Software Akuntansi Online untuk UMKM

K I P E R – Software Akuntansi Online

KIPER merupakan sebuah software akuntansi online yang ditujukan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

KIPER diakses dan digunakan sepenuhnya melalui jaringan Internet. Tidak ada instalasi pada komputer pengguna, cukup gunakan browser dan aplikasi bisa langsung dipakai.

Pengguna tidak membeli KIPER secara fisik (seperti dalam bentuk CD) tetapi dengan cara berlangganan paket layanan yang disesuaikan dengan ukuran perusahaan yang di kelola oleh pengguna. Model ini dikenal dengan istilah Software as a Service (SaaS).

Semua data tersimpan pada Cloud Server, sehingga pengguna dapat mengakses data kapan saja dan dimana saja. Keamanan data pun relatif lebih terjamin, sebagai contoh jika komputer pengguna rusak atau hilang, data tetap tersimpan dengan aman pada Cloud Server.

Cloud Server adalah tempat penyimpanan data yang terhubung dengan jaringan Internet dan dapat diakses setiap saat menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Contoh Cloud Serveradalah seperti Email, kita dapat mengakses-nya dengan aman dari mana saja asalkan terhubung dengan Internet.

Manfaat dan Keuntungan

  • Delegasi tanggung jawab

    Kerumitan dalam mengelola dan merawat software beserta komponen-komponen perangkat keras dari aplikasi direncanakan dan dikelola oleh penyedia layanan.

  • Pengurangan biaya

    Tidak ada investasi dimuka, pelanggan tidak perlu membeli server baru, ruang disk baru atau PC baru. Cukup gunakan browser pada komputer yang telah dimiliki oleh pelanggan.

  • Tidak memerlukan penyesuaian atau adaptasi yang rumit

    Prosedur inisialisasi penggunaan KIPER sangat sederhana, pelanggan cukup menerima email aktifasi dan akan aktif saat itu juga. KIPER tidak memerlukan penyesuaian atau adaptasi yang rumit dengan biaya konsultasi yang mahal.

  • Akses cepat dan mudah dari manapun dan kapanpun

    KIPER dapat dengan mudah diakses melalui koneksi Internet sederhana. Pengguna dapat bekerja dari lokasi manapun dan kapanpun selama koneksi Internet tersedia.

  • Aplikasi selalu terbaru dan terus menerus dikembangkan

    Pelanggan tidak perlu khawatir program menjadi out-of-date (ketinggalan zaman), karena program secara berkelanjutan dirawat, diperbaiki dan dikembangkan tanpa biaya tambahan dan tanpa instalasi/konfigurasi ulang.

  • Mengurangi duplikasi data dan mempercepat pencarian informasi

    Karena semua data tersimpan secara terpusat pada server, masalah-masalah duplikasi data atau sulitnya mencari informasi dapat terpecahkan.

  • Meningkatkan keamanan data

    Aplikasi dan data yang tersimpan pada Cloud dalam banyak kasus memberikan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan aplikasi tradisional yang di-install secara lokal. Resiko-resiko hilang nya data seperti terkena virus, komputer rusak atau hilang (di curi) menjadi tidak ada. Selain dikunci dengan password, database secara fisik di-isolasi secara terpisah (1 pelanggan 1 database).

  • Go Green

    Karena sejumlah pelanggan menggunakan infrastruktur server yang sama, kebutuhan akan hardware pun menjadi berkurang, limbah industri menjadi berkurang dan penggunaan energi juga akan berkurang, sehingga menjadikan KIPER salah satu solusi bisnis yang ramah lingkungan.

    ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

    www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

    email : info@canconsulting.net

    Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Advertisements

MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. tujuan dari laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Dilihat dari tujuannya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai, maka laporan keuangan memiliki empat karakteristik kualitatif, yaitu:

  • Dapat dipahami – informasi yang disampaikan dapat dipahami dan istilah yang digunakan disesuaikan dengan pemahaman pemakai
  • Relevan – informasi yang disajikan di dalam laporan keuangan dapat mempengaruhi keputusan pengguna, sehingga isinya haruslah relevan.
  • Keandalan – informasi yang disusun dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkandan kesalahan material
  • Dapat diperbandingkan – laporan keuangan akan berguna apabila bisa dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya

Dalam peyusunan laporan keuangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah komponen yang harus ada pada laporan keuangan itu sendiri.

