AUDIT PENERIMAAN KAS

Tujuan Audit Penerimaan Kas adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa:
1. Posisi kas pada tanggal neraca benar-benar ada dan milik perusahaan (existence and ownership),
2. Semua transaksi penerimaan kas telah dicatat dengan lengkap dan adalah transaksi yang sah (completeness),
3. Kas di bank seperti yang dinyatakan dalam data rekonsiliasi telah dijumlahkan dengan benar dan sesuai dengan buku besar (mathematical accuracy),
4. Kas di bank seperti yang dinyatakan dalam rekonsiliasi adalah absah dan benar (validity and valuation),
5. Transaksi penerimaan kas dicatat dalam periode yang tepat (cut-off).
6. Kas telah diungkapkan dengan benar (disclosure).

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
http://www.canconsulting.net / http://www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

Advertisements

Faktor Salah Saji dalam Siklus Penerimaan Kas

Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan salah saji dalam siklus penerimaan kas:

  1. Penjualan tunai mungkin tidak dicatat, hal ini sengaja dilakukan dalam rangka pencurian kas.
  2. Uang dan cek yang diterima untuk disimpan mungkin tidak sesuai dengan lembar perhitungan kas dan prelist (daftar penerimaan kas yang disiapkan sebelumnya)
  3. Kas mungkin tidak disetor setiap hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya menumpuk kas pada pemegang kas untuk keuntungan pribadi.
  4. Beberapa penerimaan mungkin tidak dicatat. Ini terjadi karena banyaknya transaksi penerimaan kas yang dokumennya mungkin tidak langsung disimpan atau dicatat secara rapi.
  5. Terjadi kekeliruan dalam menjurnal penerimaan. Faktor human error karena banyaknya transaksi yang berhubungan dengan kas seperti salah input angka, tanggal dsb.
  6. Penerimaan mungkin dimasukkan ke akun pelanggan yang salah.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

STOCK OPNAME

STOCK OPNAME

Stock Opname adalah kegiatan menghitung stock (persediaan barang untuk di jual) yang kita miliki di gudang (atau etalase toko). Stock opname bisa juga di sebut dengan stock take. Perlu diingat yang dihitung dalam stock opname adalah jumlah persediaan bukan inventaris.

Persediaan dan inventaris berbeda dalam pencatatan laporan keuangan. Keduanya masuk dalam kategori “Aset/Harta” di dalam laporan keuangan namun memiliki kode akun yang berbeda.

Persediaan adalah barang yang kita jual di toko kita, setiap barang yang kita jual mempunyai nilai HPP (Harga Pokok Penjualan). Jika barang persediaan tersebut terjual, kita akan memperoleh keuntungan atau laba (harga jual-nilai HPP).

Sedangkan Inventaris adalah barang yang kita gunakan untuk melakukan proses penjualan (berdagang), atau barang-barang yang kita gunakan untuk operasional toko.

Contoh : meja, alat tulis, dan lain-lain

Manfaat dilakukannya stock opname sebagai berikut :

1. dapat membandingkan nilai persediaan tahun ini dengan tahun sebelumnya sebelumnya,apakah naik ataukah turun untuk mengevaluasi mengetahui perkembangan usaha (hutang yang timbul dari perkembangan aset juga perlu menjadi pertimbangan).

2. untuk mengetahui jumlah persediaan sebagai pertimbangan semisal jika kita ingin mengajukan pinjaman ke Bank.

3. untuk menghitung nilai HPP (Harga Pokok Penjualan) pada pembuatan laporan keuangan.

4. dan yang paling penting adalah untuk mencocokkan data dan menghitung apakah ada barang kita yang hilang. Data yang kita cocokkan adalah data hasil laporan stock opname dan data yang kita miliki dalam sistem/program/rekap.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070