Akuntansi Penjualan Perusahan Dagang

PENJUALAN (SALES)

Setiap perusahaan yang bergerak dalam perdagangan memperoleh pendapatan dari hasil penjualan barang dagangan yang menjadi bidang usahanya.

Contoh 12:

Penjualan Rp. 450.000.000
Retur Penjualan Rp. 20.000.000
Potongan Penjualan Rp. 30.000.000
Jumlah Retur & Potongan Penjualan Rp.  50.000.000
Penjualan Bersih (Neto) Rp. 400.000.000
Harga Pokok Penjualan:
Persediaan awal Rp. 150.000.000
Pembelian Rp. 300.000.000
Retur Pembelian Rp.15.000.000
Potongan Pembelian Rp.10.000.000
Jumlah Retur & Potongan Pembelian Rp.   25.000.000
Pembelian bersih (neto) Rp.  275.000.000
Biaya Angkut Pembelian Rp.    35.000.000
Harga Pokok Pembelian Rp. 310.000.000
Barang Tersedia Untuk Dijual (TUD) Rp. 460.000.000
Persediaan Akhir Rp. 200.000.000
Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp. 260.000.000
Laba Kotor Rp. 140.000.000

Contoh 13: Penjualan Tunai

Toko beras “Cap Ayam Jago” pada tanggal 3 Maret menjual 5 (lima) ton beras @ Rp. 10.000.000,- kepada took “Aneka” secara tunai, harga pokok beras tersebut sebesar Rp. 6.000.000/ton.

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Fisik):

Kas                                            Rp. 50.000.000,-

Penjualan                                   Rp. 50.000.000,-

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Perpetual)”

Kas                                           Rp.  50.000.000,-

Penjualan                                  Rp. 50.000.000,-

Harga Pokok Penjualan                Rp. 30.000.000,-

Persediaan Barang Dagang           Rp. 30.000.000,-

Contoh 14: Penjualan dengan pembayaran sebagian

Toko beras “Cap Ayam Jago” pada tanggal 3 Maret menjual 5 (lima) ton beras @ Rp.10.000.000,- kepada Toko “Aneka” dari jumlah tersebut diterima tunai Rp. 30.000.000,- dan sisanya sebesar Rp. 20.000.000,- dibayar bulan depan. Harga pokok beras tersebut Rp. 6.000.000/ton.

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Fisik):

Kas                                           Rp. 30.000.000,-

Piutang Dagang                           Rp. 20.000.000,-

Penjualan                                  Rp. 50.000.000,-

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Perpetual):

Kas                                           Rp. 30.000.000,-

Piutang Dagang                           Rp. 20.000.000,-

Penjualan                                  Rp. 50.000.000,-

Harga Pokok Penjualan                Rp. 30.000.000,-

Persediaan Barang Dagang           Rp. 30.000.000,-

Contoh 15: Penjualan Kredit

Toko beras “Cap Ayam Jago” pada tanggal 3 Maret menjual 5 (lima) ton beras @ Rp.10.000.000,- kepada Toko “Aneka” syarat pembayaran 2/10, n/30. Harga pokok penjualan beras tersebut Rp.6.000.000/ton.

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Fisik):

Piutang Dagang                           Rp. 50.000.000,-

Penjualan                                  Rp. 50.000.000,-

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Perpetual):

Piutang Dagang                           Rp. 50.000.000,-

Penjualan                                  Rp. 50.000.000,-

Harga Pokok Penjualan                Rp. 30.000.000,-

Persediaan Barang Dagang           Rp. 30.000.000,-

Contoh 16: Retur Penjualan (SALES RETURN)

Diterima kembali dari “Toko Aneka” atas beras yang dijual sebanyak 1 ton tersebut pada contoh 15.

