Metode dan Jenis Analisis Laporan Keuangan

Terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan yang biasa dipakai yaitu:
1. Analisis vertical (statis), yaitu analisis yang dilakukan terhadap hanya satu periode laporan keuangan saja.
2. Analisis horizontal (dinamis) merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode.

Jenis-jenis teknik analisis laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah:
1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan
2. Analisis trend
3. Analisis persentase per komponen
4. Analisis sumber dan penggunaan dana
5. Analisis sumber dan penggunaan kas
6. Analisis rasio
7. Analisis kredit
8. Analisis laba kotor
9. Analisis BEP

Kasmir,S.E., M.M

Widarti Rahardjo

Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan

Tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah:
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu;
2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan;
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki;
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan untuk penilaian kinerja manajemen.

Langkah yang dilakukan dalam analisis keuangan adalah:
1. Mengumpulkan laporan keuangan dan data yang diperlukan selengkap mungkin;
2. Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu.
3. Melakukan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran;
4. Membuat laporan tentan posisi keuangan perusahaan;
5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisis tersebut

Kasmir, S.E., M.M.

Widarti Rahardjo

Cara Membaca Laporan Keuangan

CARA MEMBACA LAPORAN KEUANGAN
1. Lihat apakah sudah diaudit
Umumnya kategori laporan keuangan memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Surat CEO
b. Laporan Keuangan yang terdiri dari
– Neraca
– Laporan laba rugi
– Laporan aliran kas
– Laporan perubahan posisi keuangan
– Laporan modal pemegang saham
c. Catatan kaki
d. Penjelasan dan analisis (kekuatan dan kelemahannya jika ada)
e. Laporan oleh audit independen
2. Catatan kaki
Catatan kaki harus diperiksa untuk melihat apakah perusahaan telah mengubah prinsip atau metode akuntansinya. Seandainya perusahaan mengubah metode akuntansinya, mungkin mereka sedang menyajikan angka-angka yang terbaik. Kemudian cari tahu alasan perubahan tersebut, yaitu sebagai berikut:
a. Apakah periode penyusutan lebih dari seharusnya, atau karena aktiva yang tidak dipakai sehingga memiliki umur pakai yang lebih lama?
b. Jika penjualan tidak berkembang sebagaimana yang ditargetkan perlu dijelaskan di catatn kaki.
c. Pendapatan meningkat karena adanya keberuntungan dan manajemen ingin menyimpan sebagian hasil untuk masa masa di mana penjualan sedang menurun atau melonggarkan pembayaran pajak.
d. Apakah penjualan menurun karena adanya perubahan dalam akuntansi dan bukan karena penjualan?
Dalam catatan kaki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar catatan kaki dapat dimengerti, yaitu sebagai berikut:
1. Kalimat yang mengatakan memulihkan kerugian tiap tahun sebelumnya. Pahami jika ada kalimat manajemen yang mengatakan bahwa hanya dialah yang berani membersihkan perusahaan dan menyalahkan kerugian akibat manajemen lalu.
2. Penggunaan metode penyusutan dan sediaan mesti dilihat secara jelas mengingat peraturan pajak yang sering berubah.
3. Pahami jika ada kalimat cadangan untuk masa sulit atau suatu hal dan lainnya. Kalimat ini mungkin menyembunyikan keberuntungan besar yang diperoleh perusahaan.
4. Penundaan pengeluaran, yaitu ada pengeluaran yang tidak ditulis seluruhnya pada saat pengeluaran itu terjadi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konsumen sehingga daoat meningkatkan pendapatan.
5. Pengambilan persentase penyelesaian, untuk memperoleh laba manajemen memasukkan biaya-biaya dalam kontrak jangka panjang, karena yakin mereka membuat kemajuan. Ini dapat dilakukan, walaupun tidak ada uang yang diterima. Hal ini membantu untuk menyebarkan kesuksesan lebih merata sesuai waktu terutama untuk tujuan pajak atau tujuan-tujuan lainnya.
3. Laporan keuangan
Dalam membandingkan rasio dari seluruh tahun yang dilaporkan, berikan perhatian khusus untuk piutang dan sediaan. Jika laporan tidak menyebutkan rasionya. Anda harus melakukannya sendiri.
Pertanyaan yang harus diajukan adalah sebagai berikut:
a. Periksa apakah piutang dan sediaan meningkat secara lebih cepat dibandingkan penjualan atau sebaliknya.
b. Periksa apakah ini berarti perusahaan sedang berusaha meningkatkan atau menjaga penjualan dengan kebijakan kredit yang kurang baik.
c. Periksa apakah perusahaan tetap mengoperasikan pabrik pada tingkat tinggi tanpa adanya penjualan.
d. Apakah produksi tersebut dimaksudkan untuk sediaan di saat penjualan sedang tinggi?
e. Periksa rasio lancar dan lihat apakah perusahaan membayar tepat waktu dan memiliki kebijakan penagihan piutang yang baik.
f. Periksa apakah utang jangka panjang meluas. Hal ini berarti umumnya baik, namun jika penjualan menurun, hal tersebut mungkin tidak terlalu baik.
g. Lihat nilai aktiva kemudian bandingkan dengan perusahaan sejenis apakah perusahaan menaksir terlalu tinggi, apakah ada penjelasan, menaksir terlalu tinggi tidak terlalu berrarti tidak ada pembelian yang antusias.
Kemudian, perlu dicari apakah ada perbedaan dengan cara membandingkan antara laporan keuangan yang ada.
1. Periksa dan perhatikan aliran kas menurut waktunya dan apa saja yang sudah dilakukan dengan kas tersebut.
2. Periksa apakah uang dinvestasikan lagi, digunakan untuk membayar dividen, membayar utang yang jumlahnya besar.
3. Periksa apakah penjualan meningkat, tetap atau turun. Penjualan menurun menunjukkan kemungkinan ada masalah. Penjualan harus bisa mengikuti inflasi, penjualan juga dapat menurun karena alasan kepemilikan, misalnya sebagian perusahaan dijual.
4. Periksa laba lembar per saham (earning per share/EPS). Persepsi bisa salah jika sebagian perusahaan dijual, terjadi penurunan promosi, penelitian dan pengembangan, penundaan terhadap beberapa pengeluaran yang mengakibatkan pendapatan meningkat. EPS juga bervariasi tergantung metode akuntansi yang digunakan. EPS tidak menggambarkan risiko terhadap perusahaan atau suatu devisi dari perusahaan tersebut. EPS tidak dihitung untuk investasi yang dibutuhkan sebagai modal kerja atau kebutuhan modal tetap.
4. Surat CEO
Periksa surat CEO atau presiden karena surat ini memberikan petunjuk mengenai jalannya perusahaan. Isi surat itu harus sejalan dengan apa yang telah anda temukan seperti berikut ini:
a. Perhatikan kata-kata lemah dalam surat ini seperti: kami sedang berusaha melakukan, terus bergerak maju, hampir selesai, dianggap demikian, serta kecuali untuk, dan seterusnya.
b. Waspadai juga kata-kata yang terkesan seperti permohonan maaf atau yang lebih banyak dibumbui ketimbang kata-kata tindakan saat menganalisis perubahan dalam penjualan utang atau laba.
c. Surat tersebut harus memberi penjelasan yang mudah dipahami mengenai apa yang sedang terjadi, perusahaan sedang menuju ke arah mana, bagaimana cara mencapainya dan mengapa. Surat yang baik akan melaporkan sebagaimana aslinya dan lengkap (lebih dari lima belas halaman, jarang dilakukan).
d. Periksa laporan tahunan catatan kaki, apakah penyusutan dihitung dengan metode garis lurus untuk laporan tahunan, namun metode dipercepat untuk laporan pajak.
e. Selain itu, sediaan umumnya dilaporkan dalam laporan tahunan dengan sediaan rata-rata, namun dalam formulir pajak dengan LIFO atau FIFO, ini cara yang legal untuk menghindari pajak.

5. Penjelasan dan Analisis
Langkah selanjutnya adalah periksa penjelasan dan analisis yang disediakan dalam laporan keuangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Perhatikan apakah saham telah dijual dan digunakan, apakah untuk meluaskan pabrik atau meningkatkan penjualan, ataukah untuk membayar utang. Jika memungkinkan, lihat seberapa banyak saham yang merupakan milik karyawan atau dewan pengurus, apakah mereka membeli atau menjual.
b. Periksa kualifikasi manajemen puncak. Jika tersedia, lihat masalah-masalah hukum, apakah telah terselesaikan, dengan siapa masalah terjadi, kantor pajak, kreditur, pelanggan atau badan pengendali lingkungan. Perhatikan berapa lama masalah tersebut terjadi.

Kasmir, S.E., M.M.

Widarti Rahardjo

Komponen Laporan Laba Rugi

LAPORAN LABA RUGI
Dalam praktiknya komponen pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi terdiri dari dua jenis
1. Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan.
2. Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari di luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan.
Demikian juga dengan pengeluaran atau biaya-biaya.

