Memahami Pengertian ISO 9001

Dalam hal bisnis, seringkali kita mendengar istilah ISO 9001. Mungkin, beberapa di antara Anda ada yang masih belum memahami, apakah yang dimaksud dengan ISO 9001 itu. Untuk itu, kali ini kita  akan membahas pengertian ISO 9001 dan peran pentingnya dalam dunia bisnis. Namun sebelum itu, lebih baik kita pahami terlebih dahulu, arti dari istilah ISO itu sendiri.

ISO adalah singkatan dari International Standardization Organization. Sesuai dengan namanya, ISO adalah suatu organisasi internasional yang berwewenang untuk menciptakan ketentuan standar yang berlaku di seluruh dunia. Anggota ISO terdiri dari berbagai warga negara untuk menjamin isi ketentuannya cukup adil. ISO berhak untuk membuat ketentuan standar dalam bidang apapun.

Pada awalnya, ISO memiliki nama IOS (International Organization for Standardization) ketika pertama kali diresmikan pada tahun 1947 di Swiss. Namun kemudian namanya dirubah menjadi ISO karena kata “iso” dalam bahasa Yunani memiliki arti “sama” atau “setara”.

Sejak awal berdiri hingga saat ini, sudah banyak ketentuan standar yang dibuat oleh ISO. Salah satunya adalah ISO 9001. Pengertian ISO 9001 adalah ketentuan standar yang diakui secara internasional untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM).

Sistem Manajemen Mutu adalah kemampuan suatu perusahaan atau penyedia jasa/produk dalam menjaga kualitas mutu dari produk maupun jasa yang dijualnya. Jika suatu perusahaan sudah memiliki sertifikasi ISO 9001, maka dapat dikatakan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut sudah tentu memiliki mutu yang terjamin.

Manfaat dari ISO 9001 itu sendiri antara lain:

  1. Menjamin kepuasan pelanggan terhadap produk/jasa yang dijual
  2. Meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan
  3. Menanamkan rasa bangga bagi karyawan sehingga memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi
  4. Mempermudah perusahaan untuk memperoleh bisnis dan mitra yang lebih baik dan lebih banyak
  5. Sebagai materi untuk menganalisa kemampuan suatu perusahaan
  6. Meningkatkan manajemen pengendalian resiko sehingga perusahaan lebih stabil
  7. Sistem perusahaan jadi semakin rapi dan terarah

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

sudutbacaan

MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. tujuan dari laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Dilihat dari tujuannya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai, maka laporan keuangan memiliki empat karakteristik kualitatif, yaitu:

  • Dapat dipahami – informasi yang disampaikan dapat dipahami dan istilah yang digunakan disesuaikan dengan pemahaman pemakai
  • Relevan – informasi yang disajikan di dalam laporan keuangan dapat mempengaruhi keputusan pengguna, sehingga isinya haruslah relevan.
  • Keandalan – informasi yang disusun dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkandan kesalahan material
  • Dapat diperbandingkan – laporan keuangan akan berguna apabila bisa dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya

Dalam peyusunan laporan keuangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah komponen yang harus ada pada laporan keuangan itu sendiri.

  1. Neraca – laporan posisi keuangan dari entitas pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada akhir tahun.
  2. Laporan rugi laba – laporan hasil operasi sebuah entitas selama periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
  3. Laporan ekuitas (modal)pemilik – laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk suatu periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
  4. Laporan arus kas – laporan yang menggambarkan jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu

LANGKAH – LANGKAH MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN

Penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan bertahap dan teliti karena nantinya informasi yang disajikan akan dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Langkah-langkah tersebut secara sederhana dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Menyusun Neraca Saldo. Neraca saldo adalah suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit. Penyusunan ini dilakukan kalau semua jurnal sudah dibukukan ke dalam masing-masing rekeningnya di buku besar. Karena penyusunannya sebelum adanya ayat jurnal penyesuaian maka neraca ini sering disebut Neraca Saldo sebelum Penyesuaian, dimana informasi yang disajikan dapat digunakan untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit dari seluruh rekening di buku besar dan merupakan tahap pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur.

2. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian. Beberapa transaksi mungkin belum tercatat dan masih tidak sesuai dengan keadaan di akhir periode, sehingga data tersebut dikumpulkan untuk membuat jurnal penyesuaian.

3. Menyusun neraca lajur (worksheet). Neraca lajur atau kertas kerja merupakan suatu cara yang memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan akan nampak pada kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan rugi laba.

4. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan lainnya. Laporan-laporan tersebut dapat disusun langsung di neraca lajur, karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Kemudian, kedua laporan tersebut diubah bentuknya sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan rugi laba yang lebih mudah dibaca dan dianalisa.

5. Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening. Setelah rekening-rekening di dalam buku besar disesuaikan, maka berikutnya adalah membuat jurnal penutupan untuk menutup rekening-rekening nominal ke rekening rugi laba dan memindahkan saldo rugi laba ke rekening laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke buku besar sesuai dengan rekening-rekening yang bersangkutan.

6. Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan. Untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah neraca saldo setelah penutupan yang isinya rekening-rekening real saja, bukan termasuk nominal yang sudah ditutup.

rumuslengkap

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

email : info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

PENYESUAIAN KE ISO 9001 : 2015

IMPLEMENTASI ISO 9001 : 2015

Implementasi ISO 9001 : 2015 harus segera dilaksanakan oleh  manajemen yang telah menerapkan dan memiliki sertifikat ISO 9001.  ISO 9001 adalah standar Sistem Manajemen Mutu yang digunakan organisasi untuk dapat secara konsisten menghasilkan produk dan layanan yang memenuhi persuaratan pelanggan.

Pertama kalinya Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dipublikasikan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization (ISO), sebuah organisasi internasional yang beranggotakan Badan Standar Nasional lebih dari 160 negara. Saat ini lebih dari satu juta organisasi di seluruh dunia telah menerapkan Standar Manajemen Mutu ISO 9001.

Pada Studi Penelitian Harvard Business School yang membandingkan 916 organisasi yang menerapkan ISO 9001 dengan 17.849 organisasi yang tidak menerapkan ISO 9001. Dari hasil studi mengemukakan bahwa organisasi yang menerapkan ISO 9001 menikmati ‘keuntungan bisnis’ berupa tingkat pertumbuhan yang lebih baik, meningkatkan produktifitas, menurunkan tingkat waste/reject dan meningkatkan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja.”

ISO 9001 terbaru adalah revisi terakhir pada tahun 2015 yang merupakan generasi ke lima setelah empat kali mengalami revisi sejak pertama kali dipublikasikan. Organisasi yang telah memiliki Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 disarankan untuk dapat memenuhi persyaratan terbaru ISO 9001. Walaupun ISO Committee on Conformity Assessment (CASCO) telah setuju untuk ada 3 (tiga) tahun masa transisi sejak SMM ISO 9001 terbaru ini dipublikasikan.

BEBERAPA TAHAP IMPLEMENTASI ISO 9001 : 2015

Organisasi yang saat ini telah memiliki sertifikat ISO 9001 : 2008 , disarankan untuk meng upgrade ke SMM ISO 9001 : 2015. Beberapa rekomendasi tahap yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mengidentifikasi perbedaan antara persyaratan ISO 9001 : 2008 dan ISO 9001 : 2015
  2. Menetapkan rencana migrasi ISO 9001: 2015
  3. Melakukan training
  4. Menyesuaikan dokumentasi yang ada
  5. Mengundang Badan Sertifikasi untuk melakukan Audit Sertifikasi 9001 : 2015

 

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Pengenalan akan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) ISO 9001

Pengenalan akan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) ISO 9001

Apakah itu ISO 9001?

QMS ISO 9001 merupakan sebuah standar sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional. ISO 9001 adalah tolak ukur global untuk sistem manajemen mutu yang telah diterbitkan sebanyak lebih dari satu juta di seluruh dunia.

Siapa yang dapat menggunakan QMS ISO 9001?

ISO 9001 bisa diterapkan di seluruh jenis organisasi tanpa melihat besaran maupun lokasi di mana organisasi tersebut berada. Salah satu kekuatan utama ISO 9001 adalah daya tariknya yang luas untuk semua jenis organisasi. Oleh karena lebih berfokus pada proses dan kepuasan pelanggan daripada prosedur, maka ISO 9001 juga bisa diterapkan di perusahaan penyedia jasa (tidak hanya manufaktur).

Sektor global juga terus memfokuskan upaya mereka pada kualitas, dengan sektor derivatif QMS yang spesifik, ISO 9001 juga sesuai untuk sektor otomotif, kedirgantaraan, pertahanan dan sektor medis.

Mengapa ISO 9001 Penting Untuk Bisnis Anda?

QMS ISO 9001 menyediakan infrastruktur, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu organisasi Anda memonitor dan meningkatkan kinerja demi mendorong efisiensi, layanan pelanggan dan keunggulan produk.

