MENGAPA LAPORAN KEUANGAN PERLU DI AUDIT

 

MENGAPA LAPORAN KEUANGAN PERLU DI AUDIT ?

 

Guru memeriksa berkas ujian mahasiswa agar tahu jawaban yang diisi muridnya. Montir bengkel memeriksa ban mobil yang bocor agar tahu bagian mana yang bocor. Ibu hamil memeriksakan kandungannya kedokter agar ibu tahu kondisi anak dalam kandungannya.  Ayah memeriksa kesehatannya ke dokter agar ayah tahu kondisi kesehatannya dan lain sebagainya.

Begitu pula dalam perusahaan, laporan keuangan perlu diaudit untuk memberikan informasi tentang perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak akan informasi akuntansi mengenai persediaan barang dagang dibutuhkan pengujian kesesuaian antara praktek akuntansi persediaan barang dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Proses pengujian tersebut dikenal dengan istilah auditing yang dilakukan oleh akuntan publik sebagai pihak yang indipenden.

Audit dapat dikatakan sebagai perbandingan antara kondisi dan kriteria kegiatan yang diaudit dan kegiatan yang seharusnya terjadi.

Sukrino agoes (2004) auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.

Arens dan Loebbecke, 2003), auditing sebagai “Suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten.”

Mulyadi  (2002), auditing merupakan “Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”

Menurut Konrath  auditing adalah serangkaian proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi berbagai kegiatan dan kejadian ekonomi. Tujuannya adalah untuk menyakinkan seberapa besar tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan yang kemudian hasilnya akan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Apabila tidak diaudit maka ada kemungkinan laporan keuangan tersebut mengandung kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, oleh karena itu laporan keuanngan yang belum di audit kurang dipercaya kewajarannya oleh pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut

 

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Www.accounting.binus.ac.id

Advertisements

Prosedur audit persediaan

  1. Lakukan Stock Opname.

Stock opname dilakukan terutama untuk persediaan yang berada di gudang perusahaan, Untuk barang consignment out dan barang-barang yang tersimpan di public warehouse jika jumlahnya material harus dilakukan stock opname, jika tidak material, cukup dikirim konfirmasi. Stock opname bisa dilakukan pada akhir tahun atau beberapa waktu sebelum/ sesudah akhir tahun.

  1. Lakukan Observasi atas Stock Opname

Amati kembali hasil perhitungan fisik persediaan (stock Opname) yang dilakukan. Cek Final Inventory List [Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut ini:

ü  check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian).

ü  cocokkan “quantity per book” dengan kartu stok (persediaan).

ü  cocokkan “quantity per count dengan “count sheet kita (auditor)

ü  cocokkan “total value” dengan buku besar persediaan.

ü  Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.

  1. Lakukan Peninjauan ulang terhadap Konsep Persediaan
    1. Periksa unit price dari persediaan
    2. periksa ada tidaknya barang-barang yang rusak,dipakai dan hilang.
    3. Periksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.
    4. Lakukan rekonsiliasi jika stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.
  1. Buatkan Laporan Hasil akhir Stock Opname

Buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan buat usulan adjustment jika diperlukan.

  1. Adjustment Persediaan

Lakukan penyesuaian persediaan dari usulan yang di ajukan dan tentukan kebijakan penyesuaian persediaan dari hasil stock opname yang akan dilakukan

  1. Periksa apakah penyajian persediaan di laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.

Agar proses Audit Persediaan di perusahaan anda berjalan dengan baik, perlu internal control yang baik pula atas persediaan, berikut ciri ciri internal control yang baik :

  1. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara bagial pembelian, penerimaan barang, gudang, akuntansi dan keuangan.
  2. Digunakannya formulir-formulir yang bernomor urut tercetak, seperti:
    • purchase requisition (permintaan pembelian), purchase order (order pembelian)
    • delivery order (surat jalan), receiving report (laporan penerimaan barang), sales order (order penjualan), sates invoice (faktur penjualan).
  1. Adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan kas/bank, maupun pengeluaran kas/bank.
  2. Digunakannya anggaran {budget) untuk pembelian, produksi, penjualan, dan penerimaan serta pengeluaran kas.