Jurnal Toko “Cap Ayam Jago” (Sistem Fisik):

Retur Penjualan                          Rp. 10.000.000,-

Piutang Dagang                           Rp. 10.000.000,-

Persediaan Barang Dagang           Rp.  6.000.000,-

Harga Pokok Penjualan                Rp.  6.000.000,-

Irsan L.

Widarti

Pembayaran Pembelian Kredit (Hutang Dagang / Account Payable)

Pembayaran hutang dagang dilakukan sebesar nominal faktur tagihan atau nominal faktur dikurangi retur dan potongan pembelian. Selanjutnya dapat dibayar tunai atau dengan wesel (promes).

Contoh 9 : Pembayaran tanpa Retur dan Potongan

Toko buku Dinda melunasi hutang kepada penerbit Kanda dengan nominal faktur tagihan sebesar Rp. 25.000.000,-

Jurnal :         Hutang Dagang                  Rp. 25.000.000,-

Kas/Bank                          Rp. 25.000.000,-

Pembayaran sebesar nilai nominal dikurangi Retur

Toko Buku Dinda melunasi hutang kepada penerbit Kanda dengan

Nominal faktur sebesar                         Rp. 25.000.000,-

Retur pembelian                                  Rp.   1.500.000,-

Dibayar tunai                                       Rp. 23.500.000,-

Jurnal: Hutang Dagang                          Rp. 23.500.000,-

Kas / Bank                                 Rp. 23.500.000,-

Contoh 10: Pembayaran sebesar Nilai Nominal Faktur dikurangi Retur dan Potongan

Toko Buku “Dinda” melunasi hutang kepada Penerbit Kanda dengan perincian sebagai berikut:

Nominal                                              Rp. 25.000.000,-

Retur Pembelian                                  Rp.   1.500.000,-

Sisa Hutang                                         Rp. 23.500.000,-

Potongan Pembelian                             Rp.  2.350.000,-

Dibayar Tunai                                      Rp. 21.150.000,-

Jurnal:          Hutang Dagang                  Rp. 23.500.000,-

Kas                                  Rp. 21.150.000,-

Potongan Pembelian          Rp.   2.350.000,-

Contoh 11: Pembayaran dengan Wesel/Promes (Surat Utang)

Toko Buku “Dinda” melunasi hutang kepada Penerbit Kanda sebesar nominal Rp. 25.000.000,- dengan menyerahkan selembar wesel dengan umur 3 bulan.

Jurnal:          Hutang Dagang                  Rp. 25.000.000,-

Wesel Bayar                     Rp. 25.000.000,-

Irsan L.

Widarti

Pembayaran Pembelian Kredit (Hutang Dagang / Account Payable)

Pembayaran hutang dagang dilakukan sebesar nominal faktur tagihan atau nominal faktur dikurangi retur dan potongan pembelian. Selanjutnya dapat dibayar tunai atau dengan wesel (promes).

Contoh 9 : Pembayaran tanpa Retur dan Potongan

Toko buku Dinda melunasi hutang kepada penerbit Kanda dengan nominal faktur tagihan sebesar Rp. 25.000.000,-

Jurnal :         Hutang Dagang                  Rp. 25.000.000,-

Kas/Bank                          Rp. 25.000.000,-

Pembayaran sebesar nilai nominal dikurangi Retur

Toko Buku Dinda melunasi hutang kepada penerbit Kanda dengan

Nominal faktur sebesar                         Rp. 25.000.000,-

Retur pembelian                                  Rp.   1.500.000,-

Dibayar tunai                                       Rp. 23.500.000,-

Jurnal: Hutang Dagang                          Rp. 23.500.000,-

Kas / Bank                                 Rp. 23.500.000,-

Contoh 10: Pembayaran sebesar Nilai Nominal Faktur dikurangi Retur dan Potongan

Toko Buku “Dinda” melunasi hutang kepada Penerbit Kanda dengan perincian sebagai berikut:

Nominal                                              Rp. 25.000.000,-

Retur Pembelian                                  Rp.   1.500.000,-

Sisa Hutang                                         Rp. 23.500.000,-

Potongan Pembelian                             Rp.  2.350.000,-

Dibayar Tunai                                      Rp. 21.150.000,-

Jurnal:          Hutang Dagang                  Rp. 23.500.000,-

Kas                                  Rp. 21.150.000,-

Potongan Pembelian          Rp.   2.350.000,-

Contoh 11: Pembayaran dengan Wesel/Promes (Surat Utang)

Toko Buku “Dinda” melunasi hutang kepada Penerbit Kanda sebesar nominal Rp. 25.000.000,- dengan menyerahkan selembar wesel dengan umur 3 bulan.

Jurnal:          Hutang Dagang                  Rp. 25.000.000,-

Wesel Bayar                     Rp. 25.000.000,-

Irsan L.

Widarti

Nota Retur (Return Memo)

Pengembalian sebagian Barang Kena Pajak (BKP) yang dibeli kepada penjual disebut retur pembelian. Di dalam Akuntansi Komersial dibuatkan Nota Debit, maka dalam Akuntansi Pajak dibuatkan Nota Retur, yang bertujuan untuk mencatat retur pembelian dan mengkredit PPN Masukan sebesar 10% dari nilai barang yang dikembalikan.

Contoh 7

Berdasarkan contoh 6 diatas, apabila PT. Gramedia mengembalikan 2 komputer yang dibeli kepada PT. Gunung Agung, maka perhitungan dan jurnal yang dibuat PT. Gramedia adalah:

Nilai Barang Kena Pajak yang dikembalikan:

2 Unit @ Rp.5.000.000                                    = Rp.10.000.000

PPN Masukan 10% x Rp. 10.000.000                  = Rp.  1.000.000

Jumlah Nota Retur                                         = Rp. 11.000.000

Jurnal Retur Pembelian (Sistem Fisik)

Hutang Dagang                                     11.000.000

Retur Pembelian                                            10.000.000

PPN Masukan                                                  1.000.000

Jurnal Retur Pembelian (Sistem Perpetual)

Hutang Dagang                                     11.000.000

Persediaan Barang Dagang                              10.000.000

PPN Masukan                                                 1.000.000

Irsan L.

Widarti

Nota Retur (Return Memo)

Pengembalian sebagian Barang Kena Pajak (BKP) yang dibeli kepada penjual disebut retur pembelian. Di dalam Akuntansi Komersial dibuatkan Nota Debit, maka dalam Akuntansi Pajak dibuatkan Nota Retur, yang bertujuan untuk mencatat retur pembelian dan mengkredit PPN Masukan sebesar 10% dari nilai barang yang dikembalikan.

Contoh 7

Berdasarkan contoh 6 diatas, apabila PT. Gramedia mengembalikan 2 komputer yang dibeli kepada PT. Gunung Agung, maka perhitungan dan jurnal yang dibuat PT. Gramedia adalah:

Nilai Barang Kena Pajak yang dikembalikan:

2 Unit @ Rp.5.000.000                                    = Rp.10.000.000

PPN Masukan 10% x Rp. 10.000.000                  = Rp.  1.000.000

Jumlah Nota Retur                                         = Rp. 11.000.000

Jurnal Retur Pembelian (Sistem Fisik)

Hutang Dagang                                     11.000.000

Retur Pembelian                                            10.000.000

PPN Masukan                                                  1.000.000

Jurnal Retur Pembelian (Sistem Perpetual)

Hutang Dagang                                     11.000.000

Persediaan Barang Dagang                              10.000.000

PPN Masukan                                                 1.000.000

Irsan L.

Widarti

PPN Masukan (Value Added Tax / VAT IN)

Perlakuan PPN atas pembelian bagi pembeli yang Pengusaha Kena Pajak (PKP)merupakan Pajak Masukan, akan tetapi bagi pembeli yang bukan Pengusaha Kena Pajak (Non PKP) nilai PPN tersebut ditambahkan dalam harga beli barang.