Sebuah sertifikasi ISO 9001 QMS membantu Anda menyampaikan:

  • Keterlibatan para pemangku kepentingan
  • Reputasi organisasi (perusahaan)
  • Kepuasan pelanggan, dan
  • Manfaat kompetitif

 

Pada kesempatan lain, kami akan membahas lebih mendetail mengenai Sistem Manajemen Mutu ISO 9001. Terima kasih

 

ISO | Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

  1. info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016

Selamat Tahun Baru 2016 bagi kita semua. Semoga di tahun ini segala sesuatu menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Percayalah dan selalu berusaha yang terbaik. Niscaya, jerih payah kita tidak akan sia-saia.

Coffee Break — Sekedar mengingatkan dalam bisnis , apakah kita mencintai produk Indonesia?
Kita sudah sama memasuki tahun baru 2016. Sebagian besar  kita masih merasa seperti tahun-tahun yang sebelumnya. Padahal tahun 2016 ini tahun baru yang berbeda, dimana tahun 2016 ini Indonesia akan BERUBAH TOTAL ?

Kita menjadi satu kesatuan! Pasar bersama yang namanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), artinya semua orang dari negara-negara Asean bebas masuk dan berbisnis di area kita.

Jangan kaget kalau akan banyak Perusahaan Fashion, Logistik Singapura, Kantor-kantor Akuntan Singapura, Konsultan-Konsultan Penilai  Malaysia,  Pengacara Filipina, POM Bensin Petronas, salon-salon Vietnam, warung-warung Filipina, bengkel Myanmar atau bahkan Panti Pijat Thailand akan ada di lingkungan rumah kita, bersaing langsung dengan usaha kita.

Juga pasar tenaga kerja kita akan diserbu tenaga profesional dari negara Asean. Akan lebih  banyak nanti orang Malaysia, Filipina, Thailand atau Singapore bareng satu lift dengan kita di gedung yang sama.

Bagaimana kita bisa survive? Kuncinya Indonesia Incorporated!,  Indonesia first . Kita harus bersatu sebagai bangsa Indonesia, bangga dengan produk dalam negeri, utamakan produk bangsa Indonesia (Indonesia first). Dengan membeli produk Indonesia sebagai prioritas,  bantu dan dukung usaha bangsa Indonesia sendiri dan berlomba memberi layanan yang makin baik, cepat dan profesional.

Tentu saja produk kita dan layanan kita harus berkualitas, sehingga mampu bersaing secara fair.

Di bidang SDM kita juga harus siap bersaing lebih ketat. Kuncinya kualitas SDM kita harus unggul dan profesional. Kemampuan komunikasi Bahasa Asing kita juga harus ditingkatkan. Tentunya kita tidak menginginkan kita sendiri dan anak cucu kita  menjadi jongos di negeri kita sendiri bukan?. Oleh karenanya Universitas-universitas kita harus mampu meningkatkan kulitas lulusannya. Perusahaan-Perusahaan Dalam negeri kita juga jangan bermental inlander, yang menganggap bahwa orang Asing itu pasti lebih hebat. Pengusaha kita harus juga mengusahakan lulusan dalam negeri kita yg berkualiitas dibanding Tenaga dari negeri tetangga.

Di samping itu semua ketahanan budaya kita juga harus diperkuat. Pendidikan ahlak  harus dimulai sejak dini di lingkungan rumah kita masing-masing, agar anak2 kita kelak tidak larut dan terombang-ambing dalam arus globalisasi.

Selamat Tahun Baru MEA 2016, selamat datang Masyarakat Ekonomi Asean.

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit |

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Apa Saja Yang Termasuk dalam Komponen Modal Kerja

Mengelola modal kerja (working capital) secara efektif, krusial bagi setiap usaha—apapun usaha yang dijalankan. Jika salah kelola, bukan hanya bisa membuat operasional perusahaan menjadi tidak lancar, bahkan bisa bikin bangkrut. Sehingga, bisa dikatakan bahwa: pengelolaan modal kerja sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apa saja komponen modal kerja itu, bagaimana caranya mengelola modal kerja secara efektif?

Apa Itu Modal Kerja Yang Sesungguhnya, Apa Saja Elemennya?

Istilah “Modal Kerja”, sesungguhnya sudah dikenal luas. Tidak hanya pengusaha kelas konglomerat yang biasa menyebut “Kredit Modal Kerja,” penjual pasir kubikanpun kenal dengan jenis kredit yang satu ini.