            Dari penjelasan di atas, jelas bahwa audit persediaan di perusahaan dagang mampu memberikan manfaat yang begitu besar bagi perusahaan untuk mengurangi resiko terjadinya selisih, kehilangan, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan baik. Diperlukan pengelolahan dan pemeriksaan yang memadai terhadap persediaan barang dagang, agar kita tetap bisa bersaing di tengah kompetisi yang hebat.

 

| Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

http://ekofitriyana.blogspot.com/2016/01/prosedur-audit-persediaan.html

5 Tips Mengelola Keuangan bagi Bisnis UKM

Anda harus mengelola keuangan yang baik bagi bisnis UKM anda. Keuangan menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bisnis UKM. Bagaimana pun juga, Anda pasti ingin agar UKM yang dijalankan mampu memberi pemasukan tinggi sehingga keuntungannya pun besar. Demi mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengelolaan keuangan yang benar. Apa saja hal yang bisa anda lakukan?

  1. Pisahkan Uang Pribadi dan Bisnis

    Hanya karena usaha Anda masih terbilang “kecil”, bukan berarti Anda boleh menggabung keuangan bisnis dengan keuangan pribadi Anda. Jika hal tersebut dilakukan, Anda hanya akan kesulitan membedakan pengeluaran pribadi dan bisnis. Kontrol terhadap pemasukan dan pengeluaran pun akan membingungkan. Akibatnya, keuangan pribadi akan banyak digunakan untuk kepentingan usaha Anda. Sebaiknya, buka rekening baru khusus untuk menyimpan segala dana yang terkait dengan UKM Anda. Di sisi lain, Anda juga harus disiplin dalam menerapkan pemisahan keuangan antara keperluan pribadi dan bisnis. Anda harus dengan baik mengelola keuangan pribadi Anda.

  2. Buat Rincian Penggunaan Uang

    Setelah keuangan UKM terpisah dari keuangan pribadi, saatnya Anda membuat rician terhadap penggunaan uang tersebut. Tanpa perencanaan matang, bisnis UKM Anda bisa terhambat karena kekuragan dana. Sesuaikan rincian penggunaan dana sesuai dengan target penjualan dan penerimaan kas. Jangan menghamburkan dana meski mungkin saldo kas Anda sedang berlebih. Sebaiknya, lakukan analisis untung dan rugi (cost and benefit) untuk memastikan bahwa penggunaan uang akan menghasilkan keuntungan besar sehingga tidak akan sia-sia.

  3. Pencatatan Keuangan

    Banyaknya hal yang harus dikerjakan membuat Anda lupa untuk “menyentuh” hal satu ini. Padahal, pencatatan keuangan berpengaruh besar dalam penentuan masa depan bisnis UKM Anda. Selalu catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi, lalu cocokkan saldo dengan jumlah uang yang tercatat di pembukuan setiap hari untuk memastikan tidak ada yang terselip. Jangan lupa mencatat segala saldo utang dan berbagai aset tetap yang Anda miliki. Sebaiknya, lakukan pencatatan keuangan menggunakan sistem komputer seperti Kiper untuk memudahkan Anda.

  4. Putar Arus Kas

    Sebagai pemilik UKM, tentu Anda ingin bisnis selalu menghasilkan keuntungan besar. Meski begitu, pengelolaan keuangan bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga mengelola utang hingga persediaan produk yang dijual. Memiliki pembukuan yang baik harus disertai dengan perputaran arus kas yang lancar pula. Putaran kas akan melambat ketika termin penjualan kredit lebih lama daripada kulakannya atau ketika Anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Usahakan agar termin penjualan kredit selalu sama dengan pembelian kredit Anda. Tekan tingkat persediaan agar mampu memenuhi pesanan tanpa membebani keuangan.

  5. Siapkan Dana Darurat

    Tidak ada yang dapat memprediksi masa depan UKM Anda. Bisnis yang kini sedang berjalan baik bisa mengalami hal-hal tidak terduga di kemudian hari. Misalnya omzet menurun atau terjadi musibah lain. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menyiapkan dana darurat, yang hanya boleh digunakan ketika Anda benar-benar membutuhkan. Jadi jika mengalami kerugian, bisnis UKM Anda tidak akan langsung terjerembap. Dana darurat juga bisa mengurani beban saat bisnis UKM Anda dilanda masa sulit.