Contoh 5: PEMBELI BUKAN PENGUSAHA KENA PAJAK(PKP)

Toko Elektronik “Sinar Jaya” (bukan PKP) membeli 10 unit TV Sony 20 inc dari “Toko Matahari” dengan perincian sbb:

Harga 10 Unit TV @ 5.000.000      Rp. 50.000.000,-

PPN 10%                                    Rp.   5.000.000,-

Jumlah Nota Kontan          Rp. 55.000.000,-

Jurnal Toko “Sinar Jaya” (Sistem Fisik):

Pembelian                                 Rp. 55.000.000,-

Kas                                           Rp. 55.000.000,-

Jurnal Toko “Sinar Jaya” (Sistem Perpetual):

Persediaan Barang Dagang                     Rp. 55.000.000,-

Kas                                           Rp. 55.000.000,-

Contoh 6: PEMBELI ADALAH PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP)

Toko Elektronik”PT. Gramedia” (PKP) membeli 10 unit komputer acer dari Pengusaha Kena Pajak “PT. Gunung Agung” dengan perincian sbb:

Harga 10 Unit Komputer @ 5.000.000      Rp. 50.000.000,-

PPN 10%                                              Rp.   5.000.000,-

Jumlah Nota Kontan                    Rp. 55.000.000,-

Jurnal PT. Gramedia (Sistem Fisik):

Pembelian                                 Rp. 50.000.000,-

PPN Masukan                              Rp.   5.000.000,-

Hutang Dagang                                     Rp. 55.000.000,-

Jurnal PT. Gramedia (Sistem Perpetual):

Persediaan Barang Dagang           Rp. 50.000.000,-

PPN Masukan                              Rp.   5.000.000,-

Kas                                           Rp. 55.000.000,-

Irsan L.

Widarti

Akuntansi Pembelian Perusahaan Dagang

AKUNTANSI PEMBELIAN

Ada 2 (dua) cara pencatatan transaksi pembelian barang, yaitu:

  1. Sistem Inventarisasi Fisik (Periodical), dimana nama Akun yang dicatat disebelah Debit adalah akun PEMBELIAN (Purchase).

Sistem Inventarisasi Terus Menerus (Perpectual), dimana nama Akun yang dicatat disebelah Debit adalah akun PERSEDIAAN (Inventory).

Contoh 1: TRANSAKSI PEMBELIAN KREDIT

CV. Permata Hijau bergerak dalam bidang jual beli jam tangan, pada tanggal 24 Oktober membeli 20 buah jam tangan merek Tag Heur @ Rp. 300.000,- secara kredit.

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Fisik)

Pembelian                                 6.000.000

Hutang Dagang                                     6.000.000

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Perpectual)

Persediaan                                 6.000.000

Hutang Dagang                                     6.000.000

Contoh 2: TRANSAKSI PEMBELIAN TUNAI

CV. Permata Hijau bergerak dalam bidang jual beli jam tangan, pada tanggal 24 November membeli 10 buah jam tangan merek Rado @ Rp. 400.000,- secara tunai.

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Fisik)

Pembelian                                 4.000.000

Kas / Bank                                           4.000.000

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Perpectual)

Persediaan                                 4.000.000

Kas /Bank                                  4.000.000

Contoh 3: TRANSAKSI PEMBELIAN SEBAGIAN TUNAI DAN SEBAGIAN KREDIT

CV. Permata Hijau bergerak dalam bidang jual beli tangan, pada tanggal 29 November membeli 100 buah jam tangan anak merek Looney Tunes @ Rp. 100.00,- Dibayar tunai Rp.3.000.000,- dan sisanya kredit 1 bulan.

