5 Tips Mengelola Keuangan bagi Bisnis UKM

Anda harus mengelola keuangan yang baik bagi bisnis UKM anda. Keuangan menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bisnis UKM. Bagaimana pun juga, Anda pasti ingin agar UKM yang dijalankan mampu memberi pemasukan tinggi sehingga keuntungannya pun besar. Demi mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengelolaan keuangan yang benar. Apa saja hal yang bisa anda lakukan?

  1. Pisahkan Uang Pribadi dan Bisnis

    Hanya karena usaha Anda masih terbilang “kecil”, bukan berarti Anda boleh menggabung keuangan bisnis dengan keuangan pribadi Anda. Jika hal tersebut dilakukan, Anda hanya akan kesulitan membedakan pengeluaran pribadi dan bisnis. Kontrol terhadap pemasukan dan pengeluaran pun akan membingungkan. Akibatnya, keuangan pribadi akan banyak digunakan untuk kepentingan usaha Anda. Sebaiknya, buka rekening baru khusus untuk menyimpan segala dana yang terkait dengan UKM Anda. Di sisi lain, Anda juga harus disiplin dalam menerapkan pemisahan keuangan antara keperluan pribadi dan bisnis. Anda harus dengan baik mengelola keuangan pribadi Anda.

  2. Buat Rincian Penggunaan Uang

    Setelah keuangan UKM terpisah dari keuangan pribadi, saatnya Anda membuat rician terhadap penggunaan uang tersebut. Tanpa perencanaan matang, bisnis UKM Anda bisa terhambat karena kekuragan dana. Sesuaikan rincian penggunaan dana sesuai dengan target penjualan dan penerimaan kas. Jangan menghamburkan dana meski mungkin saldo kas Anda sedang berlebih. Sebaiknya, lakukan analisis untung dan rugi (cost and benefit) untuk memastikan bahwa penggunaan uang akan menghasilkan keuntungan besar sehingga tidak akan sia-sia.

  3. Pencatatan Keuangan

    Banyaknya hal yang harus dikerjakan membuat Anda lupa untuk “menyentuh” hal satu ini. Padahal, pencatatan keuangan berpengaruh besar dalam penentuan masa depan bisnis UKM Anda. Selalu catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, lalu cocokkan saldo dengan jumlah uang yang tercatat di pembukuan setiap hari untuk memastikan tidak ada yang terselip. Jangan lupa mencatat segala saldo utang dan berbagai aset tetap yang Anda miliki. Sebaiknya, lakukan pencatatan keuangan menggunakan sistem komputer seperti Kiper untuk memudahkan Anda.

  4. Putar Arus Kas

    Sebagai pemilik UKM, tentu Anda ingin bisnis selalu menghasilkan keuntungan besar. Meski begitu, pengelolaan keuangan bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga mengelola utang hingga persediaan produk yang dijual. Memiliki pembukuan yang baik harus disertai dengan perputaran arus kas yang lancar pula. Putaran kas akan melambat ketika termin penjualan kredit lebih lama daripada kulakannya atau ketika Anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Usahakan agar termin penjualan kredit selalu sama dengan pembelian kredit Anda. Tekan tingkat persediaan agar mampu memenuhi pesanan tanpa membebani keuangan.

  5. Siapkan Dana Darurat

    Tidak ada yang dapat memprediksi masa depan UKM Anda. Bisnis yang kini sedang berjalan baik bisa mengalami hal-hal tidak terduga di kemudian hari. Misalnya omzet menurun atau terjadi musibah lain. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menyiapkan dana darurat, yang hanya boleh digunakan ketika Anda benar-benar membutuhkan. Jadi jika mengalami kerugian, bisnis UKM Anda tidak akan langsung terjerembap. Dana darurat juga bisa mengurani beban saat bisnis UKM Anda dilanda masa sulit.