Itulah beberapa tips mengelola keuangan yang bisa Anda terapkan pada bisnis UKM Anda. Semoga tips tersebut dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis UKM dan keuntungan yang masuk pun semakin besar. Apabila perlu, rekrutlah orang lain yang memang ahli dalam bidang finansial untuk membantu Anda.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com

Cara Membaca Laporan Keuangan

Hasil akhir dari proses akuntansi yang paling penting, adalah laporan keuangan. Dengan membaca laporan keuangan, manajemen, pemilik perusahaan, atau siapapun yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya, Anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Misalnya anggap diri Anda sebagai pemilik usaha atau orang yang akan berinvestasi diperusahaan tersebut.

Contoh sederhananya Anda bisa memposisikan diri Anda sebagai pemilik usaha, pada umumnya jika memposisikan sebagai pemilik usaha, minimal Anda ingin mengetahui 2 hal berikut ini :

1. Kekayaan Perusahaan

Pertanyaan paling mendasar mengenai kekayaan perusahaan bisaanya “Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja?” dalam hal ini yang dimaksud adalah “Dapatkah perusahaan beroperasi secara lancar”. Perusahaan hanya akan bisa beroperasi secara lancar bila, Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari; memenuhi kewajiban-kewajibannya sepeti membayar hutang kepada vendor/supplier, bank, dan membayar dividen kepada pemegang saham; Memiliki persediaan  baik bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual kembali; dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan.

Hal tersebut diatas tercermin pada Neraca atau yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan.” Dari neraca tersebutakan terlihat berapa jumlah kekayaan perusahaan mulai dari jumah kas, bank, piutang dan lain sebagainya.

2. Untung dan Rugi

Belumlah cukup jika hanya dengan mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan, atau mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi hutang-hutangnya. Sebagai orang yang membutuhkan informasi mengenai keuangan sebuah perusahaan atau sebagai pemilik usaha sebaiknya juga perlu untuk mengetahui beberapa hal ini:

  • Apakah bulan/tahun ini Anda untung atau rugi? Jika rugi, mengapa?
  • Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya, boros?
  • Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu?

Selain itu juga harus peka untuk beberapa kondisi seperti  :

  • Angka pendapatan tinggi, tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil?
  • Angka penjualan rendah, tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bisaanya jika penjualan rendah aktivitas produksipun ikut juga rendah sehingga tidak menimbulkan kerugian?
  • Penjualan begitu tinggi, Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan, tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran?
  • Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar, tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham?

Untuk bisa mengetahui jawaban atas masalah seperti di atas yang pertama kali Anda butuhkan adalah laporan laba rugi. Pada laporan laba rugi ini Angka pada kolom “Pendapatan ” Anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”, untuk melihat gross profit-nya apakah angkanya terlihat logis/wajar atau tidak? bagai mana bisa mengetahui jika angka tersebut logis/wajar atau tidak? Anda bisa menggunakan kelaziman dan benchmark. Dari sana bisa diketahui bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%.

Jika angka gros pforit-nya tidak bermasalah maka pengamatan dilanjutkan kembali pada elemen beban dan biaya perusahaan, perhatikan untuk setiap beban dan biayanya. Dalam keadaan seperti ini telitilah dalam melihat suatu biaya yang terjadi dalam sebuah perusahaan jika diperlukan bandingkan dengan periode atau tahun sebelumnya. Seperti apakah wajar jika biaya X senilai Y kemudian lakukan pengecekan mengapa bisa terjadi hal demikian dan segera lakukan penanganan terhadap biaya tersebut.

Selanjutnya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya, tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan atas keterlambatan dalam pembayarannya?

Untuk mengetahui mengapa demikian maka perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Perhatikan masing-masing dari saldo per-akun-nya pada posisi aktiva, sebagai contoh pada nilai piutang usaha lebih besar dibandingkan dengan persediaan atau kas atau asset yang lainnya hal ini salah satu kemungkinan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam pembayaran ke vendor walaupun penjualan atau laba usaha besar/meningkat jika dibandingkan dengan periode atau tahun yang sebelumnya.