Mas Tugiyo pemilik warung sebelahpun bisa mengatakan “kekurangan modal kerja” ketika ingin menambah barang dagangannnya jual pulsa HP

Namun apa yang disebut dengan “modal kerja” oleh Mas Tugiyo mungkin hanya sebagian, atau bahkan sama sekali berbeda dengan “modal kerja” dari perspektif keuangan maupun akuntansi.

Tergantung:

  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk membayar tambahan sewa perluasan warung, berarti tidak sama dengan modal kerja dari perspektif keuangan.
  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk membeli rak pajangan HP atau kartu perdana, berarti tidak sama dengan modal kerja dari sudut pandang keuangan.
  • Jika yang dimaksudkan oleh Mas Tugiyo adalah uang untuk merehab warung supaya lebih kinclong, berarti tidak sama dengan modal kerja menurut akuntansi dan keuangan.

Menurut keuangan maupun akuntansi, yang dimaksud dengan modal kerja adalah modal (tidak selalu dalam bentuk kas) yang dipergunakan untuk menjalankan aktivitas pembentukan jasa/produk yang dijual, di sepanjang siklus, yang waktu perputarannya relatif singkat—biasanya di bawah satu tahun buku.

Catatan: Yang dimaksud dengan perputaran di sini adalah perubahan bentuk (wujud) dari awal hingga kembali lagi ke bentuk semula. Perputaran kas misalnya, adalah perubahan dari kas menjadi bentuk lain, hingga akhirnya kembali ke bentuk kas lagi.

 

Untuk kasus Mas Tugiyo misalnya, rak pajangan HP bukan bagian dari modal kerja karena wujudnya akan tetap rak—tidak akan pernah berubah menjadi kas kembali, karena tujuan utama Mas Tugiyo bukan untuk jualan rak. Sedangkan stok kartu perdana adalah bagian dari modal kerja karena wujudnya bisa berubah menjadi penjualan, pendapatan lalu kembali ke bentuk kas dalam waktu yang relatif singkat.

Nah itu kan warung pulsa—yang sudah pasti aktivitas dan volumenya jauh lebih kecil dan lebih sederhana jika dibandingkan dengan mini market, apalagi perusahaan berskala korporasi. Bagaimana dengan di perusahaan berskala menengah atau besar?

Pada dasarnya sama, hanya saja ragam dan skalanya lebih besar dan proses perputarannya lebih rumit. Nah, apa saja itu?

Jika dilihat di Neraca perusahaan, yang masuk dalam kelompok modal kerja adalah: semua jenis aktiva lancar—mulai dari kas, piutang dagang, hingga persediaan barang.

Sekalilagi yang merupakan elemen modal kerja meliputi: Kas, Piutang, Surat Berharga, dan Persediaan barang dagangan. Keempat akun ini memiliki perputaran yang pendek—yang jika salah kelola (mismanaged), bukan saja mengganggu operasional perusahaan tetapi juga bisa bikin bangkrut. Sebaliknya jika dikelola secara efektif, minimal bisa membuat operasional perusahaan berjalan mulus. Lebih bagus lagi jika dapat menciptakan peluang untuk memperoleh keuntungan.

jurnalakuntansikeuangan

Salam,
CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

e. info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Apa itu pajak PPN, jasa, dan bagaimana menghitungnya?

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen atau secara Cuma-Cuma/hadiah. PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, karena pajak tersebut disetor oleh pihak lain sebagai pemungut, yang bukan penanggung pajak.

Mekanisme pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP, dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya, sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh, atau membuat produknya.

Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN, yaitu sebesar 10 persen. Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. 8/1983 berikut revisinya, yaitu Undang-Undang No. 11/1994 dan Undang-Undang No. 18/2000.

Berikut cara menghitung PPN :

 Adapun beberapa jenis barang dan jasa yang dikecualikan terena PPN yaitu

  1. Barang hasil tambang yang langsung diambil dari sumbernya
  2. Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat
  3. Makanan yang disajikan oleh hotel/restoran
  4. Uang, emas batangan dan surat-surat berharga
  5. Jasa pelayanan kesehatan
  6. Pengiriman via perangko pt pos
  7. Pelayanan social
  8. Leashing/ sewa guna dengan hak opsi
  9. Bidang keagamaan
  10. Pendidikan
  11. Kesenian
  12. Penyiaran non komersilangkutan umum
  13. Bidang tenaga kerja
  14. Perhotelan dan,
  15. Jasa yg dilakukan oleh badan pemerintah

hartaku

CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

 