  1. Neraca – laporan posisi keuangan dari entitas pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada akhir tahun.
  2. Laporan rugi laba – laporan hasil operasi sebuah entitas selama periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
  3. Laporan ekuitas (modal)pemilik – laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk suatu periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
  4. Laporan arus kas – laporan yang menggambarkan jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu

LANGKAH – LANGKAH MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN

Penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan bertahap dan teliti karena nantinya informasi yang disajikan akan dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Langkah-langkah tersebut secara sederhana dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Menyusun Neraca Saldo. Neraca saldo adalah suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit. Penyusunan ini dilakukan kalau semua jurnal sudah dibukukan ke dalam masing-masing rekeningnya di buku besar. Karena penyusunannya sebelum adanya ayat jurnal penyesuaian maka neraca ini sering disebut Neraca Saldo sebelum Penyesuaian, dimana informasi yang disajikan dapat digunakan untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit dari seluruh rekening di buku besar dan merupakan tahap pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur.

2. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian. Beberapa transaksi mungkin belum tercatat dan masih tidak sesuai dengan keadaan di akhir periode, sehingga data tersebut dikumpulkan untuk membuat jurnal penyesuaian.

3. Menyusun neraca lajur (worksheet). Neraca lajur atau kertas kerja merupakan suatu cara yang memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan akan nampak pada kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan rugi laba.

4. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan lainnya. Laporan-laporan tersebut dapat disusun langsung di neraca lajur, karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Kemudian, kedua laporan tersebut diubah bentuknya sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan rugi laba yang lebih mudah dibaca dan dianalisa.

5. Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening. Setelah rekening-rekening di dalam buku besar disesuaikan, maka berikutnya adalah membuat jurnal penutupan untuk menutup rekening-rekening nominal ke rekening rugi laba dan memindahkan saldo rugi laba ke rekening laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke buku besar sesuai dengan rekening-rekening yang bersangkutan.

6. Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan. Untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah neraca saldo setelah penutupan yang isinya rekening-rekening real saja, bukan termasuk nominal yang sudah ditutup.

rumuslengkap

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Bagaimana Agar Uang Kas Perusahaan dengan Uang Kas Pribadi tidak Tercampur.

Salah satu praktik yang baik dalam mengelola usaha adalah memisahkan keuangan antara uang usaha dengan uang pribadi. Hal ini bertujuan agar uang usaha tidak digunakan keperluan pribadi atau sebaliknya, uang pribadi tidak digunakan untuk keperluan usaha. Kalau sudah tercampur maka akan sulit mengukur apakah usaha yang dilakukan itu berkembang (kekayaannya bertambah) atau menurun.

Cara yang paling mudah adalah memisahkan penyimpanannya. Misal uang usaha disimpan di kotak uang khusus dan disimpan di lokasi usaha. Sementara uang pribadi tetap di dompet. Cukup sederhana sebenarnya solusinya. Sederhana tapi bukan berarti mudah untuk konsisten.

Akan timbul suatu kondisi dimana terpaksa uang pribadi digunakan untuk keperluan usaha. Contoh yang paling sering adalah saat ada transaksi yang memerlukan kembalian namun uang usaha tidak ada pecahan kecil. Biasanya uang yang ada di dompet “dipinjam” sementara untuk memberi kembalian. Atau sebaliknya anak si pemilik usaha akan bayar uang sekolah, dan dengan mudahnya ambil uang yang ada di kasir.

Kondisi di atas sangat mungkin terjadi terutama di usaha skala mikro dan kecil. Namun bukan berarti pemisahan keuangan tidak bisa dilakukan konsisten. Caranya adalah dengan senantiasa mencatat/membuku transaksi usaha, baik yang menggunakan uang usaha ataupun pinjam dari uang pribadi.

Yang kami lakukan :
1. Sedapat mungkin menyimpan uang dengan terpisah.
2. Untuk pengeluaran kas untuk keperluan usaha, baik pakai uang usaha ataupun uang pribadi selalu dicatat sebagaipengeluaran kas usaha.Bukan sumber dompet yang dilihat, tapi lihat pengunaannya. Terkait usaha atau tidak
3. Rutin cek saldo kas perusahaan yang tercatat. Pastikan benar ada uang sebesar itu. Kalau kurang, harus ditambahkan dengan uang pribadi karena berarti pernah dipakai untuk pribadi. Begitu juga sebaliknya jika uang fisik lebih besar berarti ada pengeluaran usaha yang menggunakan uang pribadi. Jangan sampai uang fisik lebih kecil karena ini berarti uang usaha dipinjam. Harus segera kembalikan. Namun tetap upayakan nomor 1 konsisten.