Keadan demikian bisa diatasi dengan cara mencegahnya di waktu yang akan datang?. Untuk mengatasinya pihak manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang atau manajemen perlu mengubah kebijakan dalam  hal untuk mempercepat pembayaran piutang misalnya dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal, jika dibutuhkan unttuk panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. Dalam perkreditan misalnya di buat lebih ketat lagi atau pembatasan maksimal kredit, lebih selektif terhadap pemberian kredit,  termin pembayaran di perpendek, dan lain sebagainya.

Ekuitas pemiliki meningkat tetapi dividen tidak/belum bisa dibagikan kepada pemegang saham”? Dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. Dan untuk mengatasinya bisa dengan mengelola pengalokasian kas sesuai dengan yang sudah direncanakan, pergunakan kas secara efektif dan efeisien, dan lain sebagainya dengan melihat rincian “Laporan Arus Kas”.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui bagai mana cara untuk memahami dan mencari pemecahan masalahnya, hal ini menjadi dasar mengapa sangat perlu untuk bisa membaca laporan keuangan. Dengan mengetahui segala kemungkinan yang terjadi maka keputusan yang tepatpun akan dapat diambil secara cepat untuk keberlangsungan sebuah perusahaan. Dan semua itu akan menjadi mudah jika pencatatan akuntansinya dikelola dengan baik dan benar. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

Kiper.com

Apa itu Amnesti Pajak?

Apa itu Amnesti Pajak?

Amnesti Pajak/Tax Amnesty adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar Uang Tebusan.

 

Mengapa Mengikuti Amnesti Pajak?

Wajib Pajak yang mengikuti program Amnesti Pajak akan memperoleh manfaat berupa:

  1. Penghapusan pajak yang seharusnya terutang.
  2. Tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana perpajakan.
  3. Tidak dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan.
  4. Penghentian proses pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan.
  5. Jaminan Rahasia dimana data Pengampunan Pajak tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan penyidikan tindak pidana lain.
  6. Pembebasan PPh terkait proses balik nama harta.

 

Siapa yang Dapat Memanfaatkan Amnesti Pajak?

Seluruh Wajib Pajak baik Orang Pribadi/Badan, kecuali yang:

  • sedang dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah P-21,
  • sedang menjalani proses peradilan,
  • sedang menjalani hukuman, atas tindak pidana di bidang perpajakan.

 

Kemana Permohonan Amnesti Pajak Disampaikan?

Permohonan Amnesti Pajak disampaikan Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau kedutaan Besar tentunya.

 

Kapan Permohonan Amnesti Pajak Disampaikan?

Sampaikan Surat Pernyataan Harta beserta lampirannya pada:

Periode I    : Sejak tanggal diundangkan UU Pengampunan Pajak s.d. 30 Sept 2016.

Periode II    : 1 Okt 2016 s.d. 31 Des 2016.

Periode III   : 1 Jan 2017 s.d. 31 Maret 2017.

 

Bagaimana Alur Permohonan Amnesti Pajak?

  1. hubungi helpdesk (dapatkan informasi terkait Amnesti Pajak)
  2. ungkap & bayar tebusan (bayar tebusan melalui e-billing)
  3. sampaikan Surat Pernyataan harta beserta lampirannya (ke KKP Terdaftar/Duta Besar tertentu)
  4. Terbit Surat Keterangan Amnesti Pajak (10 hari kerja)

 

Helpdesk

Hubungi helpdesk KPP tempat Anda terdaftar untuk mendapatkan informasi tentang :

  • seputar Amnesti Pajak,
  • syarat dan ketentuan,
  • tunggakan pajak, dan
  • pehitungan uang tebusan.

 

Ungkap

Ungkapkan seluruh harta yang belum dilaporkan pada SPT Tahunan PPh Terakhir dengan cara menyampaikan Surat Pernyataan Harta beserta lampirannya.

Surat Pernyataan Harta tersebut berisi informasi terkait harta, utang, harta bersih, serta perhitungan dan pembayaran uang tebusan yang ditandatangani oleh Wajib Pajak sendiri bagi Orang Pribadi atau oleh pemimpin tertinggi badan usaha/kuasanya bagi Badan Usaha.