Itulah beberapa tips mengelola keuangan yang bisa Anda terapkan pada bisnis UKM Anda. Semoga tips tersebut dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis UKM dan keuntungan yang masuk pun semakin besar. Apabila perlu, rekrutlah orang lain yang memang ahli dalam bidang finansial untuk membantu Anda.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com

Advertisements

Cara Membaca Laporan Keuangan

Hasil akhir dari proses akuntansi yang paling penting, adalah laporan keuangan. Dengan membaca laporan keuangan, manajemen, pemilik perusahaan, atau siapapun yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya, Anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Misalnya anggap diri Anda sebagai pemilik usaha atau orang yang akan berinvestasi diperusahaan tersebut.

Contoh sederhananya Anda bisa memposisikan diri Anda sebagai pemilik usaha, pada umumnya jika memposisikan sebagai pemilik usaha, minimal Anda ingin mengetahui 2 hal berikut ini :

1. Kekayaan Perusahaan

Pertanyaan paling mendasar mengenai kekayaan perusahaan bisaanya “Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja?” dalam hal ini yang dimaksud adalah “Dapatkah perusahaan beroperasi secara lancar”. Perusahaan hanya akan bisa beroperasi secara lancar bila, Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari; memenuhi kewajiban-kewajibannya sepeti membayar hutang kepada vendor/supplier, bank, dan membayar dividen kepada pemegang saham; Memiliki persediaan  baik bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual kembali; dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan.

Hal tersebut diatas tercermin pada Neraca atau yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan.” Dari neraca tersebutakan terlihat berapa jumlah kekayaan perusahaan mulai dari jumah kas, bank, piutang dan lain sebagainya.

2. Untung dan Rugi

Belumlah cukup jika hanya dengan mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan, atau mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi hutang-hutangnya. Sebagai orang yang membutuhkan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan atau sebagai pemilik usaha sebaiknya juga perlu untuk mengetahui beberapa hal ini:

  • Apakah bulan/tahun ini Anda untung atau rugi? Jika rugi, mengapa?
  • Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya, boros?
  • Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu?

Selain itu juga harus peka untuk beberapa kondisi seperti  :

  • Angka pendapatan tinggi, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil?
  • Angka penjualan rendah, tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bisaanya jika penjualan rendah aktivitas produksipun ikut juga rendah sehingga tidak menimbulkan kerugian?
  • Penjualan begitu tinggi, Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan, tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran?
  • Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar, tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham?

Untuk bisa mengetahui jawaban atas masalah seperti di atas yang pertama kali Anda butuhkan adalah laporan laba rugi. Pada laporan laba rugi ini Angka pada kolom “Pendapatan ” Anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”, untuk melihat gross profit-nya apakah angkanya terlihat logis/wajar atau tidak? bagai mana bisa mengetahui jika angka tersebut logis/wajar atau tidak? Anda bisa menggunakan kelaziman dan benchmark. Dari sana bisa diketahui bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%.

Jika angka gros pforit-nya tidak bermasalah maka pengamatan dilanjutkan kembali pada elemen beban dan biaya perusahaan, perhatikan untuk setiap beban dan biayanya. Dalam keadaan seperti ini telitilah dalam melihat suatu biaya yang terjadi dalam sebuah perusahaan jika diperlukan bandingkan dengan periode atau tahun sebelumnya. Seperti apakah wajar jika biaya X senilai Y kemudian lakukan pengecekan mengapa bisa terjadi hal demikian dan segera lakukan penanganan terhadap biaya tersebut.

Selanjutnya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya, tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan atas keterlambatan dalam pembayarannya?

Untuk mengetahui mengapa demikian maka perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Perhatikan masing-masing dari saldo per-akun-nya pada posisi aktiva, sebagai contoh pada nilai piutang usaha lebih besar dibandingkan dengan persediaan atau kas atau asset yang lainnya hal ini salah satu kemungkinan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pembayaran ke vendor walaupun penjualan atau laba usaha besar/meningkat jika dibandingkan dengan periode atau tahun yang sebelumnya.