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

kiper

SAK ETAP

SAK ETAP
BAB 1 & 2
– Karakteristik ETAP
– Tujuan Laporan Keuangan
– Karakteristik Kualitatif Informasi
– Posisi Keuangan : Aset, Kewajiban, dan Ekuitas
– Kinerja Keuangan: Penghasilan dan Beban
BAB 3-8
– Penyajian wajar dari laporan keuangan yang mematuhi persyaratan SAk ETAP
– Pengertian Laporan Keuangan yang lengkap:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan atas Laporan Keuangan
BAB 9
– Memberikan panduan memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi
– Perubahan estimasi dan koreksi kesalahan periode lalu

BAB 10
– Investasi pada Efek Tertentu
– Pencatatan : Trading, AFS, dan Held to Maturity (Biaya Perolehan)
BAB 11
– Persediaan
– Pencatatan menggunakan metode FIFO dan Rata-rata tertimbang
BAB 12
– Investasi pada Entitas Asosiasi
– Pencatatan menggunakan metode biaya
– Investasi pada Entitas Anak
– Pencatatan menggunakan metode ekuitas (tidak konsolidasi)

BAB 13
– Investasi pada Joint Venture
– Pencatatan menggunakan Metode Biaya
BAB 14
– Properti Investasi
– Pencatatan menggunakan Metode Biaya
BAB 15
– Aset Tetap
– Pencatatan menggunakan Metode Biaya
BAB 16
– Aset Tidak Berwujud
– Pencatatan menggunakan Metode Biaya
BAB 17
– Sewa operasi dan sewa pembiayaan dari pihak Lessee dan Lessor
BAB 18
– Kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti dan kewajiban yang diakui jika memenuhi persyaratan (kontinjensi)
BAB 19
– Mengatur akuntansi ekuitas untuk Entitas Perorangan, Persekutuan Perdata, Firma, CV, PT dan koperasi
BAB 20
– Akuntansi pendapatan yang timbul dari transaksi penjualan barang, pemberian jasa, kontrak konstruksi, penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, atau dividen.
BAB 21
– Biaya pinjaman dibebankan, tidak dikapitalisasi.

BAB 22
– Penurunan Nilai ASet
– Pencatatan menggunakan Metode Biaya
BAB 23
– Imbalan kerja jangka pendek, imbalan pascakerja, imbalan kerja jangka panjang, pesangon pemutusan kerja
BAB 24
– Konsep pajak terutang (utang pajak), laba fiscal dan laba akuntansi.
BAB 25
– Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang asing.
BAB 26
– Transaksi valas: kurs rata bulanan atau mingguan.
BAB 27
– Mendefinisikan peristiwa setelah akhir tanggal pelaporan dan menentukan prinsip-prinsip pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan peristiwa tersebut.
BAB 28
– Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang kemungkinan berpengaruh terhadap pada posisi keuangan atau laba rugi.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
http://www.canconsulting.net / http://www.ccaccounting.wordpress.com
info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Apakah itu INTERNAL CONTROL?

Kontrol bukanlah istilah asing bagi kita. Kita banyak memakai istilah ini dalam berbagi situasi dan kesempatan. Kontrol secara harafiah diartikan juga sebagai kendali. Orang yang memegang kontrol dipandang sebagai orang yang memegang kendali. Apakah sebenarnya arti dari istilah kontrol?

Kontrol dapat dimaknai sebagai upaya-upaya – baik keputusan, aturan, pedoman, atau tindakan – yang dilakukan atau diterapkan untuk menjaga agar setiap keputusan dan tindakan dalam organisasi berjalan sesuai standar dan aturan yang sudah ditetapkan. Berdasar definisi tsb, nampak bahwa apapun yang berbeda dari kontrol adalah sesuatu yang salah, menyimpang atau melanggar.