PENTINGNYA MEMPELAJARI PAJAK BUNGA PINJAMAN

Jika berbicara mengenai dunia akuntansi pasti kita tidak akan pernah lepas dari dunia perpajakan yang juga ada di dalamnya. Dalam membayar pajak setiap orang pasti akan memperhitungkan terlebih dahulu sehingga mereka tidak akan salah pada saat wajib membayar pajak tiba waktunya. Ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi mereka yang belum pernah melakukan pembayaran pajak. Ada sebuah pajak yang mungkin tidak banyak dikenal yaituPajak Bunga Pinjaman, jika ada beberapa orang yang jarang melakukan pinjaman mungkin mereka akan sangat terasa asing dengan pajak ini.

 

Pajak ini sebenarnya akan didapatkan oleh semua orang yang meminjam uang dalam jumlah tertentu dan juga pada bank tertentu. Sehingga ketika akan meminjam uang sebenarnya kita harus melakukan penghitungan yang sangat lengkap sekali. Jika tidak melakukan penghitungan bisa saja ada tagihan yang bisa luput dari perhatian kita seperti berapa jumlah pajak yang harus kita bayarkan setiap bulannya. Semua biaya ini memang sangat penting sekali untuk kita bayarkan karena jika tidak akan membuat nama kita bisa saja dicoret dari daftar pembayaran pajak.

 

Pinjaman uang biasanya memiliki jumlah yang berbeda-beda setiap orangnya sehingga mereka harus tahu apakah peminjaman ini akan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Jika pinjaman ini sesuai dengan apa yang kita butuhkan maka kita akan mendapatkan uang yang sesuai dengan kita inginkan. Maksud dari pajak dalam subjek ini adalah kita akan membayarkan sejumlah uang sebagai pajak dalam pinjaman kita. Karena jika tidak ada pajak maka pemerintah dan juga pihak bank tidak akan mendapatkan apapun. Pajak ini jumlahnya juga disesuaikan dengan berapa pinjaman yang kita lakukan.

 

Ada beberapa orang yang terpaksa harus mencari pinjaman dengan pajak murah karena mereka memang tidak memiliki cukup uang. Tetapi sejak pinjaman menggunakan pajak ada banyak pemasukan untuk negara yang akan sangat berguna sekali untuk mengembangkan fasilitas dan juga untuk membangun kembali negara ini. Besaran pajak memang akan berbeda dengan pajak yang lainnya namun hal ini akan menjadi sebuah hal yang sangat berguna sekali. Jadi jangan sampai terlewat dalam pembayaran pajak ini.

 

Penggunaan pajak ini sebenarnya tidak akan mengganggu siapa saja yang belum pernah mengajukan pinjaman. Karena menurut beberapa orang pajak ini sebenarnya jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terasa pada perbedaan jumlah pinjaman kita. Untuk itu sebenarnya kita bisa tetap mengajukan pinjaman dengan baik dan juga mendapatkan hasil yang sangat maksimal dengan pinjaman ini. Jangan sampai karena ada pajak beberapa orang tidak jadi meminjam uang.

 

Ada beberapa orang yang bertanya mengenai pajak bunga pinjaman berapa sebenarnya yang harus dibayarkan. Ini semua akan bergantung kembali dengan bank dan juga kebijakannya yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan dari pajak ini antara lain:

 

  1. Besaran pajak, ini sudah pasti akan sangat menjadi perhatian serius.
  2. Waktu, berapa lama pajak ini akan diambil dari jumlah pinjaman kita.
  3. Persen, biasanya persen akan mempermudah kita menentukan berapa pajak yang harus dibayarkan.
  4. Jumlah pinjaman kita, karena ini akan menentukan apakah pinjaman ini akan membuat kita sulit atau tidak.

 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pinjaman uang bagi mereka yang belum tahu caranya. Berikut ini adalah cara meminjam uang antara lain:

 

  • Kita bisa datang ke bank tempat dimana mereka menyediakan peminjaman uang.
  • Mengisi segala formulir yang dibutuhkan dan juga memberikan persyaratan yang dibutuhkan oleh pihak bank.
  • Mendapatkan uang pinjaman setelah mengetahui apakah pinjaman kita disetujui.
  • Uang bisa diambil setelah semua dokumen sudah lengkap dan setiap bulannya kita akan membayarkan tagihan ini dan pada akhirnya akan dipotong dengan pajak.

