PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN SPT WPOP 1770SS

Tahun Pajak
Kolom Tahun Pajak diisi dengan tahun pajak yang sesuai. Contoh: atas pelaporan SPT Tahunan untuk tahun pajak 2014, maka kolom tahun pajak diisi dengan 2014.
SPT Pembetulan ke-…
Kotak SPT Pembetulan diisi dengan tanda silang (x) dan kolom ke-… diisi dengan angka banyaknya melakukan pembetulan jika Wajib Pajak menyampaikan SPT Pembetulan. Jika Wajib Pajak menyampaikan SPT Normal maka kotak SPT Pembetulan dan kolom ke-… tersebut tidak perlu diisi.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nama Wajib Pajak
Kolom ini diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak dan nama Wajib Pajak.
A. Pajak Penghasilan
1.    Penghasilan bruto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan dan penghasilan neto dalam negeri lainnya.
a.    Jumlah penghasilan bruto dalam negeri  sehubungan dengan pekerjaan dapat diisi dengan jumlah penghasilan bruto yang tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1 angka 9 atau 1721-A2 angka 10 atau bukti pemotongan PPh pasal 21 (tidak final). Apabila Wajib Pajak memperoleh penghasilan lebih dari satu pemberi kerja maka kolom ini diisi dengan hasil penjumlahan dari keseluruhan penghasilan bruto yang tercantum pada setiap bukti pemotongan  PPh pasal 21 yang diterimanya.
Catatan:
Tidak termasuk penghasilan isteri yang semata-mata diterima atau diperoleh dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh 21 apabila pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai kepala keluarga (KK). Penghasilan ini dimasukkan dalam Bagian B Nomor 8: Dasar Pengenaan Pajak/Penghasilan Bruto Pajak Penghasilan Final.
b.    Penghasilan neto dalam negeri lainnya di antaranya meliputi royalti, sewa selain sewa tanah dan/atau bangunan, hadiah perlombaan, keuntungan pengalihan harta dll.
2.    Pengurangan
Pengurangan ini merupakan pengurangan atas penghasilan bruto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan yang meliputi biaya jabatan, biaya pensiun serta iuran pensiun dan iuran THT yang dibayarkannya oleh Wajib Pajak yang bersangkutan.
Kolom ini dapat diisi dengan jumlah pengurangan yang tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1 angka 13 atau 1721-A2 angka 13.
Catatan:
Tidak termasuk pengurangan atas penghasilan isteri yang semata-mata diterima atau diperoleh dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh 21 apabila pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai Kepala Keluarga (KK).
3.    Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Kolom ini diisi dengan jumlah PTKP yang tercantum pada bukti pemotongan PPh 1721-A1 angka 17 atau 1721-A2 angka 16.
TK    : Tidak kawin
K    : Kawin
K/I    : Kawin, isteri mempunyai penghasilan yang digabung dengan penghasilan suami
Berdasarkan status Anda, isilah kotak yang terdapat pada sebelah kanan status tersebut dengan angka banyaknya jumlah tanggungan, paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga.
Berikut ini tabel besarnya PTKP dalam setiap status dan banyaknya tanggungan:
Status TK (Tidak Kawin)
TK/0    : 24.300.000,-
TK/1    : 26.325.000,-
TK/2    : 28.350.000,-
TK/3    : 30.375.000,-

Status K (Kawin)
K/0    : 26.325.000,-
K/1    : 28.350.000,-
K/2    : 30.375.000,-
K/3    : 32.400.000,-

Status K/I (Kawin, isteri mempunyai penghasilan yang digabung dengan penghasilan suami)
K/I/0    : 50.625.000,-
K/I/1    : 52.650.000,-
K/I/2    : 54.675.000,-
K/I/3    : 56.700.000,-

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
http://www.canconsulting.net / http://www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

Advertisements

SPT Tahunan WPOP 1770SS

PETUNJUK UMUM PENGISIAN SPT TAHUNAN WPOP 1770SS

Wajib Pajak Orang Pribadi yang dapat menggunakan formulir ini adalah Wajib Pajak yang:
a.    Mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas;
b.    Jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) setahun.
Batasan penghasilan bruto tersebut meliputi keseluruhan penghasilan selain penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas.
Penghasilan dari pekerjaan dapat bersumber lebih dari satu atau lebih pemberi kerja.