Jadi apa bedanya kontrol dengan peraturan, pedoman, atau prosedur? Secara praktis, ketiganya berperan untuk menjaga setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam organisasi berjalan dengan rel yang sesuai. Namun, makan harafiah kontrol pada intinya lebih luas dibandingkan dengan peraturan, pedoman, ataupun prosedur. Kontrol tidak terikat pada kegiatan tertentu seperti peraturan, pedoman atau prosedur. Kontrol yang sama dapat memayungi berbagai kegiatan yang berbeda. Memang sifat yang sama juga ada dalam peraturan. Namun, peraturan dalam hal jangkauan praktikalnya lebih kecil dibandingkan kontrol. Kontrol secara praktis memiliki bentuk yang beragam: dapat berupa peraturan, pedoman, dan sekaligus juga dalam bentuk tindakan.

Jadi apa yang dimaksud dengan internal control? Internal control adalah istilah yang sangat populer dan digunakan dalam penerapan sistem di dalam organisasi. Internal control yang ada di dalam sebuah sistem yang mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan di dalam sebuah organisasi, lazim disebut internal control system.

Tujuan penerapaan internal control dalam organisasi adalah:

  • Agar operasi atau kegiatan yang dijalankan organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien (organization’s operations are effective and efficient).
  • Agar setiap transaksi yang terjadi di dalam organisasi, dapat dicatat secara akurat (recorded transactions are accurate).
  • Agar laporan keuangan yang dihasilkan dipercaya dan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen (financial reporting is reliable).
  • Agar sistem pengelolaan risiko organisasi berjalan efektif untuk menunjang pengambilan keputusan manajemen (risk management systems are effective).
  • Agar semua keputusan dan kegiatan organisasi sesuai dan menaati hukum dan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan kebijakan dan prosedur intern organisasi (complies with laws and regulations, internal policies, and internal procedures).

 

Pedoman Penyusunan SOP (Rudi M. Tambunan)

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

PENGUJIAN PENGENDALIAN SIKLUS PENGELUARAN

 

Ada dua (2) kelas transaksi utama pada Siklus Pengeluaran:

  1. Transaksi pembelian (purchases transaction).
  2. Transaksi pengeluaran kas (cash disbursements transaction)

Adapun akun yang dipengaruhi oleh kedua kelas di atas adalah:

  1. Inventori barang jadi dan mentah
  2. Beban dibayar di muka
  3. Aset tetap
  4. Aset lain-lain
  5. Hutang
  6. Retur pembelian
  7. Diskon pembelian
  8. Beban-beban
  9. Kas

Dokumen dan catatan yang biasa digunakan adalah:

  1. Permohonan pembelian
  2. Order pembelian
  3. Laporan penerimaan
  4. Faktur penjual
  5. Bon Hutang / Invoice

Salam,
CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

  1. info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

Audit Akun Piutang

Pemeriksaan Piutang

Salah satu tujuan pemeriksaan piutang adalah:

Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas. Beberapa ciri internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas adalah

  1. Terdapat pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang melakukan penjualan, mengirimkan barang, melakukan penagihan, memberikan otorisasi atas penjualan kredit, membuat faktur penjualan dan melakukan pencatatan;
  2. Digunakan formulir-formulir yang bernomor urut tercetak (prenumbered), misalnya sales order (pesanan penjualan), sales invoice (faktur penjualan), delivery order (surat pengiriman barang);
  3. Digunakan price list (daftar harga jual) dan setiap penyimpangan dari price list atau setiap diskon yang diberikan kepada pelanggan harus disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang;
  4. Adanya buku besar pembantu piutang atau kartu piutang (account receivable subledger card) untuk masing-masing pelanggan yang selalu diupdate;
  5. Setiap akhir bulan dibuat aging schedule piutang (analisa umur piutang);
  6. Setiap akhir bulan jumlah saldo piutang dari masing-masing pelanggan dibandingkan (direkonsiliasi) dengan jumlah saldo piutang menurut buku besar;
  7. Setiap akhir bulan dikirim laporan bulanan (monthly statement of account) kepada masing-masing pelanggan;
  8. Uang kas, check, atau giro yang diterima dari pelanggan harus disetor dalam jumlah seutuhnya paling lambat keesokan harinya;
  9. Mutasi kredit perkiraan piutang (buku besar dan sub buku besar) yang berasal dari retur penjualan dan penghapusan piutang harus diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070