 

Ada juga beberapa bank yang tidak terlalu menonjolkan besaran bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh nasabah mereka. Oleh karena itu ada baiknya jika kita mendapatkan bunga yang seharusnya kita dapatkan. Pinjaman yang besar maka pajaknya akan semakin besar karena persen yang akan semakin meningkat. Jadi pinjaman kecil juga akan sesuai dengan jumlah pinjamannya tidak akan diberikan bunga yang sangat besar. Biasanya mereka yang meminjam akan dikenakan bunga sebesar 1% sementara itu untuk pajak biasanya akan lebih kecil.

 

Meskipun ada beberapa biaya diatas tidak menutup keinginan masyarakat Indonesia untuk selalu meminjam uang di bank. Mereka tetap mau dan beberapa ada yang sering membayar tidak tepat waktu, hal ini yang membuat banyak bank memberikan pajak yang cukup besar. Jadi jangan sampai sebagai peminjam uang kita tidak membayarkan pajak yang sesuai. Tetapi uang yang dipinjam juga harus sesuai penggunaannya jangan digunakan untuk beberapa hal yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

 

Untuk menghitung mengenai perpajakan sebenarnya kita bisa menggunakan ilmu akuntansi karena semua sumber perpajakan ini berasal dari akuntansi. Inilah yang menjadi dasar beberapa orang untuk mengetahui beberapa hal mengenai peminjaman uang. Pajak yang besar ini memang membuat ada beberapa orang kesulitan dan juga membuat mereka kesulitan dalam menentukan mana yang cocok untuk mereka. Besaran uang yang dipinjam harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Jadi pembayaran tagihan pinjaman ini sudah akan termasuk dengan pajak bunga pinjaman yang akan kita dapatkan. Pada saat membayar sudah bisa menggunakan ATM dan juga datang langsung ke bank tempat kita meminjam uang dengan menggunakan slip setoran.

uangteman

CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Menjurnal Selisih Kelebihan Pembayaran Piutang Dagang

Yang saya maksudkan dengan “selisih kelebihan pembayaran piutang dagang” dalam tulisan ini adalah: pelanggan (atau pembeli) membayar lebih dari tagihan yang kita kirimkan. Misalnya: PT. JAK memiliki piutang dagang (tagihan) sebesar Rp 4,500,000 kepada PT. ABC, tetapi entah mengapa PT. ABC membayar Rp 5,000,000, sehingga terjadi selisih kelebihan pembayaran piutang dagang sebesar Rp 500,000. Bagimana menjurnal selisih kelebihan pembayaran piutang dagang tersebut?

Ini model transaksi pembayaran piutang dagang yang mestinya jarang terjadi, tetapi pada kenyataannya di lapangan, rupanya banyak terjadi. Hal itu bisa saya lihat dari seringnya muncul pertanyaan yang sama—sejak tahun 2005 dan terus berulang hingga saat ini.

Yang sedikit mengagetkan saya adalah, adanya pendapat yang dengan serta-merta mengatakan bahwa:

Selisih pembayaran yang diterima dicatat sebagai Pendapatan Lain-Lain.”

Misalnya: Seperti contoh di awal tulisan, mereka yang berpendapat demikian menyarankan agar selisih yang Rp 500,000 tersebut diakui sebagai “Pendapatan Lain-Lain” sehingga jurnal atas penerimaan pembayaran tersebut menjadi:

[Debit]. Kas = Rp 5,000,000
[Kredit]. Piutang Dagang – PT. ABC = Rp 4,500,000
[Kredit]. Pendapatan Lain-lain = Rp 500,000

Apakah jurnal itu benar? Lebih spesifiknya: apakah selisih kelebihan pembayaran piutang dagang boleh diakui sebagai pendapatan lain-lain?

Sayang sekali, tidak ada standar akuntansi yang secara ekplisit menyebutkan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh diakui sebagai pendapatan. PSAK 23misalnya, hanya menyebutkan:

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.”

IAS 18 juga menyebutkan hal yang serupa (“Revenue is income that a company receives from its normal business activities, usually from the sale of goods and services to customers.”)

Dari kedua definisi tersebut, mari kita uji apakah selisih pembayaran piutang dagang memenuhi kriteria pendapatan atau tidak:

  • Pengujian-1. “Arus masuk bruto” – Apakah selisih kelebihan pembayaran piutang tersebut adalah arus masuk bruto? IYA.
  • Pengujian-2. “Dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas” – Apakah selisih kelebihan pembayaran piutang tersebut timbul dari aktivitas normal entitas (perusahaan)? TIDAK, melainkan timbul dari aktivitas tidak normal yaitu kesalahan pembayaran oleh pelanggan.
  • Pengujian-3. “Jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas” – Apakah selisih kelebihan pembayaran piutang tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas (modal)? IYA untuk sementara—jika diakui sebagai pendapatan.