 

Syarat

  1. Memiliki NPWP,
  2. Membayar Uang Tebusan,
  3. Telah melapor SPT Tahunan PPh Tahun Pajak Terakhir,
  4. Melunasi seluruh tunggakan (termasuk cabang), dan
  5. Mencabut pemohonan:
  • Pengembalian kelebihan pembayaran pajak.
  • Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam SKP dan/atau STP yang terdapat pokok pajak yang terhutang.
  • Pengurangan/pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar.
  • Gugatan, Keberatan, Banding, dan PK.
  • Pembetulan atau Surat Ketetapan Pajak dan Surat Keputusan.
  1. Surat pernyataan mengalihkan dan menginvestasikan harta ke dalam wilayah NKRI selama 3 tahun (khusus repatriasi).
  2. Surat pernyataan tidak mengalihkan harta ke luar wilayah NKRI.
  3. Surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha.

 

Bagi yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan harus melunasi :

  1. Pajak yang tidak atau kurang dibayar.
  2. Pajak yang seharusnya tidak dikembalikan.

 

Tebus

 

TEBUSAN = TARIF X HARTA BERSIH

 

 

Harta Bersih:

Merupakan selisih antara harta tambahan dengan utang* yang berkaitan dengan perolehan harta tambahan.

*) utang tersebut belum diungkapkan dalam SPT PPh terakhir.

 

Periode Penyampaian Permohonan

 

Pengungkapan harta yang

Dialihkan ke dan atau berada di NKRI

Luar Negeri & tdk dialihkan ke dalam NKRI

Periode I

Periode II

Periode III

 2%

3%

5%

4%

6%

10%

 

Tarif Khusus Pelaku UMKM

 

Wajib pajak dengan peredaran usaha s.d. Rp4,8M dikenakan tarif sebesar

 

0,5%, jika pengungkapan harta s.d Rp10M

2%, jika pengungkapan harta lebih dari Rp10M

 

Tarif bagi pelaku UMKM berlaku sejak tanggal diundangkan UU Pengampunan Pajak sampai dengan 31 Maret 2017

 

Berapa jangka waktu penyelesaian permohonan?

Surat Keterangan Amnesti Pajak diterbitkan dalam jangka waktu 10 hari kerja sejak tanggal diterima Surat Pernyataan Harta dan lampirannya.

 

Setelah lewat periode Amnesti Pajak:

  1. Bagi Wajib Pajak yang telah mengajukan Amnesti Pajak, harta yang belum diungkapkan akan dianggap sebagai penghasilan, dikenai PPh, dan ditambah sanksi 200%.
  2. Bagi Wajib Pajak yang tidak memanfaatkan Amnesti Pajak, harta yang belum dilaporkan dianggap sebagai penghasilan, dikenai pajak, dan ditambah sanksi sesuai Undang-undang Perpajakan.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

DIRJEN PAJAK

Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Dalam akuntansi terdapat dua istilah yang sudah sangat sering kita dengar yaitu biaya dan beban, tetapi tidak semua paham dengan apa yang dimaksud biaya dan beban, bahkan ada yang mengartikan sama untuk dua kategori ini. Untuk lebih jelasnya mari kita simak apa yang dimaksud biaya dan beban.

Secara sederhana biaya bisa diartikan sebagai pengorbanan demi suatu manfaat tertentu. Salah satu contohnya dari bentuk biaya sesuai dengan pengertian adalah sewa yang dibayar dimuka.

Pengertian dasar beban diartikan sebagai penurunan nilai ekonomi berbentuk kas keluar atau aktiva berkurang. Beban sering kali dianggap sebagai kewajiban yang menyebabkan penurunan nilai ekiutas. Beberapa kalangan menganggap beban sebagai pengorbanan atau kewajiban yang telah terjadi sebelumnya. Sebagai salah satu contoh dari beban adalah bunga pinjaman.

