HAL YANG PERLU ANDA KETAHUI SEBELUM BERINVESTASI EMAS

Kita sering mendengar bahwa emas merupakan salah satu investasi yang paling mudah dilakukan. Selain kita bisa memilih jumlah yang hendak kita simpan, kita pun bebas menentukan apakah pada bulan berjalan kita hendak berinvestasi atau tidak.

Sebelum mulai berinvestasi emas, ada baiknya kita  mengetahui beberapa hal berikut ini.

Tentukan tujuan berinvestasi

Emas sebetulnya lebih berperan sebagai pelindung nilai uang. Artinya apabila saat ini Sahabat bisa membeli barang A dengan harga 1 gram emas, maka beberapa tahun kemudian, harga emas sudah dua kali lipat dari harga sekarang, maka bisa jadi barang A yang Sahabat dulu beli, harganya pun juga akan naik mengkuti inflasi yang terjadi.

Jadi tentukan tujuan Sahabat membeli emas, apakah untuk melindungi nilai kekayaan yg Sahabat miliki, menabung, atau malah spekulasi.

Tentukan jumlah yang hendak disimpan

Saat hendak mulai berinvestasi, harus Sahabat sadari bahwa setiap jenis investasi yang Sahabat pilih, tentunya mengandung resiko. Karena itu jika ingin berhasil dalm berinvestasi, Sahabat musti pandai-pandai melakukan diversifiksi investasi, serta melakukan manajemen resiko dengan baik.

Untuk itu saat hendak mulai berinvestasi dengan emas, tentukan terlebih dahulu berapa prosentase investasi emas yang hendak Sahabat simpan.

Mulailah sesegera mungkin

Jika tujuan Sahabat adalah untuk berinvestasi, setelah menentukan jumlah yang hendak disimpan, segeralah niat tersebut Sahabat eksekusi.

Dalam berinvestasi emas terutama emas batangan, faktor yang harus diperhatikan bukanlah banyaknya dana yang Sahabat simpan, tapi seberapa cepat Sahabat memulai investasi.

Untuk tujuan jangka panjang,cara terbaik untuk membeli emas adalah kapan saja saat Sahabat memiliki dana, tanpa melihat besaran harga emas yang sedang berlaku saagt itu. Dengan cara ini, Sahabat akan memperkecil resiko kerugian yang mungkin terjadi.

Sementara bagi Sahabat yang bertujuan membeli emas sebagau investasi jangka pendek, maka teknik berkebun emas, adalah cara yang tepat.

Emas merupakan salah satu instrumen yang selain berfungsi untuk meningkatkan aset, juga berfungsi untuk mempertahankan nilai aset untuk menghadapi situasi yang tak menentu di masa depan. Untuk itu, Sahabat bisa menggunakan emas sebagai salah satu cara menabung, dana darurat, dan lain sebagainya.

Jadi, bila investasi jenis ini telah memenuhi target atau jumlah yang Sahabat inginkan, maka tidak ada salahnya untuk memulai portofolio investasi lainnya.

 

CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

  1. info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Advertisements

Ini Mekanisme UMKM Untuk Tembus Ekspor

JAKARTA – Produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menembus pasar ekspor. Hanya saja, masih banyak yang tidak tau dan memahami bagaimana prosedur dan mekanisme yang harus dilalui supaya produknya bisa dieskpor ke luar negeri.
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan Ari Satria menjabarkan ada empat langkah yang harus ditempuh pelaku usaha hingga produknya bisa diekspor, yakni persiapan administrasi, legalitas sebagai eksportir, persiapan produk ekspor, dan persiapan operasional.

Persiapan Administrasi
Sebagai badan usaha yang akan melakukan bisnis internasional tentunya harus mempunyai kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak dalam jangka waktu panjang, beserta perlengkapan dan peralatan pendukung lainnya.
Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan tenaga operasional yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, serta menyiapkan company profile sebagai bahan informasi dan promosi kepada calon pembeli.

Legalitas sebagai Eksportir
Kemudian, calon eksportir juga harus mempersiapkan legalitas yang dibutuhkan untuk mengekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setelah persyaratan di atas dipenuhi, pelaku usaha juga harus menyiapkan dokumen lainnya seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, Letter of Credit (L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu, dan wessel export untuk eksportir.

Persiapan Produk Ekspor
Sambil persyaratan di atas dilengkapi, pelaku usaha sebelumnya harus dapat mengetahui ketentuan persyaratan internasional atau ketentuan permintaan pasar luar negeri, misalnya kuantias, kualitas, pengemasan, pelabelan, penadanaan dan waktu pengiriman.
“Pelaku usaha juga harus mengkalkulasi biaya-biaya yang diperlukan mulai dari ongkos produksi hingga pemasaran, sehingga bisa menetapkan harga jual produk,” katanya.
Selain itu, pelaku usaha juga harus bisa memastikan produksi yang kontinyu, sehingga tidak akan kelimpungan saat mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar.

Persiapan Operasional
Di sisi lain, pelaku usaha juga harus memperhatikan hal operasional lainnya, seperti proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Serta mulai mengenali kebijakan dan peraturan ekspor-impor, serta strategi ekspor.
Ari menambahkan, saat ini para pelaku usaha bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Ekspor Daerah yang saat ini sudah ada di lima daerah. Pelatihan tersebut dipandu oleh para praktisi, sehingga materi yang diberikan bisa secara teknis.
“Karena sudah ada di beberapa daerah, pelaku usaha tidak perlu ikut pelatihan ke Jakarta. Selain itu, karena pengisi materinya adalah praktisi maka yang dijelaskan tidak mengawang,” paparnya.
Meskipun sudah banyak pelatihan diupayakan pemerintah untuk mendorong ekspor produk, Ari mengakui masih banyak kendala lain yang dihadapi para pelaku usaha.
Di antaranya, para pelaku usaha kurang mampu dalam melakukan komunikasi bisnis dengan calon pembeli. Selain itu, banyak juga yang belum tahu arti penting kontrak bisnis yang harus dilakukan secara cermat untuk menghindari perselisihan dagang.
“Pelaku usaha juga belum memanfaatkan keberadaan lembaga pemerintah di dalam dan luar negeri untuk mempromosikan produk serta berkonsultasi terkait peluang pasar,” imbuhnya.
Para pelaku usaha juga terus didorong untuk mengikuti berbagai program dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Kementerian Perdagangan, misalnya layanan satu pintu Customer Service Center dan Designer Dispatch Service (DDS).
Dengan menjadi anggota dari layanan satu pintu tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh berbagai layanan seperti melakukan promosi, mendapatkan hasil riset pasar, dan permintaan hubungan dagang yang dikirimkan oleh para Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri maupun KBRI.
Di sisi lain, pelaku usaha juga harus menyesuaikan produknya dengan selera pasa yang dibidik. Mulai dari desain produk, preferensi konsumen, termasuk mengenai standar produk serta kebijakan perdagangan yang berlaku.
“Pelaku usaha juga harus mengubah mindset menjadi aktif, agresif dan kreatif. Dari awalnya menunggu pembeli, menjadi menjemput pembeli,” imbuhnya.
Sumber: depkop.go.id

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
http://www.canconsulting.net / http://www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070