Keadan demikian bisa diatasi dengan cara mencegahnya di waktu yang akan datang?. Untuk mengatasinya pihak manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang atau manajemen perlu mengubah kebijakan dalam  hal untuk mempercepat pembayaran piutang misalnya dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal, jika dibutuhkan unttuk panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. Dalam perkreditan misalnya di buat lebih ketat lagi atau pembatasan maksimal kredit, lebih selektif terhadap pemberian kredit,  termin pembayaran di perpendek, dan lain sebagainya.

Ekuitas pemiliki meningkat tetapi dividen tidak/belum bisa dibagikan kepada pemegang saham”? Dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. Dan untuk mengatasinya bisa dengan mengelola pengalokasian kas sesuai dengan yang sudah direncanakan, pergunakan kas secara efektif dan efeisien, dan lain sebagainya dengan melihat rincian “Laporan Arus Kas”.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui bagai mana cara untuk memahami dan mencari pemecahan masalahnya, hal ini menjadi dasar mengapa sangat perlu untuk bisa membaca laporan keuangan. Dengan mengetahui segala kemungkinan yang terjadi maka keputusan yang tepatpun akan dapat diambil secara cepat untuk keberlangsungan sebuah perusahaan. Dan semua itu akan menjadi mudah jika pencatatan akuntansinya dikelola dengan baik dan benar. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com

Kenali Pasar, Ketahui Potensi dan Atasi Kelemahan Usaha Anda dengan Analisa SWOT

Memiliki ide untuk membuat sebuah usaha atau produk bisa di katakan gampang-gampang susah. Karena ketika kita sudah bisa menentukan usaha apa atau barang apa yang akan kita jalankan atau jual di pasaran, terkadang kita binggung untuk siapakah produk tersebut atau target dari usaha tersebut. Sebelum memasarkan sebuah produk ke pasaran atau menjalankan sebuah usaha, sebaiknya terlebih dahulu Anda ketahui dari segi kekuatan, kekurangan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pemasaran produk Anda atau usaha yang akan dijalankan. Sebab tanpa informasi tersebut, Anda tidak dapat mengetahui seberapa besar potensi pasar , minat dan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan, serta tingginya tingkat persaingan pasar pada produk atau udaha Anda. Untuk itu, analisa produk atau usaha (organisasi) sangat penting dilakukan sebelum Anda menawarkan produk Anda dan juga menjalankan usaha Anda.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisa produk atau usaha (organisasi) adalah dengan metode analisis SWOT. Metode ini menganalisa dengan menggunakan dua faktor penting, yaitu faktor internal yang berupa kekuatan dan kelemahan. Serta faktor eksternal yang terdiri dari kesempatan dan ancaman. Cara ini menjadi salah satu kunci bagi para pengusaha untuk mengetahui potensi dari sebuah produk dan usaha yang dijalankan, sebelum akhirnya menentukan strategi pemasaran yang paling efektif untuk sebuah produk dan jenis usaha Anda.

Manfaat SWOT Bagi Para Pelaku Usaha

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa Metode analisis SWOT menganalisa dari dua faktor yaitu faktor internal berupa kekuatan (strengths), dan kelemahan (weaknesses), serta faktor eksternal yang berupa kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats). Kedua faktor tersebut kemudian dapat diuraikan menjadi 4 (empat) sisi yang saling terkait, sebagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan untuk bisa Anda dapatkan, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata. Dengan membuat analisis ini keterhungan 4 sisi tersebut, akan memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan atau produk.

Sebagai pemahan atas analisis SWOT berikut contoh analisis SWOT untuk usaha penjualan tas wanita online

Menganalisis dan menguraikan faktor internal dan eksternal dalam usaha usaha penjualan tas wanita online.

1. Strengths | Kekuatan

  • Tempat usaha atau lokasi usaha di sekitar rumah yang kebanyakan wanita dan kecenderungan menyukai fashion terutama tas.
  • Konsep gaya yang ditawarkan adalah kekinian atau update trendy terkini.
  • Bisa dijadikan tempat berkumpulnya para pecinta tas ber-merek atau model terbaru.
  • Harga merakyat atau bisa dijangkau semua kalangan.
  • Lokasi yang mudah dijangkau dan tempat yang nyaman.
  • Memiliki website dan forum pribadi juga kontak delivery order.
  • Mengutamakan Brand dan model terbaru.
  • Keterjaminan dalam penyampaian barang yang dijual.

