Apakah itu INTERNAL CONTROL?

Kontrol bukanlah istilah asing bagi kita. Kita banyak memakai istilah ini dalam berbagi situasi dan kesempatan. Kontrol secara harafiah diartikan juga sebagai kendali. Orang yang memegang kontrol dipandang sebagai orang yang memegang kendali. Apakah sebenarnya arti dari istilah kontrol?

Kontrol dapat dimaknai sebagai upaya-upaya – baik keputusan, aturan, pedoman, atau tindakan – yang dilakukan atau diterapkan untuk menjaga agar setiap keputusan dan tindakan dalam organisasi berjalan sesuai standar dan aturan yang sudah ditetapkan. Berdasar definisi tsb, nampak bahwa apapun yang berbeda dari kontrol adalah sesuatu yang salah, menyimpang atau melanggar.

Jadi apa bedanya kontrol dengan peraturan, pedoman, atau prosedur? Secara praktis, ketiganya berperan untuk menjaga setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam organisasi berjalan dengan rel yang sesuai. Namun, makan harafiah kontrol pada intinya lebih luas dibandingkan dengan peraturan, pedoman, ataupun prosedur. Kontrol tidak terikat pada kegiatan tertentu seperti peraturan, pedoman atau prosedur. Kontrol yang sama dapat memayungi berbagai kegiatan yang berbeda. Memang sifat yang sama juga ada dalam peraturan. Namun, peraturan dalam hal jangkauan praktikalnya lebih kecil dibandingkan kontrol. Kontrol secara praktis memiliki bentuk yang beragam: dapat berupa peraturan, pedoman, dan sekaligus juga dalam bentuk tindakan.

Jadi apa yang dimaksud dengan internal control? Internal control adalah istilah yang sangat populer dan digunakan dalam penerapan sistem di dalam organisasi. Internal control yang ada di dalam sebuah sistem yang mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan di dalam sebuah organisasi, lazim disebut internal control system.

Tujuan penerapaan internal control dalam organisasi adalah:

  • Agar operasi atau kegiatan yang dijalankan organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien (organization’s operations are effective and efficient).
  • Agar setiap transaksi yang terjadi di dalam organisasi, dapat dicatat secara akurat (recorded transactions are accurate).
  • Agar laporan keuangan yang dihasilkan dipercaya dan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen (financial reporting is reliable).
  • Agar sistem pengelolaan risiko organisasi berjalan efektif untuk menunjang pengambilan keputusan manajemen (risk management systems are effective).
  • Agar semua keputusan dan kegiatan organisasi sesuai dan menaati hukum dan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan kebijakan dan prosedur intern organisasi (complies with laws and regulations, internal policies, and internal procedures).

 

Pedoman Penyusunan SOP (Rudi M. Tambunan)

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s