Letak di Laporan Keuangan :

Letak perbedaan biaya dan beban ada di dalam penyusunan laporan keuangan. Biaya digunakan dalam penyusunan neraca, biasanya berupa biaya yang belum terpakai dan dianggap mampu memberi manfaat sehingga dianggap aktiva. Beban akan masuk ke dalam penyusunan laporan laba-rugi, dimana termasuk pengeluaran yang sudah terpakai, tak memberi manfaat dimasa depan dan periodenya kurang dari satu tahun.

  • Biaya, di neraca (Belum terpakai, biaya-biaya yang dianggap akan memberi manfaat dimasa yang akan datang, berupa aktiva).
  • Beban, di laporan laba-rugi (Pengeluaran/Biaya yang telah terpakai dan tidak dapat memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang).

Periode Akuntansi :

Perbedaan antara biaya dan beban dapat dilihat dari periode dalam akuntansi. Periode biaya umumnya lebih dari satu tahun karena dianggap sebagai pengeluaran modal. Jumlah yang dikeluarkan dalam satuan rupiah jauh lebih besar daripada beban. Sedangkan beban jumlah rupiah yang harus dikeluarkan tidak begitu besar, bahkan relatif kecil bila dibandingkan biaya.

  • Biaya periodenya lebih dari satu tahun, merupakan pengeluaran modal (capital expenditure)
  • Beban periodenya kurang dari satu tahun, merupakan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure)

Jumlah Rupiah Yang Dikeluarkan :

  • Biaya jumlah rupiah yang dikeluarkan dalam jumlah yang besar.
  • Beban jumlah rupiah yang dikeluarkan relatif kecil.

Dari kesemua contoh berikut pada saat penjurnalan menggunakan nama akun  Biaya, seperti biaya sewa atau biaya penyusutan kenapa tidak dibedakan dengan beban? karena yang harus digaris bawahi adalah kapan biaya tersebut diakui atau dianggap sebagai beban dan biaya tersebut memang sebagai biaya. Bukan berarti kita membedakan akun dengan biaya dan beban. Sebagai contoh pada Kiper semua akun biaya menggunakan nama Akun Biaya dan tidak di bedakan menggunakan akun beban karena konteks dari biaya dan beban hanya pengistilahan atau bagaimana memahami biaya dan beban itu sendiri.

Agar lebih bisa memahami dari konsep biaya dan beban perhatikan contoh dari kasus sebagai berikut :

Pada awal bulan tanggal 1 Januari 2015, PT. Untung membayar uang sewa kantor sebesar Rp. 1.000.000 untuk dua bulan dimuka atau kedepan. Pengeluaran (biaya) ini merupakan suatu aktiva yang berupa hak untuk menempati kantor selama dua bulan. Seiring berlalunya waktu sebagian dari masa telah terpakai (dinikmati) dan menjadi beban . Pada tanggal 31 Januari 2015 separuhnya telah terpakai sebesar Rp. 500.000 dan harus diperlakukan sebagai beban.

Ayat Jurnalnya :

Pada saat pengakuan sebagai aset/biaya

Sewa dibayar dimuka
1.000.000
kas/Bank
1.000.000

Pada saat pengakuan sebagai beban

Biaya sewa
500.000
Sewa dibayar dimuka
500.000

Contoh yang lain juga sama ketika kita membeli sebuah Mobil/kendaraan misalkan untuk pengiriman barang di balance sheet biaya dari pembelian mobil/kendaraan tersebut akan dicatat sebagai asset. Tetapi seiring berjalanya waktu, biaya tersebut akan berubah menjadi sebuah beban karena mobil tersebut tentunya akan mengalami penyusustan dari segi nilai ekonomisnya ketika dipakai dalam menjalankan bisnis dan itu pun tergantung dari metode apa dalam menghitung depresiasinya.
Ayat Jurnalnya :

Pada saat pengakuan kendaraan sebagai aset/biaya

Kendaraan/mobil
50.000.000
kas/Bank
50.000.000

Pada saat pengakuan kendaraan sebagai beban

Biaya penyusutan Kendaraan/mobil
520.833
Akumulasi penyusutan Kendaraan/mobil
520.833

Asumsi jika kendaraan disusutkan selama delapan tahun dengan metode garis lurus.