2. Weakness | Kelemahan

  • Banyak Pesaing.
  • Kurangnya kemampuan untuk menyediakan barang (ready stock) terkadang harus menunggu untuk bisa mendapatkan barang yang dipesan.
  • Modal untuk memulai usaha masih kurang.
  • Membutuhkan modal besar.
  • Masih belum membuat produk tas sendiri sebagai Brand unggulan.

3. Opportunities | Kesempatan

  • Dengan adanya inovatif dan kreatif usaha ini memiliki kesempatan besar untuk menjadi toko online besar.
  • Belum banyak tempat penjualan tas wanita yang menyediakan tempat yang nyaman dan menjadi tempat berkumpulnya para pecinta tas ber merk dan keluaran terbaru.
  • Masih Jarangnya toko tas online yang menyediakan forum untuk saling berbagi satu sama lainnya.
  • Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

4. Threats | Ancaman

  • Terkadang forum memiliki gangguan karena internetnya sedang down.
  • Ketika harga meningkat, otomatis harga jual juga semakin mahal
  • Banyak pesaing yang mengikuti konsep atau gaya yang telah kita buat.

Kesimpulan dari analisis SWOT ini adalah :

Setelah menganalisis semua faktor, langkah selanjutnya adalah bagaimana memaksimalkan kekuatan (strengths), menutupi kelemahan (weaknesses), memanfaatkan peluang (opportunities), dan mengatasi semua ancaman (threats) yang datang. (Dari berbagai sumber)

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

kiper

Apa Saja Yang Termasuk dalam Komponen Modal Kerja

Mengelola modal kerja (working capital) secara efektif, krusial bagi setiap usaha—apapun usaha yang dijalankan. Jika salah kelola, bukan hanya bisa membuat operasional perusahaan menjadi tidak lancar, bahkan bisa bikin bangkrut. Sehingga, bisa dikatakan bahwa: pengelolaan modal kerja sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apa saja komponen modal kerja itu, bagaimana caranya mengelola modal kerja secara efektif?

Apa Itu Modal Kerja Yang Sesungguhnya, Apa Saja Elemennya?

Istilah “Modal Kerja”, sesungguhnya sudah dikenal luas. Tidak hanya pengusaha kelas konglomerat yang biasa menyebut “Kredit Modal Kerja,” penjual pasir kubikanpun kenal dengan jenis kredit yang satu ini.

Mas Tugiyo pemilik warung sebelahpun bisa mengatakan “kekurangan modal kerja” ketika ingin menambah barang dagangannnya jual pulsa HP

Namun apa yang disebut dengan “modal kerja” oleh Mas Tugiyo mungkin hanya sebagian, atau bahkan sama sekali berbeda dengan “modal kerja” dari perspektif keuangan maupun akuntansi.

Tergantung:

  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk membayar tambahan sewa perluasan warung, berarti tidak sama dengan modal kerja dari perspektif keuangan.
  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk membeli rak pajangan HP atau kartu perdana, berarti tidak sama dengan modal kerja dari sudut pandang keuangan.
  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk merehab warung supaya lebih kinclong, berarti tidak sama dengan modal kerja menurut akuntansi dan keuangan.

Menurut keuangan maupun akuntansi, yang dimaksud dengan modal kerja adalah modal (tidak selalu dalam bentuk kas) yang dipergunakan untuk menjalankan aktivitas pembentukan jasa/produk yang dijual, di sepanjang siklus, yang waktu perputarannya relatif singkat—biasanya di bawah satu tahun buku.

Catatan: Yang dimaksud dengan perputaran di sini adalah perubahan bentuk (wujud) dari awal hingga kembali lagi ke bentuk semula. Perputaran kas misalnya, adalah perubahan dari kas menjadi bentuk lain, hingga akhirnya kembali ke bentuk kas lagi.