Komponen-komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi:
1. Penjualan (pendapatan)
2. Harga pokok penjualan (HPP)
3. Laba kotor
4. Biaya operasi
5. Laba kotor operasional
6. Penyusutan (depresiasi)
7. Pendapatan bersih operasi
8. Pendapatan lainnya
9. Laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax)
10. Biaya bunga terdiri dari:
11. Laba sebelum pajak atau EBT (Earning Before Tax)
12. Pajak
13. Laba sesudah bunga dan pajak atau EAIT (Earning After Interest and Tax).
14. Laba per lembar saham (Earning per Share)

Kasmir, S.E., M.M.

Widarti

Komponen Neraca

NERACA
Secara garis besar komponen neraca dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Aktiva lancar
a. Kas
b. Rekening pada bank (rekening giro dan rekening tabungan)
c. Deposito berjangka (time deposit)
d. Surat-surat berharga (efek-efek)
e. Piutang
f. Pinjaman yang diberikan
g. Sediaan
h. Biaya yang dibayar di muka
i. Pendapatan yang masih harus diterima
j. Aktiva lancar lainnya

2. Aktiva tetap
a. Aktiva tetap berwujud
– Tanah
– Mesin
– Bangunan
– Peralatan
– Kendaraan
– Akumulasi penyusutan
– Aktiva tetap lainnya
b. Aktiva tetap tidak berwujud
– Goodwill
– Hak Cipta
– Lisensi
– Merek dagang

3. Aktiva lainnya
a. Gedung dalam proses
b. Tanah dalam penyelesaian
c. Piutang jangka panjang
d. Uang jaminan
e. Uang muka investasi

Kemudian, komponen utang (kewajiban) serta modal (ekuitas) tergambar dalam posisi pasiva sebagai berikut:
1. Utang lancar (kewajiban jangka pendek)
a. Utang dagang
b. Utang wesel
c. Utang bank
d. Utang pajak
e. Biaya yang masih harus dibayar
f. Utang sewa guna usaha
g. Utang dividen
h. Utang gaji
i. Utang lancar lainnya

2. Utang jangka panjang
a. Utang hipotek
b. Utang obligasi
c. Utang bank jangka panjang
d. Utang jangka panjang lainnya

3. Ekuitas
a. Modal saham
b. Agio saham
c. Laba ditahan
d. Cadangan laba
e. Modal sumbangan

Kasmir, S.E., M.M

Widarti

Pengertian

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Suatu kegiatan usaha (bisnis) yang dijalankan oleh suatu perusahaan, tentu memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik dan manajemen yaitu:
1. Pemilik perusahaan menginginkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankannya.
2. Pemilik menginginkan usaha yang dijalankan tidak hanya untuk satu periode kegiatan saja.
3. Perusahaan tetap mampu untuk menghasilkan atau menyediakan berbagai jenis barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat umum.
4. Usaha yang dijalankan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik yang berada dalam lingkungan perusahaan maupun dilingkungan luar perusahaan.

Agar tujuan tersebut dapat dicapai, manajemen perusahaan harus mampu membuat perencanaan yang tepat dan akurat, pelaksanaan di lapangan dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan rencana yang telah disusun, manajemen harus mampu mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha yang dijalankannya apabila terjadi penyimpangan.
Agar usaha yang dijalankan dapat dipantau perkembangannya, setiap perusahaan harus mampu membuat catatan, pembukuan dan laporan terhadap semua kegiatan usahanya. Catatan, pembukuan, dan laporan dibuat baik dalam suatu periode tertentu.
Pemilik dan manajemen harus mengetahui berapa uang yang keluar dan masuk ke perusahaan dalam suatu periode tertentu dan perincian penggunaan. Catatan keuangan selama periode tertentu dibuat dalam bentuk laporan keuangan.
Untuk mampu membaca, mengerti dan memahami arti laporan keuangan, perlu dianalisis terlbeih dahulu dengan berbagai alat analisis yang biasa digunakan. Dengan menggunakan alat analisis ini dapat diketahui berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan dan kemajuan perusahaan.
Alat analisis keuangan yang biasa digunakan adalah rasio-rasio keuangan seperti:
1. Rasio likuiditas
2. Rasio solvabilitas
3. Rasio aktivitas
4. Rasio rentabilitas
5. Analisis laba kotor
6. Break even point
7. Rasio lainnya

Dalam praktiknya, secara umum ada lima macam jenis laporan keuangan yang biasa disusun yaitu:
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Laporan perubahan modal
4. Laporan arus kas
5. Laporan catatan atas laporan keuangan

Kasmir, S.E., M.M.

Widarti