KECURANGAN DAN PENGENDALIAN DALAM PENJUALAN KREDIT

Bentuk Kecurangan:
Lapping
Pengendalian yang Relevan:
– Pemisahan tugas antara karyawan yang bertanggung jawab untuk menerima kas dari pelunasan piutang konsumen dan karyawan yang bertanggung jawab untuk mencatat pelunasan piutang.
– Mendorong konsumen untuk melunasi piutang dengan transfer ke rekening perusahaan.
– Rutin mengirim pernyataan piutang kepada konsumen sehingga konsumen akan komplain jika ada lapping.
– Mewajibkan setiap karyawan untuk memakai hak cuti mereka agar pekerjaan setiap karyawan dapat di-review orang lain.

Bentuk Kecurangan:
Konsumen hantu (konsumen fiktif)
Pengendalian yang relevan:
– Pemisahan tugas antara bagian pencatatan piutang dan pihak yang berwenang untuk menghapus piutang macet.
– Ketelitian pada saat menelaah calon konsumen baru, termasuk memastikan bahwa calon konsumen tersebut benar-benar eksis.

Bentuk Kecurangan:
Pencurian cek yang diterima dari konsumen
Pengendalian yang relevan:
– Kebijakan untuk meminta konsumen membuat cek atau BG atas nama. Jadi, nama perusahaan kita sebagai pihak penerima kas mesti tertulis secara eksplisit dalam lembar cek.
– Kebijakan bahwa cek tidak boleh diuangkan. Cek hanya bisa dicairkan dan dana akan langsung masuk ke rekening perusahaan.
– Rutin mengirim surat pernyataan piutang ke konsumen.
– Pemisahan tugas antara yang berwenang untuk menerima cek dari konsumen dan yang menyetorkan cek ke bank.
– Meminta konsumen memberitahukan secara tertulis jika konsumen melakukan pelunasan piutang (misalnya mentransfer uang).

Bentuk Kecurangan:
Konsumen yang sengaja membuat kredit macet
Pengendalian yang relevan:
– Memastikan keberadaan konsumen.
– Memberi kredit sesuai dengan kapasitas konsumen (besar kecilnya usaha dan omzet konsumen).
– Penetapan kebijakan bahwa setiap faktur dari transaksi sebelumnya harus lunas sebelum konsumen bisa membeli secara kredit.

Lilis Setiawati

Widarti R

Advertisements

Kecurangan dan Pengendalian dalam Penjualan Tunai

Pengendalian Teknis untuk Meminimalkan Ragam Kecurangan di Perusahaan
Kecurangan dan Pengendalian dalam Penjualan Tunai
Bentuk Kecurangan:
Penggelapan kas dari penjualan tunai
Pengendalian yang Relevan:
– Penggunaan nota penjualan bernomor urut tercetak
– Penggunaan cash register
– Pemisahan tugas antara kasir dan pelayan toko
– Pencatatan mutasi persediaan
– Pelaksanaan stok fisik persediaan oleh karyawan selain karyawan gudang

Bentuk Kecurangan:
Pencurian setoran kas dari para kasir
Pengendalian yang Relevan:
– Penggunaan bukti serah terima uang kas dari kasir ke manajer cabang
– Penerapan kebijakan bahwa total kas diterima dari penjualan harus disetorkan ke bank
– Pengecekan oleh auditor internal bahwa total bukti serah terima pada satu hari sama dengan total kas yang disetorkan ke bank

Bentuk Kecurangan:
Pencurian kas yang akan disetorkan ke bank
Pengendalian yang Relevan:
– Memisahkan karyawan yang bertugas menyetorkan uang ke bank dengan akryawan yang bertugas menghitung dan menyiapkan kas yang akan disetorkan ke bank.
– Auditor Internal mesti mencocokkan kesesuaian jumlah setoran yang tertulis di slip setoran bank dan hasil hitungan jumlah kas yang akan disetorkan ke bank.

Lilis Setiawati

Widarti