 

Untuk kasus Mas Tugiyo misalnya, rak pajangan HP bukan bagian dari modal kerja karena wujudnya akan tetap rak—tidak akan pernah berubah menjadi kas kembali, karena tujuan utama Mas Tugiyo bukan untuk jualan rak. Sedangkan stok kartu perdana adalah bagian dari modal kerja karena wujudnya bisa berubah menjadi penjualan, pendapatan lalu kembali ke bentuk kas dalam waktu yang relatif singkat.

Nah itu kan warung pulsa—yang sudah pasti aktivitas dan volumenya jauh lebih kecil dan lebih sederhana jika dibandingkan dengan mini market, apalagi perusahaan berskala korporasi. Bagaimana dengan di perusahaan berskala menengah atau besar?

Pada dasarnya sama, hanya saja ragam dan skalanya lebih besar dan proses perputarannya lebih rumit. Nah, apa saja itu?

Jika dilihat di Neraca perusahaan, yang masuk dalam kelompok modal kerja adalah: semua jenis aktiva lancar—mulai dari kas, piutang dagang, hingga persediaan barang.

Sekalilagi yang merupakan elemen modal kerja meliputi: Kas, Piutang, Surat Berharga, dan Persediaan barang dagangan. Keempat akun ini memiliki perputaran yang pendek—yang jika salah kelola (mismanaged), bukan saja mengganggu operasional perusahaan tetapi juga bisa bikin bangkrut. Sebaliknya jika dikelola secara efektif, minimal bisa membuat operasional perusahaan berjalan mulus. Lebih bagus lagi jika dapat menciptakan peluang untuk memperoleh keuntungan.

jurnalakuntansikeuangan

Salam,
CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

e. info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

PENTINGNYA MEMPELAJARI PAJAK BUNGA PINJAMAN

Jika berbicara mengenai dunia akuntansi pasti kita tidak akan pernah lepas dari dunia perpajakan yang juga ada di dalamnya. Dalam membayar pajak setiap orang pasti akan memperhitungkan terlebih dahulu sehingga mereka tidak akan salah pada saat wajib membayar pajak tiba waktunya. Ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi mereka yang belum pernah melakukan pembayaran pajak. Ada sebuah pajak yang mungkin tidak banyak dikenal yaituPajak Bunga Pinjaman, jika ada beberapa orang yang jarang melakukan pinjaman mungkin mereka akan sangat terasa asing dengan pajak ini.

 

Pajak ini sebenarnya akan didapatkan oleh semua orang yang meminjam uang dalam jumlah tertentu dan juga pada bank tertentu. Sehingga ketika akan meminjam uang sebenarnya kita harus melakukan penghitungan yang sangat lengkap sekali. Jika tidak melakukan penghitungan bisa saja ada tagihan yang bisa luput dari perhatian kita seperti berapa jumlah pajak yang harus kita bayarkan setiap bulannya. Semua biaya ini memang sangat penting sekali untuk kita bayarkan karena jika tidak akan membuat nama kita bisa saja dicoret dari daftar pembayaran pajak.

 

Pinjaman uang biasanya memiliki jumlah yang berbeda-beda setiap orangnya sehingga mereka harus tahu apakah peminjaman ini akan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Jika pinjaman ini sesuai dengan apa yang kita butuhkan maka kita akan mendapatkan uang yang sesuai dengan kita inginkan. Maksud dari pajak dalam subjek ini adalah kita akan membayarkan sejumlah uang sebagai pajak dalam pinjaman kita. Karena jika tidak ada pajak maka pemerintah dan juga pihak bank tidak akan mendapatkan apapun. Pajak ini jumlahnya juga disesuaikan dengan berapa pinjaman yang kita lakukan.