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Fisik)

Pembelian                                 10.000.000

Kas / Bank                                           3.000.000

Hutang Dagang                                     7.000.000

Jurnal Pembelian (Pencatatan Sistem Perpectual)

Persediaan                                 10.000.000

Kas /Bank                                            3.000.000

Hutang Dagang                                     7.000.000

Contoh 4: RETUR PEMBELIAN (PURCHASE RETURN)

Pada tanggal 2 Desember CV Permata Hijau mengembalikan sebanyak 20 buah jam tangan anak merek Looney Tunes karena warna tidak sesuai dengan pesanan.

Jurnal Retur Pembelian (Pencatatan Sistem Fisik)

Hutang Dagang                           10.000.000

Retur Pembelian                                  10.000.000

Jurnal Retur Pembelian (Pencatatan Sistem Perpectual)

Hutang Dagang                           10.000.000

Persediaan Barang                                10.000.000

Irsan L

Widarti

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

  1. A.    PENGERTIAN DAN KEGIATAN TRANSAKSI

Pengertian

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membel barang dengan tujuan untuk dijual kembali.

Bentuk Hukum Perusahaan Dagang

  1. Perseroan Terbatas (PT)

Suatu bentuk perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham yang dimiliki oleh beberapa orang, yang disebut Pemegang Saham. Tanggung jawab pemegang saham atas perusahaan sebatas modal yang disetor saja.

  1. Commanditaire Verschop (CV)

Suatu bentuk perusahaan yang modalnya terbagi atas modal-modal pribadi (perseorangan). Menurut hukum, CV dikategorikan sebagai Perusahaan Pribadi/Perseorangan, sehingga tanggung jawab pemilik atas perusahaan meliputi keseluruhan harta yang dimiliki oleh para pemilik.

  1. Usaha Dagang (UD)

Suatu bentuk perusahan yang modalnya berasal dari satu orang pemilik. UD dikategorikan sebagai Perusahaan Pribadi/Perseorangan, sehingga tanggung jawab pemilik juga meliputi keseluruhan harta yang dimiliki oleh pemilik.

  1. Dan sebagainya
  1. B.    SYARAT PENYERAHAN & SYARAT PEMBAYARAN

 

Syarat Penyerahan (Delivery Term)

Ada 2 (dua) macam syarat penyerahan yang lazim digunakan, yaitu:

  1. FOB DESTINATION POINT (Loko Gudang Pembeli), artinya ongkos angkut barang mulai gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pihak penjual. Jadi harga sudah termasuk ongkos angkut barang.
  2. FOB SHIPPING POINT (Loko Gudang Penjual), artinya ongkos angkut barang mulai gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pembeli. Jadi harga tidak termasuk ongkos angkut barang.

Syarat Pembayaran (Term of Payment)

Pada prinsipnya, pembayaran transaksi pembelian atau penjualan dapat dilakukan dengan cara:

  1. TUNAI (CASH), artinya pembayaran dilakukan pada saat barang diserahkan dari penjual kepada pembeli. Transaksi ini disebut Transaksi Pembelian atau Penjualan Tunai.
  2. KREDIT (TERM OF PAYMENT), artinya pembayaran dilakukan beberapa waktu setelah barang diserahkan, tergantung jangka waktu yang diberikan penjual. Transaksi ini disebut Transaksi Pembelian atau Penjualan Kredit.

Jangka waktu pembayaran biasanya dinyatakan dalam faktur, dengan istilah-istilah sebagai berikut:

–         n/30 artinya pembayaran harus dilakukan paling lambat 30 hari setelah tanggal faktur. (n/30 = neto 30 hari).

–         2/10, n/30 artinya pembayaran harus dilakukan paling lambat 30 hari setelah tanggal faktur, tetapi jika dibayar dalam jangka waktu kurang dari 10 hari maka diberikan potongan/diskon sebesar 2%.

–         n/10, EOM artinya pembayaran harus dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan dan tidak ada potongan. (n/10, EOM= neto 10 hari, End of Month).

Irsan L.

Widarti