WAJIB PAJAK DENGAN STATUS MENIKAH
Dalam hal WP telah kawin, penghasilan dimaksud adalah penghasilan dari seluruh anggota keluarga Wajib Pajak, namun tidak termasuk penghasilan istri yang semata-mata diterima atau diperoleh dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh 21, apabila pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai kepala keluarga (KK).
Dalam hal Wajib Pajak telah kawin, namum:
a.    Suami-isteri telah hidup berpisah berdasarikan putusan hakim (HB);
b.    Dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan (PH); atau
c.    Dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri (MT).
Pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan masing-masing oleh suami isteri secara terpisah. Dalam hal ini, isteri memiliki kewajiban mendaftarkan diri untuk diberikan NPWP sehingga menjadi Wajib Pajak Orang Pribadi tersendiri.

Suami isteri yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) setahun, namun memiliki status perpajakan PH atau MT wajib melaporkan penghasilan dan penghitungan Pajak Penghasilan dengan menggunakan formulir SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S, bukan menggunakan formulir 1770SS ini.

–    Wajib pajak wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan dengan benar, lengkap, jelas dan menandatanganinya.

–    Wajib pajak harus menyampaikan SPT Tahunan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun pajak berakhir (31 Maret 2015).

–    Dalam mengisi kolom-kolom yang berisi nilai Rupiah, harus tanpa nilai desimal. Contoh: dalam menuliskan sepuluh juta rupiah adalah 10.000.000 (bukan 10.000.000,00) atau dalam menuliskan seratus dua puluh lima rupiah lima sen adalah 125 (bukan 125,50).

–       Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasar SPT Tahunan harus dibayar lunas sebelum SPT Tahunan disampaikan. Apabila pembayaran dilakukan setelah tanggal jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan yang dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan sampai dengan tanggal pembayaran dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.

–       Apabila SPT Tahunan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang ditetapkan atau dalam batas waktu perpanjangan penyampaian SPT Tahunan, kepada Wajib Pajak akan dikirimkan Surat Teguran dan  dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

–    Wajib Pajak tidak perlu melampirkan bukti pemotongan PPH 21 (1721 A1 atau A2).

http://www.pajak.go.id

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi | Inventory Control
http://www.canconsulting.net / http://www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

 

 

 

Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan

Saat ini kita sudah memasuki masa pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan. Batas waktu penyampaian SPT PPh WP Orang Pribadi adalah 3 bulan setelah akhir tahun pajak (31 Maret 2015). Sementara itu, jatuh tempo SPT Tahunan PPh Badan adalah akhir April.
Bagi Anda Wajib Pajak Orang Pribadi (karyawan atau pemilik usaha atau pengusaha bebas (freelancer), Anda harus siap-siap untuk membuat dan menyampaikan SPT Tahunan pada bulan Maret. Mungkin banyak di antara Anda yang masih bingung harus mengisi formulir yang mana karena untuk SPT Orang Pribadi terdapat tiga formulir yaitu formulir 1770, formulir 1770 S dan formulir 1770 SS. Berikut adalah penjelasan akan perbedaaan ketiga formulir tersebut.

1. SPT Tahunan PPh WPOP 1770

Digunakan bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya antara lain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas, seperti dokter yang melakukan praktek, pengacara, pedagang, pengusaha, konsultan dan lain-lain yang pekerjaannya tidak terikat, termasuk PNS/TNI/POLRI yang memiliki kegiatan usaha lainnya.

2. SPT Tahunan PPh WPOP 1770S

Digunakan bagi orang pribadi yang mempunyai penghasilan:

-dari satu atau lebih pemberi kerja;

-dari dalam negeri lainnya; dan/atau

-yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final.

3. SPT Tahunan PPh WPOP 1770SS

Digunakan bagi orang pribadi yang mempunyai penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak melebihi Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) setahun (pekerjaan dari satu atau lebih pemberi kerja).

Kami menyediakan jasa pengisian SPT Tahunan WP Orang Pribadi dan Badan dengan harga terjangkau. Jika ada yang ingin Anda tanyakan / konsultasikan, silahkan jangan segan-segan untuk menghubungi kami.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070