Sebagai tambahan lagi, jika di perusahaan manufacture kita mengenal istilah yang disebut Material Biaya, Direct Labor Biaya. Direct Labor Biaya ini diakui sebagai Biaya of Product (Biaya Produk). Jika produk tersebut tidak terjual maka keseluruhan Biaya of Product (termasuk Direct Labor) akan dicatat sebagai Asset. Ketika produk tersebut dijual, maka Biaya of Product tersebut akan dilaporkan sebagai Biaya Of Good Sold.

Pada saat barang belum terjual

Persediaan
50.000.000
Harga Pokok Penjualan
50.000.000

Pada saat barang terjual

Harga Poko Penjualan
520.833
Persediaan
520.833

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

kiper.com

5 CARA MEMPERTAHANKAN CIRI KHAS BISNIS

Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita akan menghadapi berbagai bentuk kendala, tak terkecuali adanya persaingan usaha. Menghadapi hal yang kadang diluar dugaan sudah menjadi bumbu yang jika kita jeli, maka akan membuat kita semakin giat dalam menjalankan bisnis tersebut.

Setiap bisnis yang ada sampai dengan saat ini tentu memiliki ciri khas masing-masing, dan untuk mempertahankan suatu ciri khas memanglah bukan perkara mudah, tapi bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman seputar tips cara mempertahankan ciri khas bisnis Anda agar tak seragam dengan pelaku bisnis lainnya.

1. Tentukan Identitas Warna

Setiap hari kita melihat warna, sedari kita bangun tidur, sampai dengan tidur lagi. Saya sering melakukan eksperimen kepada teman-teman saya tentang menanyakan warna dari produk tertentu. Dan 80% ketika menjawab, mereka menjawab warna yang mendominasi dari bisnis tersebut. Begitu pentingnya warna untuk identitas bisnis kita.

2. Panggilan Sayang Terhadap Konsumen

Bisnis yang ideal adalah bisnis yang meyapa dengan panggilan tertentu terhadap konsumen atau calon konsumen yang akan membeli atau menggunakan jasa kita. Seperti ketika rekan tim saya menyapa calon pengguna jasa mbojosouvenir, saya memanggil calon konsumen saya dengan panggilan “sob” atau “sobat mbojo”, ini akan memberikan kesan santai dan tidak terlalu kaku terhadap konsumen. Hati-hati dalam pemilihan panggilan, usahakan tidak terkesan menyinggung calon konsumen kita.

3. Penyajian Produk di SosialMedia

Untuk setiap apa saja yang disajikan di sosial media, kita harus memperhatikan kualitas penyajian dari produk atau tawaran jasa dari bisnis yang kita jalani. Untuk mendapatkan kualitas dalam penyajian, seorang pebisnis harus pandai dalam mengetahui umuran calon konsumen yang menggunakan bisnis kita. Pastikan penyajian kita bersifat universal, tidak kaku dan juga tidak kekanak-kanakan.

4. Jangan Jiplak Gaya Bisnis Pesaing

Hati-hati, bisnis bukan tentang kita bisa mengikuti peluang bisnis yang sudah berkembang, bisnis sebaiknya yang iconik alias bisa memberi hal baru yang tidak sama dengan yang lainnya. Walaupun pada akhirnya ada saja yang mengikuti atau plagiat bisnis kita, setidaknya konsumen akan tahu mana yang berkualitas, mana founder dan mana follower. Percayalah diri dengan gaya konten dari bisnis yang kita miliki.

5. Tak Hanya Tentang Untung, Gift Sangat Penting

Banyak yang mengira bahwa bisnis hanya tentang untung dan rugi, ya benar, kita juga harus memikirkan untung. Akan lebih beruntung lagi jika kita bisa membuat konsumen menjadi loyal terhadap bisnis kita (untuk jangka panjang), berilah gift gratis kepada konsumen. Dalam menjalankan bisnis, saya selalu memberi hal gratis kepada konsumen saya, dan hubungan saya dengan konsumen sangat erat sampai dengan saat ini.

Tetaplah percaya diri dengan ciri khas dari bisnis kita, jangan mudah terpancing untuk “menjiplak” gaya bisnis lainnya. Karena, konsumen sekarang sudah sangat pintar membandingkan sesuatu. Salam Sukses!

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

bisnisukm.com