Di pengujian pertama lolos. Di pengujian kedua tidak lolos, tetapi karena tidak berasal dari aktivitas normal entitas, maka SEPERTINYA bisa dimasukan ke dalam kelompok “Pendapatan Lain-Lain,” mungkin (ini baru mungkin lho.) Di pengujian ketiga, tidak lolos karena kenaikan ekuitas terjadi masih bersifat sementara (sampai kelebihan tersebut dikembalikan ke pelanggan).

Dari ketiga pengujian di atas, terus-terang saja, saya tidak bisa menarik kesimpulan apapun. Mereka yang membuat PSAK 23 mungkin tahu persis apa yang bisa disebut dengan “aktivitas entitas normal” dan apa yang tidak, tetapi sayang sekali tidak secara ekplisit menyebutkan apakah selisih kelebihan pembayaran piutang bisa dianggap sebagai arus bruto dari aktivitas normal atau tidak.

Dalam praktek akuntansi sehari-hari, pendapatan yang tidak berasal dari aktivitas normal biasanya diakui sebagai “Pendapatan Lain-lain,” IYA. Namun sejauh yang pernah saya lihat (dan ini dibolehkan oleh Ditjend Pajak), yang diakui sebagai pendapatan lain-lain adalah:

  • Pendapatan Atas Bunga Jasa Giro (bunga yang diperoleh dari bank atas rekening giro)
  • Penjualan aktiva Tetap
  • Pendapatan Jasa pada perusahaan non-jasa
  • Pendapatan Komisi pada perusahaan non-agen
  • Penjualan barang pada perusahan non-dagang.

Saya BELUM pernah menemukan pendapatan lain-lain yang berupa selisih kelebihan pembayaran piutang dagang. Di sisi lainnya saya yakin kasus seperti ini cukup sering terjadi, akan tetapi kemungkinan besar selisih tersebut tidak pernah diakui sebagai pendapatan lain-lain.

Sekalilagi, dari standar akuntansi saya tidak menemukan jawaban yang gamblang apakah selisih kelebihan pembayaran piutang dagang boleh atau tidak boleh diakui sebagai pedapatan lain-lain. Bisa dibilang BUNTU. Tidak ada simpulan yang pasti. Mungkin itu sebabnya mengapa sampai saat ini kasus tersebut masih saja menjadi bahan pertanyaan—setidaknya bagi sebagian orang accounting.

Melalui tulisan ini, ijinkan saya mengemukakan pendapat pribadi (di luar standar-standar yang ada)—yang tentu saja tidak harus anda setujui atau ikuti.

Saya memandang persoalan ini dengan menggunakan pendekatan yang agak berbeda, yaitu: dari aspek “hak” dan “kewajiban.” Dan, saya punya dasar pertimbangan—yang menurut saya cukup kuat—mengapa saya menggunakan pendekatan hak-dan-kewajiban (silahkan sampaikan pendapatnya jika anda pikir argument saya tidak cukup kuat atau bahkan keliru.)

Apa dasar pertimbangannya?

Setiap transaksi dagang (baik yang komoditinya berupa produk maupun jasa,) pada dasarnya adalah proses pertukaran “hak” dan “kewajiban” atas sesuatu yang dipertukarkan (diperjualbelikan).

Misalnya:

Anda pedagang komputer. Suatu ketika ada penjualan satu unit komputer kepada pelanggan A. Sebelum komputer diserahkan, “hak” kepemilikan atas komputer tersebut ada pada anda. Begitu komputer tersebut diserahkan (atau dikirimkan) kepada pelanggan A, maka hak kepemilikan atas komputer tersebut berpindah dari tangan anda ke tangan pelanggan A. Sebagai imbal-balik atas penyerahan hak kepemilikan komputer tersebut anda “berhak” untuk menerima kas—bila penjualan tunai, atau piutang (alias tagihan) bila penjualan kredit.

Inilah yang menjadi dasar pertimbangan mengapa pengakuan pendapatan (revenue recognition) hanya boleh dilakukan bila pendapatan:

(a) sudah terbentuk secara sempurna; dan
(b) dapat diukur dengan akurat

Kapan suatu pendapatan dikatakan terbentuk secara sempurna? Pada saat hak kepemilikan atas komoditi (barang/jasa) yang diperdagangkan berpindah dari penjual ke pembeli (bukan pada saat pembayaran.)