 

Ada beberapa orang yang terpaksa harus mencari pinjaman dengan pajak murah karena mereka memang tidak memiliki cukup uang. Tetapi sejak pinjaman menggunakan pajak ada banyak pemasukan untuk negara yang akan sangat berguna sekali untuk mengembangkan fasilitas dan juga untuk membangun kembali negara ini. Besaran pajak memang akan berbeda dengan pajak yang lainnya namun hal ini akan menjadi sebuah hal yang sangat berguna sekali. Jadi jangan sampai terlewat dalam pembayaran pajak ini.

 

Penggunaan pajak ini sebenarnya tidak akan mengganggu siapa saja yang belum pernah mengajukan pinjaman. Karena menurut beberapa orang pajak ini sebenarnya jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terasa pada perbedaan jumlah pinjaman kita. Untuk itu sebenarnya kita bisa tetap mengajukan pinjaman dengan baik dan juga mendapatkan hasil yang sangat maksimal dengan pinjaman ini. Jangan sampai karena ada pajak beberapa orang tidak jadi meminjam uang.

 

Ada beberapa orang yang bertanya mengenai pajak bunga pinjaman berapa sebenarnya yang harus dibayarkan. Ini semua akan bergantung kembali dengan bank dan juga kebijakannya yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan dari pajak ini antara lain:

 

  1. Besaran pajak, ini sudah pasti akan sangat menjadi perhatian serius.
  2. Waktu, berapa lama pajak ini akan diambil dari jumlah pinjaman kita.
  3. Persen, biasanya persen akan mempermudah kita menentukan berapa pajak yang harus dibayarkan.
  4. Jumlah pinjaman kita, karena ini akan menentukan apakah pinjaman ini akan membuat kita sulit atau tidak.

 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pinjaman uang bagi mereka yang belum tahu caranya. Berikut ini adalah cara meminjam uang antara lain:

 

  • Kita bisa datang ke bank tempat dimana mereka menyediakan peminjaman uang.
  • Mengisi segala formulir yang dibutuhkan dan juga memberikan persyaratan yang dibutuhkan oleh pihak bank.
  • Mendapatkan uang pinjaman setelah mengetahui apakah pinjaman kita disetujui.
  • Uang bisa diambil setelah semua dokumen sudah lengkap dan setiap bulannya kita akan membayarkan tagihan ini dan pada akhirnya akan dipotong dengan pajak.

 

Ada juga beberapa bank yang tidak terlalu menonjolkan besaran bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh nasabah mereka. Oleh karena itu ada baiknya jika kita mendapatkan bunga yang seharusnya kita dapatkan. Pinjaman yang besar maka pajaknya akan semakin besar karena persen yang akan semakin meningkat. Jadi pinjaman kecil juga akan sesuai dengan jumlah pinjamannya tidak akan diberikan bunga yang sangat besar. Biasanya mereka yang meminjam akan dikenakan bunga sebesar 1% sementara itu untuk pajak biasanya akan lebih kecil.

 

Meskipun ada beberapa biaya diatas tidak menutup keinginan masyarakat Indonesia untuk selalu meminjam uang di bank. Mereka tetap mau dan beberapa ada yang sering membayar tidak tepat waktu, hal ini yang membuat banyak bank memberikan pajak yang cukup besar. Jadi jangan sampai sebagai peminjam uang kita tidak membayarkan pajak yang sesuai. Tetapi uang yang dipinjam juga harus sesuai penggunaannya jangan digunakan untuk beberapa hal yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

 

Untuk menghitung mengenai perpajakan sebenarnya kita bisa menggunakan ilmu akuntansi karena semua sumber perpajakan ini berasal dari akuntansi. Inilah yang menjadi dasar beberapa orang untuk mengetahui beberapa hal mengenai peminjaman uang. Pajak yang besar ini memang membuat ada beberapa orang kesulitan dan juga membuat mereka kesulitan dalam menentukan mana yang cocok untuk mereka. Besaran uang yang dipinjam harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jadi pembayaran tagihan pinjaman ini sudah akan termasuk dengan pajak bunga pinjaman yang akan kita dapatkan. Pada saat membayar sudah bisa menggunakan ATM dan juga datang langsung ke bank tempat kita meminjam uang dengan menggunakan slip setoran.

uangteman

CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177