mengapa bisa terjadi hal demikian dan segera lakukan penanganan terhadap biaya tersebut.

Selanjutnya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya, tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan atas keterlambatan dalam pembayarannya?

Untuk mengetahui mengapa demikian maka perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Perhatikan masing-masing dari saldo per-akun-nya pada posisi aktiva, sebagai contoh pada nilai piutang usaha lebih besar dibandingkan dengan persediaan atau kas atau asset yang lainnya hal ini salah satu kemungkinan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pembayaran ke vendor walaupun penjualan atau laba usaha besar/meningkat jika dibandingkan dengan periode atau tahun yang sebelumnya.

Keadan demikian bisa diatasi dengan cara mencegahnya di waktu yang akan datang?. Untuk mengatasinya pihak manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang atau manajemen perlu mengubah kebijakan dalam  hal untuk mempercepat pembayaran piutang misalnya dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal, jika dibutuhkan unttuk panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. Dalam perkreditan misalnya di buat lebih ketat lagi atau pembatasan maksimal kredit, lebih selektif terhadap pemberian kredit,  termin pembayaran di perpendek, dan lain sebagainya.

Ekuitas pemiliki meningkat tetapi dividen tidak/belum bisa dibagikan kepada pemegang saham”? Dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. Dan untuk mengatasinya bisa dengan mengelola pengalokasian kas sesuai dengan yang sudah direncanakan, pergunakan kas secara efektif dan efeisien, dan lain sebagainya dengan melihat rincian “Laporan Arus Kas”.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui bagai mana cara untuk memahami dan mencari pemecahan masalahnya, hal ini menjadi dasar mengapa sangat perlu untuk bisa membaca laporan keuangan. Dengan mengetahui segala kemungkinan yang terjadi maka keputusan yang tepatpun akan dapat diambil secara cepat untuk keberlangsungan sebuah perusahaan. Dan semua itu akan menjadi mudah jika pencatatan akuntansinya dikelola dengan baik dan benar. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com