Dengan menggunakan pendekatan ‘hak-dan-kewajiban’ ini, saya melihat: “pendapatan”—apapun jenisnya—adalah “hak” (earned) sebagai imbal-balik atas barang/jasa/pemberian value-added yang diserahkan kepada pihak pelanggan atau pembeli.

Nah pertanyaannya: Apakah selisih lebih pembayaran piutang dagang yang diterima bisa disebut sebagai “hak”?

Jelas, TIDAK. Justru malah “kewajiban”—yang suatu saat nanti harus dikembalikan kepada yang punya hak, yaitu pelanggan. Sehingga akan menjadi lebih masuk akal bila diakui sebagai “utang.”

Oleh karena itu jurnal yang lebih masuk akal (menurut saya) adalah:

[Debit]. Kas = Rp 5,000,000
[Kredit]. Piutang Dagang – PT. ABC = Rp 4,500,000
[Kredit]. Utang Lain-lain – PT. ABC = Rp 500,000

Pada saat kelebihan pembayaran itu dikembalikan jurnalnya:

[Debit]. Utang Lain-lain – PT. ABC = Rp 500.000
[Kredit]. Kas = Rp 500,000

Pengakuan atas selisih kelebihan pembayaran piutang dagang sebagai “utang” juga lebih memenuhi prinsip kehati-hatian (conservatism principle) yang pada dasarnya memandatkan agar: “Akativa tidak lebih diakui (overstated), dan kewajiban tidak kurang diakui (understated).”

Alternative lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonpensasikan selisih kelebihan pembayaran tersebut ke pembelian berikutnya (jika pelanggan setuju). Jika alternative ini yang dilakukan maka selisih pembayaran tersebut diakui sebagai “Piutang” bernilai negative, sehingga jurnal atas pembayaran tersebut menjadi:

[Debit]. Kas = Rp 5,000,000
[Debit]. Piutang Dagang – PT. ABC = Rp (500,000)
[Kredit]. Piutang = Rp 4,500,000

Dengan pengakuan piutang bernilai negative ini, maka saldo buku besar piutang terhadap PT. ABC, untuk sementara, akan bersaldo negative sebesar selisih pembayaran tersebut, yaitu Rp 500,000. Pada saat ada penjualan kepada PT. ABC lagi, di masa yang akan datang, maka otomatis saldo piutang dagang kepada PT. ABC menjadi berkurang sebesar Rp 500,000 (artinya terkompensasi)

Bagimana jika selisih kelebihan pembayaran piutang tersebut tidak dikembalikan?” Mungkin ada yang berpikir seperti itu.

Saya tidak menemukan alasan mengapa perusahaan ingin memiliki sesuatu yang bukan hak-nya.

Masalahnya, yang punya uang sudah meninggal atau perusahaannya sudah tidak ada lagi.”

Kalau memang demikian adanya, kembalikan kepada ahli warisnya, atau pemiliknya (jika perusahaannya sudah bangkrut). Bagaimana jika yang berhak tidak bisa ditemukan? Bayarkan kepada panti asuhan atau siapa saja yang dianggap kurang mampu.

http://www.jurnalakuntansikeuangan.com

CAN CONSULTING

Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi

www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com

info@canconsulting.net

Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177

Mengapa Kita Membutuhkan Akuntansi

MENGAPA KITA MEMBUTUHKAN AKUNTANSI

Selama perekonomian negara menggunakan uang sebagai alat pembayaran maka akuntansi selalu memiliki peran penting. Oleh karenanya, berbagai organisasi, misalnya perusahaan, lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, yayasan, organisasi kemasyarakatan,  bahkan toko kecil-pun membutuhkan akuntansi. Alhasil, anda perlu mengetahui logika dan cara kerja akuntansi agar dapat memahami informasi yang dihasilkan akuntansi, bahkan dapat mengembangkan akuntansi yang sesuai kebutuhan anda.

Akuntansi menyajikan informasi yang bersifat keuangan. pengembangan akuntansi dilandaskan pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu matematika, prinsip-prinsip dasar, dan rancang-bangun. pilar matematika menjaga keseimbangan antara total penggunaan dan pemerolehan dana. Pilar prinsip-prinsip dasar membuat pengembangan akuntansi lebih terarah. Pilar rancang-bangun menjadikan akuntansi dapat menyajikan informasi keuangan sesuai kebutuhan para pengguna.