Pentingnya Pencatatan Kegiatan Transaksi Usaha

PENTINGNYA PENCATATAN  TRANSAKSI USAHA/BISNIS

Dalam setiap usaha yang dijalankan, tentunya memiliki pemasukan dan pengeluaran yang merupakan bagian dari transaksi usaha. Idealnya, setiap transaksi keuangan memiliki bukti sebagai dasar pencatatan. Ketika usaha baru mulai didirikan, umumnya pemilik yang mencatat seluruh transaksi. Namun seiring dengan perkembangan usaha, sering kali pemilik tidak memiliki waktu untuk melakukan pencatatan. Dengan kata lain, pencatatan transaksi sering kali menjadi tidak tertib, sehingga terkadang akan menyulitkan pemilik dalam menganalisa perkembangan bisnsi yang dijalani. Pemilik bisa merekrut orang yang secara khusus membantu pemilik dalam melakukan pencatatan. Apa saja yang perlu dicatat sebagai dasar analisa usaha. Apakah usaha kita maju? Biaya manakah yang perlu dikurangi? Berapa pendapatan usaha kita bulan ini? Berikut beberapa di antaranya:

1.     Catatan Penjualan

Pada umumnya, setiap kita melakukan transaksi penjualan tentunya harus membuat nota/kuitansi. Usahakan agar nota penjualan dicatat kembali setiap hari dalam buku penjualan. Catatan ini berguna bagi Anda untuk mengetahui berapa penjualan hari ini, tren penjualan usaha bulanan, tahunan, produk apa yang paling minati.

2.     Catatan Pengeluaran

Pengeluaran dapat dibagi menjadi 2 komponen utama yaitu pengeluaran langsung dan tidak langsung. Pengeluaran langsung adalah pengeluaran yang terkait langsung dengan penjualan. Misal: Biaya pembelian barang dagangan, jika usaha kita menjual minuman kemasan (air, soda, teh,kopi), maka biaya pembelian minuman kemasan adalah biaya langsungnya. Contoh pengeluaran tidak langsung adalah biaya gaji, listrik, air (yang tidak secara langsung mempengaruhi penjualan). Catatan ini berguna bagi Anda untuk mengetahui berapa dana yang Anda alokasikan untuk biaya tertentu, sehingga membantu Anda dapat menganalisa apakah biaya yang dikeluarkan sudah cukup efisien, apakah masih bisa ditekan lagi biayanya.

3.      Catatan Pembelian Aset

Catatan ini yang sering rancu dengan pencatatan biaya. Sering dijumpai pemilik usaha tidak bisa membedakan mana yang tergolong aset dan mana yang tergolong biaya. Definisi aset secara sederhana adalah benda/peralatan yang digunakan untuk aktivitas usaha dan umurnya lebih dari 1 tahun, contoh kalau usaha kita jasa foto copy, maka aset kita adalah mesin foto copy, mesin jilid.

4.      Catatan Stok/Persediaan

Pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha perdagangan, seharusnya memiliki pencatatan stok atau persediaan. Ini sangat penting untuk dilakukan agar kita bisa tahu dengan pasti persediaan kita mana yang masih ada, mana yang akan habis, mana barang yang perputarannya lebih cepat. Misal jika Anda berjualan produk kelontong, dan kita tidak punya catatan persediaan, apabila ada pembeli yang bertanya, maka kita akan kesulitan untuk mencarinya. Caranya mudah, cukup gunakan buku stok yang kita gunakan saat barang masuk dan kita kurangi stoknya saat ada penjualan.

Demikian masukan akan pencatatan yang diperlukan dalam memulai usaha. Kiranya dapat membantu untuk perkembangan usahanya.

CAN CONSULTING
Jasa akuntansi | Standar operasi prosedur | Pembukuan | Review laporan keuangan | Audit | Software akuntansi
www.canconsulting.net / www.ccaccounting.wordpress.com
e. info@canconsulting.net
Phone/SMS/Whatsapp: +62-81-9010-11177, +62-24-70137070

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s